Sejumlah orang terlihat tergeletak di peron stasiun kereta api bawah tanah di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada Selasa pagi waktu setempat setelah insiden penembakan yang melukai 10 orang. AP

Penembakan Massal di AS Lukai 10 Orang, Pelaku masih Diburu

Dion | Internasional | 13-04-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Kepolisian New York (NYPD), Amerika Serikat, melakukan perburuan besar-besaran untuk menangkap pelaku penembakan massal di New York pada Selasa pagi waktu setempat. 

Dilansir Associated Press, Rabu (13/4/2022), pelaku, yang yang identitasnya belum diketahui itu, melepas tembakan secara membabi-buta di stasiun kereta api bawah tanah Brooklyn pada jam sibuk. 

Sambil mengenakan topeng gas dan rompi petugas konstruksi, pelaku meledakkan granat asap sebelum kemudian melepas tembakan yang melukai 10 orang. Beruntung, tidak ada korban tewas maupun luka serius dalam peristiwa tersebut. 

NYPD mengatakan, penembakan itu tidak diselidiki sebagai tindakan terorisme. Komisaris NYPD Keechant Sewell mengatakan bahwa pria bersenjata tersebut langsung mengenakan masker gas ketika kereta tiba di stasiun.

"Dia kemudian menembak beberapa penumpang saat kereta berhenti di stasiun 36th Street," imbuhnya. Kepala NYPD James Essig mengatakan pria bersenjata itu melepaskan total 33 tembakan. 

Selain 10 korban tembakan, 13 orang lainnya terluka ketika mereka mencoba keluar dari stasiun atau terdampak dari asap yang terhirup. "Kita benar-benar beruntung ini tidak jauh lebih buruk dari sekarang," kata Sewell.

Polisi menemukan pistol Glock 17 sembilan milimeter, tiga magasin amunisi tambahan, dan kapak dari tempat kejadian.

Sewell mengatakan, mereka telah mengidentifikasi tersangka dan menggambarkannya sebagai "pria berkulit gelap".

Rekaman video terverifikasi yang diunggah di media sosial menunjukkan kereta memasuki stasiun 36th Street, dan asap mengepul keluar dari pintu ketika penumpang bergegas pergi, beberapa tampaknya terluka.

Sejauh ini, polisi baru mengantongi nama Frank R. James. Ia diduga terlibat dalam penembakan itu karena menyewakan sebuah mobil van yang ditemukan di dekat lokasi penembakan. 

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih berusaha mencari James dan menawarkan imbalan US$50.000, atau sekitar Rp718 juta, bagi siapapun yang mempunyai informasi dan kemudian berujung kepada penangkapan atas dirinya.

Tag : #penembakan massal    #new york    #internasional    #stasiun brookly    #terorisme   

Baca Juga