Menang Pilpres Turki, Presiden Erdogan Disebut Dapat Bantuan dari Elon Musk

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berhasil memenangkan pemilihan umum yang digelar pada Minggu (28/5/2023) lalu. Ia akan kembali memimpin negara transkontinental itu untuk ketiga kalinya dalam dekade ini. (Foto: Instagram @rterdogan)

PARBOABOA, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berhasil memenangkan pemilihan umum yang digelar pada Minggu (28/5/2023) lalu. Ia akan kembali memimpin negara transkontinental itu untuk ketiga kalinya dalam dekade ini.

Berdasarkan laporan Reuters, Dewan Pemilu Tertinggi Turki (YSK) telah merilis hasil sementara dengan 99,43 persen suara yang telah dihitung.

Dari jumlah itu, Erdogan berhasil meraih 52,14 persen suara. Sementara pesaingnya, Kemal Kilicdaroglu memperoleh 47,86 persen suara.

Dengan begitu, Erdogan berhasil menjadi pemimpin terlama sejak mendiang Mustafa Kemal Ataturk mendirikan Turki modern dari reruntuhan Kekaisaran Ottoman pada abad lalu.

Kendati demikian, terdapat dugaan bahwa kemenangan Erdogan ini telah dibantu oleh miliarder Elon Musk.

Dilansir dari Insider, Senin (29/5/2023), Erdogan sempat menerima berbagai kritik melalui tweet beberapa hari sebelum kembali menjadi Presiden Turki. Namun, platform milik Musk, Twitter, memblokir tweet-tweet tersebut.

Tugrulcan Elmas, seorang periset yang fokus pada manipulasi media sosial di Indiana University Bloomington, menjelaskan bahwa pemblokiran tersebut menyulitkan tim oposisi dalam mencapai audiens mereka di Twitter.

Selain itu, kata Elmas, sejumlah akun Twitter milik orang orang yang berafiiasi politik dengan tim oposisi juga mengalami pembatasan aktivitas sebelum pemilihan umum berlangsung.

Menariknya, dalam beberapa waktu terakhir, Elon Musk dan Erdogan dilaporkan semakin sering berinteraksi. Hal ini diduga berkaitan dengan fitur berbayar Twitter Blue yang memerlukan langganan untuk mendapatkan verifikasi centang biru.

Reuters melaporkan, Erdogan telah menyatakan niatnya untuk bernegosiasi dengan Musk agar tidak perlu membayar langganan sebesar US$8 per bulan untuk mendapatkan centang biru tersebut.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS