Warga Sidamanik menghentikan alat berat yang membersihkan tanaman teh di kebun bah Butong. (Dok: Parboaboa.com)

Warga Sidamanik Demo Tolak Konversi Tanaman Teh Menjadi Sawit, Hentikan Operasi Alat Berat Hingga Ancam Tutup Jalan

Sondang | Daerah | 29-06-2022

PARBOABOA, Simalungun - Rencana pihak PTPN IV terkait konversi tanaman teh di kebun bah Butong menjadi sawit masih menuai polemik. Namun, pihak PTPN IV bersikeras mempekerjakan sejumlah alat berat untuk membersihkan lahan teh tersebut.

Hal ini membuat ratusan masyarakat Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun yang tergabung dalam Persatuan Parsidamanik Se-Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di PTPN IV Unit Kebun Teh Sidamanik, tepatnya di Kantor Bah Butong, Selasa (28/6).

Dalam aksi unjuk rasa itu, masyarakat juga beramai-ramai melakukan penghentian dan pengusiran alat berat dari lahan kebun teh yang akan dikonversi menjadi tanaman sawit. Tampak sebanyak tiga alat berat dihentikan masyarakat dan mengambil kunci dari alat berat tersebut.

Menurut warga, pengalihan tanaman teh ke kelapa sawit akan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan seperti banjir, yang merembes ke pemukiman warga di Nagori Bahal Gajah, Tiga Bolon dan Nagori Bah Birong Ulu.

"Atas nama masyarakat kecamatan Sidamanik, terkhusus masyarakat Nagori Tiga Bolon. Dengan ini menolak konversi tanaman teh menjadi tanaman sawit," kata Marisman Saragih, Pangulu Nagori Tiga Bolon saat berorasi, Selasa (28/6).

Sebelumnya, PTPN IV unit Kebun Teh berjanji akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanaman kelapa sawit di lahan PTPN IV tersebut. Meski demikian, massa tetap menyatakan penolakan dan berunjuk rasa.

Ini juga merupakan kali kedua massa turun menyampaikan aspirasi, mendesak PTPN IV menghentikan penanaman kelapa sawit di lahan yang berlokasi di area Bah Butong.

Di lokasi, massa enggan memberi kesempatan kepada pihak manajemen PTPN IV Unit Kebun Teh Sidamanik untuk menanggapi aspirasi mereka. Sebaliknya, massa terus bergantian menyampaikan orasi.

Salah seorang warga Nagori Tiga Bolon Panei yang ikut dalam unjuk rasa, mengancam akan menutup akses jalan Sidamanik - Kota Pematangsiantar jika penanaman sawit terus dilakukan.

“Kami menolak konversi, kami menghormati pemerintah, tapi jika terjadi, kami akan menutup akses jalan Sidamanik-Siantar, kami tidak mau kampung kami rusak kalian buat,” ucap Simanjuntak.

Meski demikian, Marisman dalam orasinya tetap mengingatkan agar masyarakat tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi.

"Dalam kesempatan ini, kami meminta kepada seluuh masyarakat supaya kita tetap damai. Semoga dengan aksi kita hari ini, dalam hal penolakan konversi tanaman teh menjadi tanaman sawit, ada keputusan dari pihak manajemen perkebunan PTPN IV ", ujar Marisman.

Tag : #simalungun    #kebun teh sidamanik    #daerah    #ptpn iv    #berita sumut    #sidamanik    #sumut    #bupati simalungun   

Baca Juga