Ilustrasi Pendapatan Nasional (Foto: feb.umsu.ac.id)

Pendapatan Nasional: Pengertian, Rumusan dan Manfaatnya

Patrick | Pendidikan | 25-11-2022

PARBOABOA - Pendapatan nasional adalah hasil yang diterima dari setiap anggota masyarakat ataupun rumah tangga keluarga yang langsung digunakan maupun dikonsumsi pada waktu tertentu atau satu tahun.

Istilah ini digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dalam periode satu waktu tertentu, yang biasanya dalam satu tahun.

Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian pendapatan nasional dapat diartikan sebagai bentuk tolak ukur yang digunakan untuk memperhitungkan perekonomian yang sudah dicapai dan nilai pengeluaran yang diproduksi.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, istilah ini merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun.

Pendapatan ini juga dapat diartikan sebagai nilai total output akhir suatu negara dari semua barang atau jasa baru yang diproduksi dalam satu tahun.

Untuk mendapatkan data pendapatan ini dilakukan pencatatan dengan sistem pembukuan yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat kegiatan ekonomi negara dalam periode waktu tertentu.

Catatan ini mencakup data mengenai total pendapatan yang diperoleh perusahaan domestik, upah yang dibayarkan kepada pekerja asing dan domestik, dan jumlah yang dihabiskan untuk pajak penjualan dan pendapatan oleh perusahaan dan individu yang tinggal di negara tersebut.

Berikut ini pengertian pendapatan nasional menurut para ahli, antara lain sebagai berikut

1. Arthur Cecil

Pendapatan nasional adalah pendapatan objektif masyarakat di suatu negara, termasuk juga pendapatan luar negeri yang bisa diukur dalam bentuk tunai.

2. Irving Fisher

Irving Fisher mendefenisikan pendapatan ini sebagai sebuah pendapatan dasar yang dikonsumsi langsung pada tahun yang sama.

3. Alfred Marshall

Alfred Marshall menjabarkan, pendapatan nasional merupakan pekerjaan dan modal yang dilakukan suatu negara untuk memroses sumber daya alamnya dengan tujuan memperoleh hasil bersih dalam bentuk material dan non-material.

Faktor yang Memengaruhi Pendapataan Nasional

Pencatatan pendapatan dalam sebuah negara dengan sistem pembukuan yang dilakukan pemerintah untuk mengukur tingkat ekonomi negara dalam periode waktu tertentu dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

1. Konsumsi dan Tabungan

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi.

Konsumsi, pendapatan dan tabungan sangat erat hubungannya. Keynes, selaku pakar psychological concumtion mengatakan tingkah laku masyarakat dalam konsumsi ada hubungannya dengan pendapatan.

2. Investasi

Investasi adalah aktivitas menempatkan modal, baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.

Dengan harapan mendapatkan keuntungan di kemudian hari, investasi disebut juga dengan penanaman modal.

Pada umumnya, dana atau aset yang ditanamkan oleh seseorang investor akan dikembangkan oleh badan atau pihak yang mengelola. Keuntungan dari hasil pengembangan tersebut akan dibagikan kepada investor sebagai imbal balik sesuai dengan ketentuan antara kedua pihak.

3. Permintaan dan Penawaran Agregat

Salah satu yang memengaruhi pendapatan nasional adalah permintaan agregat bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa dengan tingkat harga.

Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga.

Penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

Rumus Pendapatan Nasional

Di bawah ini adalah rumus pendapatan nasional suatu negara yang dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Ekonomi oleh Kemdikbud, antara lain:

1. Produk Domestik Bruto (PDB)/ Gross Domestic Product (GDP)

Produk domestik bruto menghitung jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi termasuk produksi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan orang asing yang beroperasi dalam wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

Rumus: PDB = Pendapatan masyarakat dalam negeri + Pendapatan asing dalam negeri

2. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross Nasional Product (GNP)

Menghitung barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara (nasional) baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Sementara itu, barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing di dalam negeri tidak dihitung.

Rumus: PNB = PDB - Pendapatan bersih luar negeri

3. Produk Nasional Neto/Net National Product (NNP)

Produk nasional neto adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun.

Rumus: NNP = PNB - Penyusutan (depreciation)

Penyusutan di atas berarti penyusutan barang-barang yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal.

4. Pendapatan Nasional Bersih/Net National Income (NNI)

Rumus pendapatan nasional bersih adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

Rumus: NNI = NNP - Pajak tidak langsung

Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

5. Pendapatan Perorangan/Personal Income (PI)

Pendapatan perorangan adalah seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Pendapatan yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional adalah pendapatan pribadi.

Sementara itu, ini adalah pendapatan yang tergolong dalam pendapatan nasional, tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan pribadi.

a. Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan,

b. Pajak yang dikenakan pemerintah atas keuntungan perusahaan,

c. Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan.

Rumus: = NNI - (laba ditahan + iuran jaminan sosial + asuransi + pajak perseroan) + transfer payment

Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa pada tahun yang bersangkutan, melainkan diambil dari pendapatan tahun sebelumnya.

6. Pendapatan Bebas/Disposable Income (DI)

Pendapatan bebas adalah pendapatan yang bisa digunakan oleh penerimanya untuk membeli barang dan jasa yang diinginkan.

Rumus: DI = PI - Pajak langsung

Pendistribusian kembali pendapatan nasional merupakan sebuah bentuk pembagian pendapatan nasional secara merata.

Manfaat Pendapatan Nasional

Secara ringkas, berikut ini akan disampaikan manfaat pendapatan nasional antara lain:

  1. Mengetahui perkembangan suatu negara, terutama dari faktor ekonomi.
  2. Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
  3. Mengevaluasi kinerja perekonomian dalam skala tertentu.
  4. Mengukur perubahan perekonomian suatu negara secara berkala.
  5. Memudahkan dalam membandingkan kinerja ekonomi dari setiap sektor.
  6. Sebagai indikator kualitas hidup masyarakat di suatu negara.
  7. Sebagai indikator perbandingan kinerja antar negara.
  8. Sebagai indikator perbandingan kualitas standar hidup antar negara.
  9. Sebagai indikator dan perbandingan tingkat pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  10. Sebagai indikator dan perbandingan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan dari suatu negara.
  11. Dengan adanya pendapatan nasional, sebuah negara dapat membuat kebijakan serta strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja.

Demikianlah penjelasan mengenai pendapatan nasional, mulai dari pengertian, rumus dan manfaatnya yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Tag : #pendapatan nasional    #negara    #pendidikan    #ekonomi negara    #pendidikan ekonomi    #pendapatan negara    #nasional   

Baca Juga