Timnas Indonesia berselebrasi usai cetak gol (Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra)

Rekam Jejak Timnas Indonesia di Piala Asia: Tidak Pernah Lolos Dari Fase Grup

Michael | Sepakbola | 16-06-2022

PARBOABOA – Timnas Indonesia akhirnya kembali lolos ke Piala Asia. Setelah terakhir kali bermain di putaran final tahun 2007, tim asuhan Shin Tae Yong berhasil melaju ke Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia masuk ke putaran final edisi 2023 lewat jalur lima runner-up terbaik pada Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Skuad Merah Putih menempati peringkat kedua Grup A, dengan raihan enam poin.

Buat Timnas Indonesia, penampilan di Piala Asia tahun depan merupakan kelolosan yang kelima. Sebelumnya, Skuad Garuda sudah empat kali lolos.

Akan tetapi, dari empat kali lolos ke putaran final tersebut Timnas Indonesia harus terhenti di babak fase grup.

Piala Asia merupakan kejuaraan paling bergengsi yang digelar AFC untuk tingkat konfederasi. Setingkat dengan EURO, Copa America, dan sebagainya.

Berikut ini adalah rekam jejak Timnas Indonesia di empat partisipasi Piala Asia sebelumnya, mulai 1996, 2000, 2004, hingga 2007.

Piala Asia 1996

Ini merupakan kali pertama Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia. Jadi, prestasi ketika itu adalah sejarah yang tak akan terlupakan.

Pada 1996, kejuaraan ini berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA) pada 4-21 Desember 1996. Timnas Indonesia yang masuk Grup A bersaing dengan tuan rumah, Kuwait, dan Korea Selatan.

Hasilnya, Skuad Garuda jadi juru kunci dengan meraih satu poin. Angka itu didapat dari hasil imbang 2-2 melawan Kuwait.

Saat bersua UEA, Timnas Indonesia yang ketika itu ditangani oleh Danurwindo harus menyerah 0-2. Ketika berhadapan dengan Korea Selatan, Skuad Garuda takluk 2-4.

Piala Asia 2000

Timnas Indonesia kembali lolos ke putaran final. Kali ini, Skuad Merah Putih lolos dalam penyelenggaraan Piala Asia 2000 di Lebanon, pada 12-29 Oktober 2000.

Sesuai undian, Timnas Indonesia masuk Grup B bersama Cina, Kuwait, dan Korea Selatan. Seluruh pertandingan diselenggarakan di Tripoli.

Pasukan Garuda lagi-lagi menempati posisi juru kunci, seperti halnya pada 1996. Dari tiga pertandingan, Timnas Indonesia yang ketika itu dilatih Nandar Iskandar hanya mampu meraih satu poin, hasil seri 0-0 melawan Kuwait.

Sementara itu, saat bertemu Cina, Timnas Indonesia dibantai 0-4. Ketika menghadapi Korea Selatan, Skuad Garuda kalah telak 0-3.

Piala Asia 2004

Untuk ketiga kalinya, Timnas Indonesia lolos ke putaran final. Kali ini, Timnas lolos ke Piala Asia 2004 yang diselenggarakan di Cina, 17 Juli hingga 7 Agustus 2004.

Timnas Indonesia masuk Grup A bersama tuan rumah, Bahrain, dan Qatar. Menghadapi lawan-lawannya itu, Skuad Garuda bisa memperbaiki prestasi dari dua edisi sebelumnya.

Prestasi itu adalah untuk kali pertama memetik kemenangan di Piala Asia, yakni ketika mengalahkan Qatar 2-1. Namun, Timnas Indonesia hanya menempati peringkat ketiga Grup A dan gagal lolos ke babak gugur.

Dua pertandingan Skuad Garuda lainnya di fase grup berakhir dengan kekalahan telak. Timnas Indonesia dibantai Cina 0-5 dan takluk 1-3 dari Bahrain.

Piala Asia 2007

Lolosnya Skuad Merah Putih di Piala Asia 2007 karena bertindak sebagai tuan rumah. AFC menetapkan empat negara menjadi tuan rumah bersama, yaitu Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Timnas Indonesia masuk sebagai tim unggulan di pot undian Grup D. Hasilnya, Skuad Garuda harus menghadapi Arab Saudi, Korea Selatan, dan Bahrain.

Sama dengan edisi sebelumnya, Timnas Indonesia memetik satu kemenangan dan dua kekalahan. Skuad Garuda pun gagal melaju ke fase knock-out.

Kemenangan didapat Timnas Indonesia saat bersua Bahrain (2-1). Sementara itu, dua hasil minor harus ditelan ketika berhadapan dengan Arab Saudi (1-2) dan Korea Selatan (0-1).

Itulah rekam jejak Timnas Indonesia di putaran final Piala Asia 1996, 2000, 2004, hingga 2007. Semoga Skuad Garuda mampu melangkah lebih jauh dan menebus babak play-off di tahun 2023 mendatang.
 

Tag : #piala asia 2023    #timnas indonesia    #sepakbola    #kualifikasi piala asia 2023   

Baca Juga