Krafton gugat Free Fire atas tuduhan penjiplakan

Pengembang PUBG Minta Free Fire Dihapus?

Wanovy | Teknologi | 17-01-2022

PARBOABOA - Krafton selaku pengembang PUBG dilaporkan melayangkan gugatan ke banyak pihak. Paling baru menyasar Garena selaku pengembang Free Fire.

Gugatan Krafton ini mencakup atas pelanggaran hak cipta atas game PC buatan Krafton, PUBG Battlegrounds. Mereka menuduh Free Fire telah menjiplak PUBG.

Krafton dan PUBG Santa Monica mengajukan gugatan tersebut ke pengadilan federal Amerika Serikat. Alasannya, game Free Fire buatan Garena dituduh jiplak PUBG Battlegrounds.

Krafton bahkan menuduh Google meng-hosting video game itu di YouTube yang disebutnya "Live-action Battlegrounds (PUBG) yang didramatisir, yang jelas-jelas melanggar".

"Free Fire dan Free Fire Max secara ekstensif menjiplak berbagai aspek Battlegrounds (PUBG), baik secara individu maupun dalam kombinasi, termasuk fitur air drop yang dilindungi hak cipta milik Battlegrounds," kata Krafton dalam gugatannya.

Lebih rinci, Krafton menyebut struktur dan permainan game, pemilihan senjata, armor (baju besi), objek unik, lokasi maupun keseluruhan pilihan skema warna dan tekstur dalam Free Fire mencontek PUBG.

Menurut Krafton, Garena memperoleh ratusan juta dolar AS dari penjualan item dalam aplikasi. Google dan Apple disebut kebagian sejumlah besar dari pendapatan tersebut.

Untuk itu, Krafton meminta Garena menghentikan eksploitasi Free Fire dan Free Fire Max serta meminta Google maupun Apple untuk menghentikan distribusi game tersebut.

Tanggapan Garena Garena sendiri telah memberikan tanggapan dan menyebut tuduhan Krafton tanpa dasar.

"Klaim Krafton tidak berdasar," kata juru bicara Garena dikutip dari TechCrunch, Jumat (14/1/2022).

Permasalahan tiru-meniru ini sudah menjadi permasalahan yang terjadi dari masa yang lalu. Sudah tidak heran apabila ada pengembang yang dengan sengaja memplagiat satu game untuk dibawakan ke dalam platform lain, terutama untuk pangsa ponsel pintar.

Apple dan Google ikut terseret lantaran keduanya dituduh menjual Free Fire, yang dianggap Krafton sebagai penjiplak PUBG Battlegrounds, secara terang-terangan. YouTube pun ikut terdampak karena mereka disebut menyebarkan konten berisi Garena Free Fire.

Gugatan Krafton dan PUBG Santa Monica terdiri dari 100 halaman yang berisi screenshot terkait bukti pelanggaran hak cipta.

Adapun pelanggaran yang dimaksud mencakup lobi sebelum permainan, parasut yang diterjunkan, medan pertempuran yang menyusut (safe zone), hingga supply drops atau item tambahan dari pesawat di tengah-tengah pertandingan.

Jika dilihat dari tanggal rilis, Krafton memperkenalkan PUBG: Battlegrounds ke publik pada 30 Juli 2016. Kemudian mereka baru merilis PUBG: Mobile pada 9 Februari 2018.

Sementara itu, Garena memperkenalkan Free Fire di Google Play Store dan Apple App Store pada 2017. Lalu pada September 2021, Garena menerbitkan Free Fire MAX sebagai Free Fire dengan versi grafik lebih tinggi.

Krafton sendiri sudah meminta Apple dan Google untuk menghentikan distribusi Free Fire sejak 21 Desember 2021, namun ditolak.

Bahkan, Youtube juga tak bergegas menghapus video yang dinilai Krafton melanggar hak cipta. Alhasil, Krafton membawa masalah ini ke pengadilan.

Tag : #game    #free fire    #ffmax    #pubg   

Baca Juga