Riyana dan Nursalim, pasangan suami istri yang membuat informasi paslu tentang kehamilannya saat mendapatkan tindak kekerasan dari aparat Pol PP.

Tidak Benar Hamil, Riyana Yang Viral Saat Dipukul Oknum Pol PP Kini Dilaporkan Ke polisi

maraden | Daerah | 24-07-2021

 PARBOABOA, Gowa  Amriana alias Riyana dan Ivan alias Nur Salim, pasangan suami istri yang kemarin viral kini dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran informasi palsu dan pembohongan publik atau hoaks.

Riyana dan Nur Salim menjadi korban tindak kekerasan dan pemukulan yang dilakukan oleh seorang oknum Satpol PP kabupaten Gowa pada saat penertiban terkait PPKM mikro pada 14 juli lalu.

Mereka sempat viral setelah beredar video pemukulan tersebut. Dalam vidio itu Riyana dipukul oleh seorang satpol PP pria dan juga menampar suaminya, Nur Salim. Saat itu Riyana mengaku hamil tua, dimana dari keadaan tubuhnya yang perutnya telihat besar.

Oknum Pol PP pelaku pemukulan tersebut akhirnya dikenakan sanksi dan diberhentikan dari kesatuan Pol PP Gowa.

Tetapi belakangan Nursalim mengkui bahwa istrinya tidak sedang hamil, pengakuannya yang mengatakan istrinya hamil dimaksudkan menarik simpati masyarakat dan agar Satpol PP yang melakukan penganiayaan terhadap mereka mendapat sanksi tegas.

Menggapi itu sebuah organisasi di Gowa Brigade Muslim Indonesia, melaporkan Nur Halim dan Riyana ke Polisi. Mereka mengganggap kehamilan yang digembar-gemborkan dalam sebelumnya oleh Riyana adalah palsu.

"Kami merasa kecewa sebab korban ternyata tidak hamil padahal telah tersebar luas bahwa ia mengakui kehamilannya sudah 9 bulan dan setelah tes USG ternyata negatif," kata Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Zulkifli, pada Kamis(22/07/2021).

Zulkifli menyatakan pihaknya melaporkan dugaan penyampaian info paslu tersebut adalah murni demi keadilan hukum. Dirinya juga mengaku tidak kenal dengan Riyana dan Suaminya, juga tidak kenal dengan Oknum Pol PP yang kemarin melakukan pemukulan itu.

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan melalui sambungan telepon membenarkan adanya laporan salah satu ormas itu. Polisi telah menerima laporan tersebut dan sementara dalam penyelidikan.

"Kemarin pelapor datang dengan membawa bukti berupa rekaman live serta rekaman video yang berisi korban mengaku hamil dan saat ini masih dalam proses penyelidikan" kata Mangatas, Jumat(23/7/2021). 

 

Tag : #viral    #daerah    #kriminal    #hukum   

Baca Juga