Ilustrasi Mind Mapping (Dok. AkuPintar)

Pengertian Peta Pikiran, Tujuan, Manfaat dan Cara Pembuatannya

Olivia | Pendidikan | 09-05-2022

PARBOABOA – Metode pembelajaran yang digunakan saat ini sangatlah beragam. Hal ini dilakukan agar materi lebih mudah dipahami. Di dalam dunia pendidikan, salah satu metode yang digunakan untuk menerapkan hal tersebut adalah Peta Pikiran.

Peta pikiran adalah penyampaian atau penyajian ide maupun informasi dalam bentuk diagram atau konsep yang digambarkan secara visual. Ide maupun informasi yang disajikan ditempatkan pada sebuah kotak peta pikiran yang saling terhubung secara terorganisir dengan garis (link).

Dibandingkan suatu tulisan, peta pikiran atau yang juga dikenal sebagai mind mapping akan lebih efisien karena tersaji dalam bentuk gambar atau diagram.

Tujuan Penggunaan Peta Pikiran

Pasti beberapa dari kamu akan bertanya, apa tujuan menyajikan informasi suatu teks ke dalam peta pikiran.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, adanya peta pikiran untuk mempermudah pemahaman materi pembelajaran. Dan secara umum, dibuatnya peta pikiran bertujuan untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri sehingga informasi yang diberikan lebih mudah dipahami.

Mind mapping memiliki beberapa contoh yang sering dijumpai, seperti:

•    Contoh ilustrasi pohon jaring, yakni contoh yang memiliki cabang layaknya sebuah pohon. Namun, untuk beberapa rantingnya tidak terhubung ke ranting lainnya. Contoh ini banyak ditemukan dalam informasi silsilah keluarga.
•    Contoh ilustrasi rantai kejadian, yakni setiap ide atau informasi yang disampaikan saling berkaitan. Untuk contoh ilustrasi berantai ini biasa ditemukan pada peta pikiran yang membahas rantai makanan
•    Contoh peta pikiran siklus, yakni proses atau informasi yang diberikan hanya akan berputar-putar di satu jalur saja dan berulang kali melakukan atau melalui siklus yang sama. Contoh sederhana yang bisa ditemukan adalah siklus daur ulang air.
•    Contah peta pikiran laba-laba, yakni semua keterangan dari segala arah akan menuju inti yang berada ditengah. Panah-panah yang mengarah ke initi seolah-olah menyerupai tangan dan kaki laba-laba.

Manfaat Peta Pikiran

Berikut beberapa manfaat peta pikiran yang digunakan dalam sistem pembelajaran.

1. Materi Mudah Dipahami

Manfaat peta pikiran yang pertama yakni materi yang akan mudah dipahjami. Pengelompokan informasi yang diberikan dengan menggunakan kata kunci. Hal ini dianggap lebih efisien  dibanding harus memahami dalam bentuk susunan kalimat.

2. Mudah Mengingat

Kabanyakan orang akan merasa malas ketika diharuskan membaca 1 halaman teks meski telah ditulis serapi dan seindah mungkin. Berbeda hal jika mengingat atau melihat gambar maupun diagram yang disajikan dalam sebuah peta pikiran.

Hal tersebut akan membantu menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan oleh pangkalan ide. Otak kanan akan lebih fokus ke hal-hal kreativitas, imajinasi dan juga visual, seperti diagram, gambar atau simbol. Sementara otak kiri lebih dominan ketika sedang membaca teks.

3. Pembelajaran Lebih Menyenangkan

Manfaat peta pikiran yang terakhir adalah pembelajaran yang menyenangkan. Sama halnya ketika sedang membaca buku cerita bergambar, melihat peta pikiran dengan ragam gambar atau diagram yang ditampilkan akan membuat kita penasaran dan tertarik untuk melihatnya. Maka proses pembelajaran yang dilaksanakan akan terasa sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

Cara Membuat Peta Pikiran

Setelah mengetahui tujuan serta manfaat dibuatnya mind mapping atau peta pikiran, apakah kamu tidak tertarik membuat mind mapping karyamu sendiri? Kamu bisa mengubah kondisi catatanmu yang terlihat membosankan menjadi lebih menarik dengan penambahan-penambahan gambar yang membuat kamu tidak cepat merasa bosan.

Caranya gampang, yuk ikuti langkah-langkah membuat peta pikiran berikut ini:

1.    Langkah pertama, pastikan alat tulis yang kamu butuhkan telah tersedia, seperti pensil warna, kertas warna, dan yang lainnya.
2.    Untuk penulisan tema, kamu bisa memulainya dari bagian tengah kertas yang digunakan. Dan tulis tema utama dengan satu kata atau frasa. Misalnya ingin menuliskan “Rantai Makanan”
3.    Selanjutnya, turunan tema yang utama masih akan berkaitan dengan beberapa tema lainnya, seperti “Rantai Makanan” yang dapat diturunkan menjadi “Tingkat Tropik”.
4.    Melalui tema yang telah terstruktur, akan menghasilkan tema turunan, seperti Pendahuluan, Penjelasan, dan Penegasan Ulang. Untuk tema turunannya bisa kamu mulai dari Dedukatif, Indikatif, Perbandingan, dan Ilustrasi.
5.    Langkah berikutnya, biarkan tema berdiri sendiri serta memiliki garisnya sendiri. Hubungan antar tema akan ditunjukkan melalui garis yang mengaitkannya.
6.    Langkah yang terakhir, tambahkan gambar atau ilustrasi dengan warna-warna yang menarik. Hal ini dilakukan dalam pengelompokkan materi dan dapat menambah daya tarik catatanmu yang sempat terlihat membosankan.

Bagaimana dengan ide pembuatan peta pikiran ini, menarik bukan! Nah, kamu bisa langsung mempraktekkannya agar tidak merasa jenuh dengan kondisi catatan yang seperti sebelumnya.

Tag : #peta pikiran    #metode pembelajaran    #pendidikan    #pembelajaran    #mind mapping    #konsep belajar   

Baca Juga