Ilustrasi

Wanita Ini Mengaku Diperkosa Virtual oleh Metaverse Bikinan Facebook

Wanovy | Teknologi | 04-02-2022

PARBOABOA - Seorang wanita asal Inggris baru-baru ini membagikan pengalaman mengerikan yang dialaminya ketika baru saja mencoba masuk ke dunia Metaverse buatan Facebook.

Wanita yang bernama Nina Jane Patel itu menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya. Ia mengaku diperkosa secara virtual saat sedang bermain di di Horizon Venues.

Horizon Venues sendiri merupakan dunia metaverse yang dirancang sebagai tempat berkumpul secara virtual. Di dunia ini, pengunjung tampil sebagai avatar dan bisa melakukan banyak hal yang biasa dilakukan di dunia nyata, seperti nongkrong bareng teman, nonton konser, hingga belanja.

Melalui unggahan di blog Mediumnya, Patel menceritakan bahwa avatarnya di Metaverse diraba-raba dan diperkosa beramai-ramai oleh tiga sampai empat avatar laki-laki.

"Dalam waktu 60 detik setelah bergabung, saya dilecehkan secara verbal dan seksual, 3-4 avatar laki-laki, dengan suara laki-laki, pada dasarnya, tapi mereka memperkosa saya secara virtual dan mengambil foto," kata Patel dalam blognya, seperti dikutip dari Vice, Rabu (2/2/2022).

"Itu sangat surreal. Itu adalah mimpi buruk," sambungnya.

Patel menambahkan saat ia mencoba melarikan diri, avatar-avatar tersebut malah meneriakinya. Ia juga tidak sempat melaporkan dan memblokir avatar-avatar tersebut karena kejadian itu berlalu dengan sangat cepat.

Ia melanjutkan, ketika dirinya mencoba melarikan diri, avatar laki-laki itu justru melontarkan kalimat "jangan berpura-pura kamu tidak menyukainya"

Saat hal tersebut terjadi, Patel mengungkapkan bahwa reaksi dirinya di dunia virtual dan nyata sama, yaitu dirinya membeku alias tidak bisa melakukan apa-apa karena semuanya terjadi begitu cepat.

“Realitas virtual pada dasarnya telah dirancang sedemikian rupa, sehingga pikiran dan tubuh tidak dapat membedakan pengalaman virtual/digital dari yang nyata," kata Jane Patel.

Namun, cerita pengalaman buruk Patel di Horizon Venues ini pun memantik tanggapan yang beragam dari pengguna internet. Ia menceritakan ada pengguna yang ikut prihatin atas kejadian yang menimpa dirinya tapi ada juga yang menghujatnya.

Setelah menceritakan pengalamannya, Patel malah mendapatkan komentar jahat, seperti menyuruhnya untuk tidak menggunakan avatar perempuan dan ada juga yang menyebut Patel hanya mencari perhatian.

Orang-orang bertanya mengapa dia memutuskan untuk memilih avatar wanita, yang lain menyebutnya bodoh dan mengatakan bahwa yang terjadi di realitas virtual (VR) itu tidaklah nyata.

"Jelas ada perbedaan antara mereka yang membenarkan perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial ini dalam metaverse yang tidak aman dan mereka yang menyadari kebutuhan mendesak untuk menciptakan langkah-langkah keamanan yang tepat," pungkasnya.

Ironisnya, Patel adalah Co-founder dan Vice President of Metaverse Research untuk Kabuni Ventures, sebuah perusahaan yang bekerja menyediakan metaverse yang aman untuk anak-anak. Patel saat ini sedang menyelidiki dampak psikologis dan fisiologis dari extended reality (XR).

Setelah cerita wanita yang bekerja sebagai wakil presiden Metaverse Research Kabuni Ventures ini makin viral, Meta selaku induk perusahaan Facebook pun akhirnya memberikan tanggapan resmi.

Meta menegaskan bahwa sebenarnya ada beberapa langkah pengamanan yang bisa diambil agar kejadian buruk seperti ini tidak terjadi. Akan tetapi lantaran pemerkosaan beramai-ramai di Metaverse yang menimpa wanita bernama Nina itu berlangsung terlalu cepat, alhasil tidak ada satupun langkah pengamanan yang bisa diambil.

Tag : #metaverse    #meta    #facebook    #horizon venues    #nina patel   

Baca Juga