10 Tempat Wisata Sejarah di Semarang yang Menyimpan Sejuta Cerita

Mercusuar Willem III merupakan salah satu tempat wisata sejarah di Semarang, foto: kumparan

PARBOABOA, Semarang - Semarang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah. Kota ini tak hanya terkenal dengan ragam kulinernya saja, tetapi juga memiliki tempat wisata menarik dan bersejarah. Jika Anda memiliki rencana untuk liburan ke sana, ketahui dulu apa saja tempat wisata di Semarang.

Tahukah Anda bahwa Belanda memberikan julukan kepada Semarang sebagai "Venetie van Java", yang berarti Venesia-nya Jawa.

Dijuluki demikian karena Semarang memiliki banyak sungai di tengah kota, seperti Kota Venesia di Italia.

Hal menarik lainnya adalah Semarang terbagi menjadi dua apabila dilihat dari perbedaan ketinggian daratannya, yaitu Semarang Atas dan Semarang Bawah.

Nah, buat yang sedang mencari rekomendasi tempat wisata sejarah Semarang? Simak beberapa tempat wisata unggulan di Semarang yang bisa dikunjungi.

1. Mercusuar Willem III

Bangunan ini merupakan salah satu saksi bisu Kota Semarang dalam sejarah perdagangan dan pelayaran. Setelah Semarang dijadikan sebagai kota Pelabuhan Kolonial, Belanda membangun mercusuar ini pada tahun 1884.

Mercusuar ini diberi nama Mercusuar Willem III. Bangunan yang terbuat dari baja ini kira-kira memiliki tinggi 30 meter dengan jumlah 10 lantai.

Fungsi mercusuar ini ialah navigasi para pelaut yang datang ke pelabuhan. Berhiaskan langit senja, bangunan ini tampak memesona saat sore hari.

2. Klenteng Agung Sam Poo Kong Semarang

Sejarah klenteng ini dimulai ketika armada Zheng He (Cheng Ho) merapat di Pantai Simongan pada tahun 1416.

Hal ini dilakukan karena juru mudi Zheng He yang bernama Wang Jing Hong sakit keras. Akhirnya, Wang pun bergaul dengan masyarakat setempat dan menggarap lahan.

Klenteng Agung Sam Poo Kong menjadi sebuah simbol akulturasi budaya China dan Jawa. Hingga saat ini, bangunan klenteng telah mengalami beberapa kali pemugaran. Revitalisasi disebabkan oleh situasi politik pasca kemerdekaan dan juga banjir.

3. Pasar Johar

Pasar Johar merupakan salah satu cagar budaya yang terletak di Semarang. Di balik kokohnya, bangunan ini memiliki kisah sejarah yang panjang. Konon, pasar Johar pernah menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara.

Kisah pasar ini dimulai sejak tahun 1860. Namun demikian, seorang Belanda bernama Ir. Thomas Karsten mulai merancang bangunan ini pada tahun 1933.

Hingga sekarang, Pasar Johar masih beroperasi dan menjadi pasar tradisional terbesar di Kota Semarang. Di dalam pasar terdapat area kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

4. Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Dulunya, gedung ini adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api Hinda Belanda.

Nama Lawang Sewu sendiri disematkan oleh masyarakat, karena arsitektur bangunan yang memiliki banyak sekali pintu. Meskipun jumlahnya tidak benar-benar seribu .

Gedung didesain dengan arsitektur yang indah, yang cocok menjadi salah satu spot berfoto yang mesti Anda coba.

5. Masjid Layur Kampung Melayu

Bangunan kuno berupa masjid tua di Kota Semarang ini disebut pula Masjid Menara Kampung Melayu. Lokasi Masjid Layur ini mudah dijangkau, dari Pasar Johar ke arah Kota Lama melalui Kantor Pos Besar jalan Pemuda, sebelum Jembatan Berok belok kiri.

Bangunan masjid sendiri tidak bergaya Arab, tetapi memiliki lebih banyak unsur lokal. Lantai bangunan setangkup tersebut dinaikkan dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka.

Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah.

6. Gereja Katolik St. Yusuf dan Pastoran Semarang Ronggowarsito

Komplek Gereja St. Jusuf yang dibangun antara 1870-1875 ini terdiri atas bangunan-bangunan gereja, pastoran dan gedung pertemuan. Ciri yang mencolok dari bangunan di wisata sejarah Semarang sekaligus wisata religi ini ialah bangunan bahan bata klinker.

Bagian Tengah bangunan menjulang tinggi dengan jendela yang membentuk busur yang meruncing ke arah puncak. Pondasi dari batu dan memikul struktur dinding dengan perkuatan kolom pada tempat tertentu.

7. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang merupakan tempat wisata sejarah Semarang yang mendapat julukan Little Netherland.

Julukan ini tidak keliru, lantaran banyaknya bangunan beraksitektur zaman dulu di kota ini, Kota Lama menawarkan keindahan arsitektur bangunan Eropa pada 1700 an.

Bangunan yang terlihat tua tersebut menjadi saksi bisu sejarah kolonial Belanda. Di tempat ini juga ada kanal-kanal air yang dibangun oleh pemerintah kolonial.

Wisatawan juga dapat berkeliling menggunakan sepeda dengan rute yang telah ditetapkan. Perjalanan di Kota Lama dengan sepeda dimulai dari Monod, Diephuis, Gereja Blenduk, Jembatan Berok, Jalan Empu Tantular, Marabunta, Jalan Letjen Suprapto, dan kembali ke titik awal.

8. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk didirikan pada 1742 M dengan pendeta pertama Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753-1760 M).

Gereja pada awalnya berbentuk rumah panggung Jawa yang atapnya berarsitektur Jawa. Hal tersebut diketahui dari, peta Kota Semarang pada 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dengan saat ini.

Pada 1894 - 1895, gereja dibangun kembali oleh H.P.A. De wilde dan W. Westmaas dengan bentuk yang ada saat ini.

Dari segi arsitektur, Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) bergaya Pseudo Barouque (gaya arsitektur Eropa dari abad 17-19).

Pada 1981/1982 dilakukan studi kelayakan Gereja Blenduk dalam Proyek Pemugaran Pemeliharaan sejarah dan Perbakala Jawa Tengah.

Renovasi terakhir dilakukan pada 2003. Setiap renovasi diabadikan lewat tulisan di atas batu marmer yang terpasang di bawah alter gereja.

Gereja Blenduk terletak di Jl. Letjen Supratman No 32, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

9. Museum Kereta Api Ambarawa

Penasaran dengan sejarah panjang kereta api di Indonesia? Semarang jadi tempat wisata yang wajib disambangi.

Di sini Anda bisa menemukan Museum Kereta Api Ambarawa, salah satu tempat yang jadi saksi sejarah perkeretaapian Indonesia.

Dulunya, Museum Kereta Api Ambarawa merupakan sebuah stasiun bernama Stasiun Willem I yang diresmikan pada 21 Mei 1873.

Tempat wisata sejarah Semarang ini digunakan sebagai sarana transportasi militer di Jawa Tengah. Namun, sekarang, dijadikan sebagai museum tempat menyimpan lokomotif zaman hindia-belanda.

Di museum ini, Anda akan temukan beragam koleksi kereta klasik pada masa penjajahan Belanda yang masih terjaga hingga kini. Anda juga bisa berkeliling menaiki kereta wisata yang ditawarkan.

10. Jembatan Berok

Dahulu, Jembatan Berok bernama asli Gouvernementsbrug lalu diganti Sociteisbrug. Dari segi kontruksinya, jembatan ditopang empat kolom utama yang berbentuk menyerupai obeliks dan puncak kolomnya terdapat lampu unik. Jembatan terletak di dekat Kantor Pos Besar.

Dulunya, jembatan menjadi sarana penghubung utama masyarakat yang tinggal di Kota Lama dengan masyarakat luar.

Nah, itulah tadi beberapa rekomendasi tempat wisata sejarah di Semarang yang menyimpan sejuta cerita. Semoga bermanfaat!

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS