Pep Guardiola seperti mendapat kutukan setelah menyingkirkan Yaya Toure dari skuad utama Manchester City (Foto: Getty Images)

Pep Guardiola Kembali Gagal di Liga Champions, Kutukuan dari Dukun Afrika?

Michael | Sepakbola | 05-05-2022

PARBOABOA – Manchester City gagal melaju ke partai final Liga Champions 2021/2022, setelah disingkirkan Real Madrid secara dramatis di babak semifinal. The Citizens kalah agregat 5-6 dari Los Blancos.

Hasil negatif yang didapatkan Manchester City ini juga menambah riwayat kegagalan pelatih Pep Guardiola dalam membawa tim asuhannya meraih gelar juara di pentas Liga Champions.

Seperti di tahun lalu, Manchester City yang sukses melaju ke partai final juga gagal menjadi juara karena kalah dari sesama tim Inggris, Chelsea.

Sebenarnya Pep Guardiola musim ini berhasil membawa Manchester City melaju ke semifinal Liga Champions 2021/2022 dan bertemu Real Madrid. Peluang City masuk ke final sepertinya cukup besar. Sebab di leg pertama mereka menang dengan skor 4-3.

Namun pada laga leg kedua di Santiago Bernabeu, Manchester City kalah 1-3 dari tuan rumah Real Madrid. Satu gol dari Riyad Mahrez mampu dibalikkan Madrid melalui dua gol Rodrygo Goes dan eksekusi penalti Karim Benzema.

Masih Belum Bisa Menjuarai Liga Champions

Kegagalan ini menambah panjang rekor kegagal Josep ‘Pep’ Guardiola di pentas Liga Champions. Ia memang sudah pernah menjadi juara di kompetisi tersebut sebanyak dua kali.

Dua-duanya ia raih saat bersama Barcelona. Yang pertama pada musim 2008/2009 dan kemudian pada musim 2010/2011.

Akan tetapi setelah itu ia gagal meraih gelar juara lagi di pentas Liga Champions. Baik itu bersama Bayern Munchen maupun Manchester City.

Prestasi terbaik Guardiola sampai saat ini hanya menjadi runner-up. Tepatnya pada musim 2020/2021. Saat itu di final Manchester City berjumpa Chelsea. Hasilnya, pasukan Guardiola kalah 0-1 berkat gol Kai Havertz.

Kutukan Pep Guardiola

Ada kemungkinan Josep Guardiola gagal meraih gelar di Liga Champions karena ia terlalu berlebihan saat memikirkan taktiknya. Namun mungkin ada juga faktor lain.

Faktor tersebut adalah kutukan dari para dukun Afrika, seperti yang diungkapkan agen Yaya Toure, Dimitriy Seluk. Hal ini bermula dari komentar Seluk pada tahun 2018 lalu.

Saat itu ia mengklaim Guardiola membuat marah semua warga Afrika. Pasalnya ia kerap mencadangkan Yaya Toure di tahun terakhirnya di Manchester City.

"Ia [Guardiola] membuat seluruh Afrika melawan dirinya sendiri, banyak penggemar Afrika berpaling dari Manchester City. Dan saya yakin banyak dukun Afrika di masa depan tidak akan membiarkan Guardiola memenangkan Liga Champions," kata Seluk seperti dilansir Sportbible.

"Ini akan menjadi kutukan bagi Guardiola dari Afrika. Hidup akan menunjukkan apakah saya benar atau tidak," klaimnya.

“Fakta bahwa Guardiola mengakhiri karier Yaya di Manchester City bukanlah sebuah kesalahan, tapi sebuah kejahatan. Tapi bumerang akan kembali, Pep. Anda masih akan melihat apa itu dukun Afrika. Ingat ini selalu," tegas Seluk.

Bagaimana Hubungan Pep Guardiola dengan Yaya Toure

Yaya Toure dan Josep Guardiola sepertinya memang memiliki hubungan yang kurang harmonis. Keduanya sempat bekerja sama di Barcelona.

Mereka juga sama-sama membantu Barcelona meraih gelar juara Liga Champions pada tahun 2009. Saat itu Blaugrana mengalahkan Manchester United.

Pada tahun 2010, Yaya Toure hengkang dari Barcelona dan bergabung ke Manchester City. Namun, ada kabar keduanya punya hubungan yang tak harmonis. Enam tahun kemudian, ia kembali bertemu Guardiola yang ditunjuk sebagai pelatih baru di Etihad Stadium.

Toure masih sering dipercaya bermain di skuat utama Manchester City di musim pertama Guardiola di Etihad Stadium. Akan tetapi pada musim berikutnya ia sering dicadangkan.

Pada akhirnya, Yaya Toure diizinkan meninggalkan Manchester City pada akhir musim. Hal ini yang akhirnya membuat marah Dimitriy Seluk dan mungkin juga, para dukun di Afrika.
 

Tag : #pep guardiola    #manchester city    #sepakbola    #liga champions    #real madrid    #yaya toure    #kutukan   

Baca Juga