Seorang pria di Kota Mykolaiv, Ukraina, pada Jumat, (25/3/2022), berjalan melewati serangkaian rumah yang hancur oleh serangan bom Rusia. AP

Serangan Udara Rusia Tewaskan 300 Orang yang Berlindung Dalam Teater

Dion | Internasional | 26-03-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Jumlah korban tewas akibat serangan udara Rusia yang menyasar sebuah teater di Kota Mariupol pekan lalu akhirnya diumumkan oleh pemerintah Ukraina pada Jumat waktu setempat atau Sabtu (26/3/2022) WIB.

Dilansir kantor berita Associated Press, otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 300 warga sipil yang berlindung di teater itu meninggal dunia.

Insiden tersebut menjadi serangan paling mematikan yang dilancarkan Rusia terhadap warga sipil di Ukraina.

Banyaknya korban tewas memicu tuduhan yang menyebut Moskow telah melakukan kejahatan perang dengan membunuhi warga sipil, baik sengaja maupun tak disengaja.

Sementara itu, Rusia mengumumkan bahwa mereka saat ini akan memusatkan pasukannya untuk menyerang Ukraina bagian timur.

Otoritas Amerika Serikat kepada Associated Press mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menghentikan serangannya di darat, yang awalnya bertujuan untuk menguasai ibu kota Kyiv.

Mereka kini lebih memusatkan kekuatan guna mengambil alih wilayah Donbas yang terletak di sebelah tenggara.

Namun demikian, menurut laporan Kementerian Pertahanan Inggris, Tentara Merah masih terus menggempur sejumlah kota utama seperti Kharkiv dan Chernihiv di sebelah utara.

"Besar kemungkinan Rusia akan terus menggunakan persenjataan beratnya untuk menggempur wilayah-wilayah urban yang banyak menyumbangkan kekalahan kepada mereka, meski hal itu berakibat pada bertambahnya jumlah korban sipil yang tewas," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga kembali mengajukan usulan negosiasi kepada Rusia agar perang dihentikan.

Akan tetapi, ia tidak mau menyerahkan wilayah manapun di negaranya demi terciptanya perdamaian.

"Integritas wilayah Ukraina harus terjamin. Itulah persyaratan yang adil. Karena rakyat Ukraina tidak akan menerima hal sebaliknya," tegas Zelenskyy dalam siaran televisi.

Saat ini, kota yang mengalami serangan terburuk adalah Mariupol. Kota pelabuhan strategis di Ukraina ini terus-menerus digempur sejak awal perang berkecamuk.

Selama berhari-hari pemerintah Mariupol tidak dapat memberikan angka pasti dari korban tewas dan terluka dari serangan yang menghantam teater nahas itu akibat gempuran tanpa henti di seantero kota.

Tag : #rusia    #ukraina    #internasional    #Mariupol    #Kyiv    #Volodymyr Zelenskyy   

Baca Juga