Warisan Budaya yang Tak Ternilai, Ini 10 Macam Senjata Tradisional Riau

Senjata Tradisional Riau (Foto: Tangkapan layar YouTube Riau Magz)

PARBOABOA – Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, dan setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri dalam berbagai hal, termasuk dalam seni, tarian, musik, dan senjata tradisional.

Salah satu provinsi yang memiliki senjata tradisional yang kaya akan sejarah dan nilai budaya adalah Riau.

Senjata-senjata ini bukan hanya sebagai alat tempur, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya yang harus dilestarikan.

Melalui upaya pelestariannya, keberadaan warisan berharga ini tidak hanya tetap hidup, tetapi juga memberikan penghargaan kepada leluhur yang telah melestarikannya selama berabad-abad.

Berikut ini 10 macam senjata tradisional Riau yang  tak ternilai dan kaya akan nilai sejarah.

1. Keris Riau

Keris Riau (Foto: Wikipedia)

Keris, tidak hanya menjadi ciri khas Pulau Jawa, juga memiliki jejaknya di Riau. Keunikan tersendiri terpancar dari keris-keris Riau, terlihat dari jumlah luk atau lengkukan cenderung yang lebih minimalis dibandingkan dengan ukiran yang menghiasi gagangnya, serta keberlimpahan motif flora dan tumbuhan yang menghiasi sarungnya.

Dalam budaya Riau, Keris bukan hanya sekadar senjata tradisional Riau saja, tetapi juga sebuah karya seni yang memancarkan keindahan dan makna mendalam. 

2. Klewang

Klewang, atau dikenal juga sebagai kelewang, merupakan senjata tradisional Riau yang bentuk dan penampilannya menyerupai golok.

Bagian ujung bilah klewang memiliki lebar yang mencolok. Pada masa lampau, para prajurit kerajaan menggunakan klewang sebagai senjata tempur di medan pertempuran. 

Meskipun zaman telah berubah, klewang masih terus berperan dalam kehidupan masyarakat Riau hingga saat ini. Namun, peranannya telah berubah dari alat pertempuran menjadi alat bantu dalam aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani yang bekerja di ladang dan sawah.

3. Pedang Jenawi

Pedang Jenawi (Foto: Pinterest/@Peter Wagner)

Senjata tradisional pedang jenawi memiliki sejarah yang erat dengan perang dan pertempuran, termasuk saat bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda. Bukan hanya itu saja, senjata ini juga digunakan oleh pejuang Melayu di Provinsi Riau pada era 1940-an. 

Untuk penggunaan pedang Jenawi tidaklah sembarangan, hanya orang-orang yang cerdas, berwibawa, dan dihormati di wilayah tersebut yang dianggap mampu menguasainya.

Hal ini disebabkan oleh proses pembuatannya yang dilakukan dengan teliti dan penuh perhitungan. Pedang ini memiliki panjang sekitar satu meter dan terbuat dari bahan baku berkualitas tinggi seperti besi, baja, dan tembaga. 

Selain itu, keunikan Pedang Jenawi terletak pada kemampuannya untuk menyerang musuh dari berbagai arah, baik dari depan, belakang, maupun samping. Meskipun saat ini pedang tersebut lebih sering digunakan sebagai aksesoris pelengkap pakaian adat di Provinsi Riau.

4. Beladau

Beladau merupakan salah satu senjata tradisional Riau yang memiliki dimensi kecil, hampir serupa dengan belati dalam bentuknya.

Yang membedakan adalah lengkungan pada bagian ujung senjata ini. Di mana tampilan dari senjata Beladau sedikit mengingatkan pada badik tumbuk lada. Umumnya, senjata ini digunakan untuk serangan jarak dekat, memanfaatkan dimensi kecilnya.

Karena ukurannya yang kompak, Beladau termasuk dalam kategori senjata praktis yang mudah dibawa ke mana-mana.

Bahan pembuatannya biasanya dari campuran besi berkualitas. Beladau terbagi menjadi dua jenis, yaitu yang memiliki satu sisi tajam dan yang lainya disebut beladau memiliki sisi tajam di bagian dalam. Kedua varian ini memubgkinkan senjata ini menjadi pilihan yang efektif saat ingin menghadapi lawan.

5. Tumbuk Lada

Pedang Jenawi (Foto: Pinterest/@Antique Collectionr)

Senjata tradisional riau tumbuk lada adalah sejenis senjata badik yang umumnya difungsikan untuk melakukan tusukan pada musuh dalam jarak yang terdekat.

Ukuran senjata ini mencapai panjang 29 cm dengan lebar hingga 4 cm. Di zaman lampau, senjata badik tumbuk lada banyak digunakan sebagai alat pertempuran dan bahkan ada laporan yang menyebutkan bahwa senjata ini dijadikan sarana penyebab racun pada masa itu.

Sarung yang melindungi senjata ini juga memiliki ukiran yang amat kompleks, menambahkan sentuhan estetika yang memikat.

Tidak hanya berfungsi sebagai alat tempur, di masa lalu senjata ini juga menjadi elemen aksesoris penting dalam pakaian adat di Provinsi Riau. Menurut cerita dari Selasar, saat ini tumbuk lada menjadi bagian dari aksesori pengantin dalam upacara pernikahan adat Melayu. 

Keunikan ini tak hanya berlaku di Provinsi Riau, melainkan juga di Provinsi Jambi. Kedua provinsi ini saling berbagi budaya dan memiliki senjata tradisional yang serupa, hal ini dipengaruhi oleh kedekatan geografis mereka.

6. Lela Rentaka

Lela rentaka termasuk sebuah senjata tradisional Riau yang memiliki ciri khas bentuk meriam yang ringan, dengan ukuran yang lebih kecil.

Dalam bahasa Inggris, meriam ini disebut "lantakas," yang merupakan penggabungan dari kata "Lela" dan "rentaka." Lantakas menjadi simbol senjata yang khas bagi masyarakat Melayu Riau, di mana mereka menciptakannya dengan tangan mereka sendiri.

Selain itu memiliki bentuknya yang khas dengan meriam ringan dan bentuk uang kecil mencerminkan keunikan senjata tradisional ini dalam budaya masyarakat Riau.

Senjata ini juga memiliki makna dan nilai-nilai budaya yang mendalam yang terkait dengan sejarah dan kehidupan tradisional di wilayah tersebut.

7. Blunderbuss

Blunderbuss (Foto: Pinterest/@The Metropolitan Museum of Art)

Salah satu senjata tradisional Riau adalah Blunderbuss. Senjata ini menampilkan kesamaan dengan bedil, memiliki laras berkaliber pendek yang besar, serta dilengkapi dengan muncung peledak di ujungnya.  Ciri khas dari senjata ini adalah ujungnya yang berbentuk kembang atau funnel-shaped muzzle. Biasanya, untuk mengoperasikan senjata ini, diperlukan peluru timah hitam sebagai amunisinya.

8. Terakol

Terakul, juga dikenal sebagai Tarkul, adalah senjata yang menjadi favorit di kalangan pedagang, pelaut, dan kelompok lanun Melayu. Di masa lalu, senjata ini menggunakan teknologi kancing roda atau wheel lock untuk memicu otomatis proses pembakaran serbuk bedil, sehingga tidak memerlukan penggunaan sumbu. Bentuk Terakul menyerupai ausol dan ormas, namun memiliki perbedaan terletak pada ukurannya.

9. Pemuras

Pemuras (Foto: Pinterest/budaya-indonesia)

Senjata tradisional Riau ini memanfaatkan peluru sebagai amunisinya. Pemuras adalah jenis senapan berkaliber besar yang memiliki laras singkat. Dikatakan bahwa senjata ini diperkenalkan oleh bangsa Eropa, yang mana bunyinya yang kuat dan menggelegar menjadikannya sangat mencolok.

Pemuras telah dikenal luas di kalangan masyarakat Melayu di Riau. Fakta ini bahkan diakui oleh tentara Inggris, yang mengamati bahwa masyarakat Melayu memiliki keterampilan yang sangat baik dalam mengoperasikan Pemuras.

10. Lela Meriam

Lela Meriam, merupakan salah satu senjata tradisional Riau yang memiliki akar budaya dalam konteks Riau. Senjata ini mencerminkan karakteristik unik dan warisan luhur dari wilayah tersebut.

Dengan bentuk yang khas dan filosofi yang terkandung di dalamnya, Lela Meriam tidak hanya sekadar alat pertahanan atau serangan, tetapi juga menjadi bagian integral dari identitas budaya dan sejarah masyarakat Riau.

Demikianlah pembahasan tentang senjata tradisional Riau yang paling bersejarah. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Editor: Sari
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS