Presiden Jokowi (dok tangkapan layar akun YouTube Sekretariat Presiden)

Kasus Harian Covid-19 Kembali Melonjak, Presiden Minta PPKM Segera di Evaluasi

Rini | Kesehatan | 04-02-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia kemungkinan akan terjadi segera, mengingat pasien yang terpapar virus ini semakin meningkat saja beberapa waktu belakangan. Terlebih lagi dengan munculnya varian Omicron yang saat ini telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Seperti diketahui, Omicron mempunyai kemampuan menular yang sangat cepat. Kebanyakan pasien yang terpapar menunjukkan gejala yang ringan, bahkan seperti flu biasa. Namun meski Meski disebut bergejala ringan, bukan berarti masyarakat bisa abai, terlebih bagi pasien yang belum vaksinasi, lansia, dan pasien dengan penyakit penyerta karena varian ini dapat menyebabkan gejala yang berat dan dapat menyebabkan kematian.

Jika dilihat dari data terbaru dari Kementrian Kesehatan per tanggal 3 Februari, sudah ada 3.161 pasien Omicron di Indonesia, dimana 1.661 kasus ditemukan pada Pelaku Perjalanan Luar Negeri, 1.247 kasus transmisi lokal, dan ada 253 kasus yang masih dalam tahap penyelidikan epidemiologi.

Tak hanya soal penambahan kasus Omicron, kasus positif Covid-19 di Indonesia dari seluruh varian juga mengalami lonjakan. Masih menurut data Kemenkes per tanggal 3 Februari, ada penambahan 27.197 kasus Covid-19 di Indonesia.

Evaluasi PPKM

Melihat pertambahan kasus harian yang semakin meningkat ini, Presiden Jokowi telah meminta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk segera melakukan evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku.

"Saya telah memerintahkan Menko Marinves selaku Koordinator PPKM Jawa dan Bali, serta Menko Perekonomian selaku Koordinator PPKM luar Jawa-Bali untuk segera mengevaluasi level PPKM," kata Jokowi dalam keterangannya melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Kamis (3/2).

Namun Jokowi mengatakan, meski kembali terjadi lonjakan kasus masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah telah menyiapkan rumah sakit, obat-obatan, oksigen, tempat isolasi hingga tenaga kesehatan dengan baik.

Terlebih lagi jika melihat data di negara-negara yang telah menghadapi lonjakan kasus Omicron, dimana jumlah pasien yang masuk rumah sakit akibat varian ini cukup rendah. Bahkan pasien yang terkonfirmasi Omicron, namun tidak mengalami gejala berat dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan warga agar tidak abai protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi, dan mengurangi mobilitas.

Seperti diketahui PPKM di Indonesia dibagi menjadi empat level dari level 1,2, 3, dan 4. Saat ini sudah tidak ada daerah di Indonesia yang berstatus level 4, namun ada sejumlah daerah yang berstatus PPKM level 3.

Patuh akan protokol kesehatan, vaksinasi, dan membatasi mobilitas, menahan diri agar tidak keluar negeri, harus selalu diterapkan agar pandemi segera berakhir di Indonesia dan seluruh dunia.

Tag : #covid19    #varian omicron    #jumlah kasus omicron    #kemenkes    #kesehatan   

Baca Juga