Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (dok Twitter/Mark Rutte)

PM Belanda Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Indonesia Atas Kekejaman Militer Mereka Pada Tahun 1945-1950

Rini | Internasional | 18-02-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Masa penjajahan Belanda di Indonesia telah lama berakhir, bahkan Indonesia telah menikmati kemerdekaan selama 76 tahun lamanya. Namun jika dilihat dalam catatan sejarah, penjajahan Tanah Air selama ratusan tahun oleh sejumlah negara menyisakan duka yang mendalam.

Seperti diketahui Belanda adalah negara yang menjajah Indonesia paling lama. Ada banyak sekali aksi-aksi keji para militer Belanda kepada masyarakat saat mereka berkuasa, atau saat mereka kembali berusaha merebut kekuasaan atas Indonesia yang telah merdeka.

Belakangan ini ada sebuah tinjauan sejarah berjudul 'Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950' yang dilakukan peneliti Indonesia dan Belanda sejak tahun 2017 lalu. Dalam penelitian tersebut terkuak fakta jika tentara Belanda membakar desa-desa, melakukan penahanan massal, penyiksaan, dan mengeksekusi masyarakat Indonesia pada 1945-1949, dengan dukungan diam-diam dari pemerintah.

Adapun kekejaman para militer Belanda ini terjadi ketika masyarakat menolak kehadiran mereka kembali di Indonesia, dengan melakukan berbagai aksi perlawanan seperti perang gerilya.  

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengungkapkan jika hasil penelitian itu seperti sejarah menyakitkan yang tiba-tiba datang lagi. Namun, pemerintah Belanda harus menghadapi fakta-fakta memalukan itu, dan dengan tulus meminta maaf kepada Indonesia atas tindakan-tindakan tidak etis tersebut.

"Hari ini, atas nama pemerintah Belanda, saya menyampaikan permintaan maaf terdalam saya kepada rakyat Indonesia atas kekerasan sistematis dan ekstrem dari pihak Belanda pada tahun-tahun itu," kata Mark Rutte, dikutip dari AFP, Kamis (17/2).

PM Belanda itu juga mengungkapnya penyesalannya atas tindakan para pemerintah Belanda yang justru menutup mata atas kekerasan yang terjadi di Indonesia tersebut. Dia juga mengungkapkan maafnya kepada semua orang yang tinggal di Belanda yang harus hidup dengan konsekuensi perang kolonial di Indonesia, termasuk para veteran perang yang berperilaku baik.

"Saya minta maaf untuk mereka yang harus hidup dengan konsekuensi dari perang kolonial di Indonesia hingga hari ini, termasuk para veteran yang pada masa itu bertindak sebagai militer yang baik,” kata Rutte.

Terlepas dari kekerasan dan kekejaman yang terjadi di masa lalu tersebut, hubungan Indonesia dan Belanda di masa sekarang sebenarnya terbilang cukup baik di sejumlah bidang seperti ekonomi dan militer.

Tag : #perdana menteri belanda    #perminaan maaf    #sejarah    #internasional   

Baca Juga