Perdana Menteri Irak mendapat serangan drone bermuatan bahan peledak

Percobaan Pembunuhan Kepada Perdana Menteri Irak

rini | Internasional | 08-11-2021

PARBOABOA, Irak - Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Khadimi mendapat serangan dari pesawat tak berawak atau drone dengan bahan peledak pada Minggu (7/11) pagi di kediamannya di Baghdad.

Beruntung Khadimi berhasil selamat tanpa terluka. Namun dilaporkan sebanyak enam orang petugas keamanan terluka.

Serangan tersebut melibatkan tiga drone, namun dua berhasil dijatuhkan pasukan kemanan, sedangkan satu lainnya berhasil menghancurkan rumah sang Perdana Menteri. Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim sebagai dalang penyerangan tersebut.

Dalam sebuah video yang dirilis pemerintah, tampak Kahadimi bertemu dengan komandan keamanan tertinggi untuk membicarakan serangan drone tersebut.

“Drone pengkhianat ini tidak akan mematahkan semangat orang-orang yang setia. Ketabahan dan kegigihan pasukan keamanan kita yang heroik tidak akan goyah saat mereka bekerja untuk menjaga keamanan rakyat, mencapai keadilan, dan menegakkan hukum,” kata Kadhimi.

Serangan ini terjadi setelah serangkain protes terjadi di Ibu Kota Irak yang menentang hasil pemilihan umum pada Jumat (5/11) lalu. Para pendukung partai yang kalah melakukan aksi demo yang berujung bentrok dengan petugas kemanan.

Aksi protes yang mereka gelar pada Jumat berubah jadi kekerasan ketika para demonstran melempari polisi dengan batu dekat Zona Hijau sehingga melukai sejumlah petugas.

Pendukung kelompok milisi dukungan Iran, yang selama beberapa tahun terakhir mengembangkan kekuatan politik di parlemen dan pemerintahan Irak, memprotes hasil pemilu Oktober. Para pendukung tersebut menuduh adanya kecurangan dalam pemilihan dan penghitungan suara.

Tag : perdana menteri irak, mustafa al-khadimi, serangan drone, internasional

Berita Terkait