Ilustrasi

Roket SpaceX Bakal Tabrak Bulan, Ini Akibatnya

Wanovy | Teknologi | 07-02-2022

PARBOABOA - Roket yang diluncurkan oleh Elon Musk akan menabrak Bulan dan meledak di sana pada 4 Maret 2022 mendatang.

Roket Falcon 9 milik SpaceX ini diluncurkan pada Februari 2015 sebagai bagian dari misi untuk mengirim satelit pengamatan iklim sejauh 1,5 juta kilometer dari Bumi.

Tetapi karena kehabisan bahan bakar, roket seberat 4,4 ton telah meluncur tak terkendali dan mengelilingi ruang dalam orbit yang tidak bisa ditebak.

Kendati begitu, astronom belum bisa memperkirakan dampak tabrakan dengan kecepatan 9.288 kilometer perjam itu terhadap bulan.

Diberitakan BBC Indonesia, Kamis (27/1/2022), astronom Jonathan McDowell mengatakan, bahwa tabrakan antara roket SpaceX tersebut dengan Bulan akan menjadi tabrakan roket tak terkendali dengan satelit alami Bumi yang pertama kali diketahui.

Namun demikian, kata dia, efek dari tabrakan roket SpaceX dan Bulan akan relatif kecil. Bertahun-tahun, roket Falcon 9 terlunta-lunta di orbit Bumi.

Selama 7 tahun, roket SpaceX tak bisa kembali ke Bumi setelah merampungkan misinya mengirimkan satelit cuaca ruang angkasa dengan jarak tempuh jutaan kilometer. Misi peluncuran satelit itu adalah bagian dari program eksplorasi ruang angkasa SpaceX milik Elon Musk.

Roket itu pertama kali diluncurkan dari Florida pada Februari 2015 untuk membawa satelit cuaca luar angkasa.

Satelit yang dibawa roket itu adalah Deep Space Climate Observatory (DSCOVR), proyek bersama National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan NASA. DSCOVR memantau cuaca di luar angkasa dari titik Lagrange 1, sekitar 1,5 juta km dari Bumi ke arah matahari.

Bagian roket yang akan menabrak Bulan adalah second stage, yang memisahkan dari booster untuk membawa muatan ke posisinya. Saat ini posisi roket tersebut sudah terlalu jauh dan tidak memiliki bahan bakar cukup untuk kembali ke Bumi, tapi juga tidak memiliki energi untuk keluar dari gravitasi Bumi dan Bulan.

"Jadi roket itu telah mengikuti orbit yang agak kacau sejak Februari 2015," kata ahli meteorologi Eric Berger, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (28/1/2022).

Para ahli mengatakan, sampah antariksa seukuran bus sekolah itu dapat menyebabkan gelombang kejut besar. Ada kekhawatiran tabrakan bakal merusak pola kawah "wajah" Bulan seperti yang selama ini terlihat dari Bumi sepanjang miliaran tahun.

Penduduk Romawi kuno percaya bahwa penampakan wajah di Bulan adalah muka seorang pria yang dibuang karena mencuri seekor domba. Penganut Kristen abad pertengahan mengklaim Kain diasingkan di sana karena membunuh saudaranya, Habel.

Penganut Yahudi percaya itu adalah gambar Yakub. Astronom senior di SETI Institute, Franck Marchis, mengatakan, orang-orang nantinya akan melihat dampak tabrakan seperti "ledakan tiba-tiba" di langit.

"Akan sangat menyedihkan jika dampak ini mengubah 'wajah' terkenal yang telah menatap planet ini selamanya," kata Marchis.

Profesor geosains planet dari Open University, David Rothery, lebih mencemaskan kondisi Falcon 9 yang tidak steril. Ia menyebut, mencemari Bulan dengan mikroba hidup adalah hal yang harus dikhawatirkan.

"Tidak tepat menempatkan ekosistem lain dalam bahaya dengan memasukkan organisme dari bumi," ujar Rothery, dikutip dari laman The Sun, Sabtu (5/2/2022).

Gray mengimbau komunitas astronom amatir untuk bergabung dengannya dalam mengamati booster, dan kesimpulannya dikonfirmasi. Waktu yang tepat dan tempat tumbukan mungkin sedikit berubah dari perkiraannya, tetapi ada kesepakatan luas bahwa akan ada tabrakan di Bulan pada hari itu.

Dampak bongkahan roket SpaceX seberat empat ton di Bulan tidak akan terlihat dari Bumi secara real time.

Tapi, peristiwa itu akan meninggalkan kawah yang dapat diamati oleh para ilmuwan dengan pesawat ruang angkasa dan satelit seperti Lunar Reconnaissance Orbiter NASA atau Chandra yaan-2 India.

Tag : #spacex    #elon musk    #nasa    #falcon9   

Baca Juga