Seorang personel Angkatan Udara AS menyiapkan amunisi dan persenjataan yang akan dikirim kepada Ukraina. AP

Kekhawatiran Putin Menjadi Kenyataan, Suplai Persenjataan Mengalir ke Ukraina

Dion | Internasional | 26-04-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Semakin lama Ukraina mampu bertahan dan memukul balik tentara Rusia, maka akan semakin banyak pula pasokan persenjataan yang mengalir dari Barat. Hal itulah yang ingin dihindari Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum melancarkan invasi ke negara tetangganya tersebut. 

Daftar persenjataan yang mengalir ke Ukraina semakin panjang dan besar. Termasuk di antaranya drone tempur serta artileri modern dari Amerika Serikat dan Kanada. 

Belum lagi senjata anti-tank dari Norwegia, kendaraan lapis baja serta rudal antikapal laut dari Inggris, dan roket Stinger dari AS, Dennark, juga beberapa negara lainnya. 

Jika Ukraina mampu menahan laju tentara Rusia, maka jumlah persenjataannya dapat mengubah arus peperangan dan menimbulkan efek transformatif. Tidak seperti kebanyakan negara-negara bekas pecahan Uni Soviet yang persenjataannya kebanyakan bekas peninggalan era Soviet. 

Akan tetapi, menjaga bantuan militer tidaklah mudah. Hal itu sangatlah mahal, dan bagi beberapa negara pemasok, cukup berisiko secara politis. 

Selain itu, persenjataan yang dikirim ke Ukraina juga merupakan persenjataan cadangan atau bekas pakai yang butuh direkondisi. 

Itulah sebabnya mengapa Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengadakan pertemuan dengan petinggi militer dari 40 negara di pangkalan udara Ramstein, Jerman, pada Selasa (26/4/2022), guna memikirkan cara-cara agar bantuan bagi Ukraina itu tetap mengucur. 

Tujuannya, menurut Austin, selain menunjang pertahanan Ukraina, tetapi juga membantu mereka menang melawan kekuatan Rusia yang lebih besar. 

"Kami percaya mereka (Ukraina) bisa menang jika memiliki peralatan dan dukungan yang tepat," kata Austin di Polandia pada Senin, usai melakukan kunjungan ke Kyiv. 

Ia juga menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk "melihat Rusia melemah hingga ke titik di mana mereka tak mampu lagi melakukan apa yang telah mereka lakukan saat menginvasi Ukraina".

Meski sempat mengalami kegagalan di awal perang, pasukan Rusia masih memegang sejumlah keunggulan yang dapat digunakan di Donbas, wilayah timur yang menjadi pusat perindustrian Ukraina. 

Moskow saat ini sudah menyusun prajurit dan kekuatan persenjataan perang di saat AS dan negara-negara NATO masih berusaha mengumpulkan dan mengirimkan artileri serta persenjataan berat di Donbas tepat waktu. 

Akhir dari perang ini masih belum jelas meski sudah berjalan selama dua bulan. Pentagon menyediakan 90 meriam howitzer modern, lengkap dengan 183.000 butir amunisinya. 

Itu belum termasuk pelatihan dan persenjataan canggih lainnya, yang dapat memberikan Ukraina keunggulan penting guna memenangj perang. 

Putin tuduh Barat lakukan teror

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara-negara Barat telah melakukan teror dan berupaya menghancurkan negaranya. 

Ia menuntut jaksa-jaksa Rusia agar menindak tegas apa yang disebutnya sebagai plot yang disusun oleh mata-mata asing untuk memecah belah Rusia dan mendiskreditkan militer negaranya.

Putin menuduh Barat telah menghasut Ukraina untuk merencanakan serangan terhadap jurnalis-jurnalis Rusia, meski tuduhan itu telah dibantah oleh otoritas Ukraina.

Diklaim oleh Putin bahwa Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), yang merupakan penerus KGB era Soviet, telah mencegah percobaan pembunuhan oleh 'kelompok teroris' terhadap seorang jurnalis televisi Rusia bernama Vladimir Solovyev pada Senin kemarin. 

"Mereka telah bergerak ke teror -- untuk mempersiapkan pembunuhan jurnalis-jurnalis kita," sebut Putin merujuk pada negara-negara Barat.

Namun, Putin yang mantan agen KGB ini tidak memberikan bukti nyata untuk mendukung klaimnya tersebut.

Kepala FSB Alexander Bortnikov secara terpisah menyebut sebuah kelompok beranggotakan enam warga Rusia beraliran neo-nasionalis telah berencana membunuh Solovyev atas perintah Dinas Keamanan Negara Ukraina (SBU). Solovyev disebut sebagai salah satu jurnalis televisi dan radio terkemuka di Rusia.

Tag : #rusia    #ukraina    #internasional    #vladimir putin    #persenjataan    #nato   

Baca Juga