Ricky Yacobi (kiri), Stefano Lilipaly (Kanan Atas), dan Irfan Bachdim (Kanan Bawah) tiga pemain Indonesia yang pernah bermain di Liga Jepang (Foto: Berbagai Sumber)

Sebelum Pratama Arhan, 3 Pemain Indonesia Ini Pernah Bermain di Liga Jepang

Michael | Sepakbola | 05-03-2022

Parboaboa.com – Pratama Arhan menjadi sorotan di Indonesia setelah berhasil bergabung dengan salah satu klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy. PSSI juga memberikan acara perpisahan sebelum keberangkatan Pratama Arhan ke Jepang, Jumat (4/3/2022) siang. 

Pemain asal Blora ini menandatangani kontrak selama dua tahun bersama Tokyo Verdy berkat kehebatannya dalam mengawal pertahanan sisi kiri Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020. Harus diakui, pemain yang berusia 20 tahun ini memang tampil gemilang dan layak mendapatkan gelar pemain muda terbaik sepanjang gelaran turnamen tersebut.

Berkat performanya tersebut, Arhan mampu menembus karier di luar Indonesia. Ini tentu menjadi sebuah kebanggaan tersindiri bagi pencinta sepakbola tanah air. Hal ini disebabkan, tak banyak pemain Indonesia yang bisa berkarier sepakbola di Jepang.

Sebelum Pratama Arhan, tercatat hanya ada tiga pemain Indonesia yang pernah merasakan kerasnya sepakbola di Liga Jepang. Namun, hanya ada satu pemain yang secara teknis bermain di kasta tertinggi mereka yakni J1-League.

Siapakah pemain yang dimaksud? Bagaimana perjalanan karier para pemain sebelum Pratama Arhan yang bermain di Liga Jepang? Berikut ini Parboaboa akan berikan ulasan selengkapnya.

1. Ricky Yacobi

Bagi pencinta sepakbola Indonesia dari zaman kompetisi Galatama, tentu tidak asing dengan nama Ricky Yacobi. Sama seperti Pratama Arhan, penampilan gemilang Ricky Yacobi bersama Timnas Indonesia menjadi alasan utama untuk klub Jepang Matsushita Electric mendatangkannya.

Klub yang saat ini sudah berganti nama menjadi Gamba Osaka memberikan kontrak semusim kepada sang penyerang. Semua bermula pada saat Indonesia berhadapan dengan Jepang di Pra Piala Dunia dan Olimpiade.

Kala itu, Ricky yang baru saja membawa Aseto Solo menjuarai gelaran Galatama 1987 berhasil menciptakan satu gol indah. Sayangnya, kariernya berlangsung singkat di Liga Jepang akibat kesulitan beradaptasi dengan udara dingin.

Ia hanya bermain dalam enam pertandingan dan mencetak satu gol. Sesudah itu, ia memilih pulang ke Indonesia dan kembali bermain untuk Arseto Solo. Di klub itu pula, Ricky Yacobi memutuskan pensiun setelah gelaran Galatama musim 1991.

2. Stefano Lilipaly

Fano menjadi pemain kedua yang pernah merasakan kerasnya kompetisi di Liga Jepang. Pemain berdarah campuran Indonesia-Belanda ini bergabung dengan salah satu klub kasta kedua Liga Jepang, Consadole Sapporo pada musim 2014.

Sayangnya, performanya tidak terlalu mengesankan selama satu tahun di Jepang. Ia hanya mendapatkan kesempatan bermain dua kali sebelum pulang ke Belanda untuk bergabung dengan Telstar FC.

Setelahnya, ia memutuskan untuk hijrah ke Indonesia pada tahun 2017 lalu dan bergabung dengan Bali United yang pada saat itu sedang membangun kekuatan sebagai klub elit di Liga 1.

Bersama Bali United, ia berhasil meraih satu gelar Liga 1 pada tahun 2019. Sementara di kompetisi BRI Liga 1 musim 2021/2022 saat ini, klub berjulukan Serdadu Tridatu sedang berada di puncak klasemen. Dengan enam pertandingan tersisa, peluang mempertahankan gelar juara terbuka lebar.

3. Irfan Bachdim

Bersamaan dengan Lilipaly yang mendarat di Sapporo, Irfan Bachdim juga mencoba peruntungannya di Jepang. Bedanya, pemain keturunan Indonesia-Belanda itu direkrut oleh klub kasta tertinggi Jepang, J1-League yakni Ventforet Kofu.

Akan tetapi, pemain yang kini berusia 33 tahun itu tak pernah mendapatkan kesempatan bermain yang dibutuhkan. Semusim berselang, ia pindah ke Consadole Sapporo menggantikan posisi Stefano Lilipaly.

Kariernya pun sempat mengesankan setelah tampil sebanyak 95 pertandingan dan mencetak 12 gol pada musim 2015. Namun, kesempatan tersebut tak terulang pada musim 2016 dengan ia hanya bermain dua kali saja.

Dan pada musim 2017, ia berkumpul dengan Lilipaly di Bali United dan membawa tim tersebut menjuari Liga 1 musim 2019. Sebelum akhirnya memilih pindah ke PSS Sleman pada musim 2020.

Terakhir, Irfan Bachdim membantu Persis Solo untuk promosi ke Liga 1 musim depan. Dua golnya di partai final membawa klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu meraih gelar di Liga 2 musim 2020.
 

Tag : #Pratama Arhan    #Tokyo Verdy    #Irfan Bachdim    #Stefano Lilipaly    #BRI Liga 1    #Timnas Indonesia   

Baca Juga