Rumah warga yang rusak dihantam angin puting beliung.

Tiga Unit Rumah Dihantam Puting Beliung di Samosir

maraden | Daerah | 20-07-2021

PARBOABOA, Samosir – Bencana angin puting beliung di Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir menyebakan sebanyak 3 unit rumah milik warga rusak. Senin (19/7/2021).

Angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 13:00 siang itu menimbulkan kerusakan parah pada rumah milik Roita Sinaga (65) yang rata dengan tanah. Sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan sedang di bagian atapnya.

Menurut keterangan, Darwin Pandiangan, warga Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi yang datang melihat kejadian, kondisi rumah milik Roita Sinaga yang baru saja selesai dibangun itu cukup parah.

“Rata dengan tanah lah. Padahal baru selesai dibangun dan baru seminggu yang lalu dihuni. Sementara itu pemilik rumah juga mengalami stroke akibat tertimpa material berat,” papar Darwin.

Kepala Desa (Kades) Palipi, Bilhem Sinaga saat dihubungi wartawan menjelaskan, pada saat kejadian ada 4 orang di dalam rumah-rumah tersebut yang turut menjadi korban.

“Akibat angin puting beliung mengakibatkan semua atap terangkat oleh angin dan satu rumah sampai roboh rata dengan tanah. Ada 4 orang yang jadi korban yang mengalami luka ringan hingga sedang,” kata Bilhem.

Bilhem menyampaikan, keempat korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Keempat korban sudah juga dikabarkan sudah baikan kembali karena hanya mengalami luka ringan.

“Ada sekitar 3 unit rumah yang atapnya terbang. Namun keadaan terparah pada rumah Roita Sinaga. Akibat angin kencang itu juga menyebabkan gangguan lain yaitu listrik yang padam hingga hari ini,” paparnya.

Saat ini kata Bilhem, pihaknya sedang melakukan pembenahan dan pembersihan reruntuhan di rumah korban dan mengamankan barang-barang berharga dari dalam rumah.

Kepala Desa Palipi menyampaikan data korban dan kerugian yang diterima seperti berikut,

Roita Sinaga (65) mengalami stroke akibat tertimpa bangunan dan mengakibatkan luka memar pada bagian bahu dan paha.

Denni Sitohang (26) mengalami luka lecet di dahi dan tangan sebelah kanan.

Tumbur Sitohang (21) mengalami luka 3 jahitan di bagian kepala.

Ucok Siboro (10 bulan) mengalami luka lecet di bagian wajah.

Sementara itu rumah yang rata dengan tanah adalah sebuah rumah permanen yang pembangunannya baru saja rampung dengan ukuran 7 x 9 meter. Ditaksir kerugian material mencapai Rp 45 juta dan perabot rumah tangga yang hancur berkisar Rp 20 juta, sehingga totalnya Rp 65 juta rupiah.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dan meminta warga agar untuk tetap berhati-hati,” tutur Bilhem mengakhiri.

Tag : bencana-alam,daerah,wisata

Berita Terkait