8 Ciri-ciri Anak Mau Jalan, Lengkap dengan Tahapan, Penyebab, dan Cara Menstimulasinya

Ciri-ciri anak mau jalan (Foto: Canva)

PARBOABOA - Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Umumnya, saat anak berusia 6 bulan, ia akan terlihat lebih pintar dalam belajar sesuatu yang baru.

Seperti duduk, berguling, tengkurap, merangkak hingga berjalan. Hal ini disebabkan karena pada usia 6 bulan ke atas, Si Kecil akan mengalami peningkatan kekuatan pada ototnya. Nah Bunda, apakah Si Kecil sudah menunjukkan ciri-ciri anak mau jalan?

Berjalan adalah salah satu milestone anak yang pastinya ditunggu-tunggu oleh para orang tua. Ketika anak sudah mulai berjalan, itu tandanya ia sudah memasuki fase baru dalam hidupnya. 

Sebelum Si Kecil menunjukkan ciri-ciri anak mau jalan, ia akan melewati tahap perkembangan merangkak yang berperan penting dalam melatih keseimbangan dan kekuatan otot lengan dan kakinya. Pada tahap ini Si Kecil juga dapat melatih kemampuan motorik halusnya. 

Namun Bunda harus tahu bahwa perkembangan anak tidak semua melewati tahap merangkak. Beberapa anak dapat langsung berjalan dan itu bukanlah termasuk dalam gangguan pertumbuhan Si Kecil.

Lantas, berapa bulan bayi bisa kuat kakinya dan mulai berjalan? Pada artikel ini Parboaboa akan menjelaskan ciri-ciri anak mau jalan, usia berapa bayi bisa berjalan, penyebab bayi belum bisa berjalan, dan cara melatih bayi agar cepat berjalan.

Namun, sebelum membahas topik di atas, Bunda harus mengetahui tahapan bayi yang akan belajar berjalan. Untuk itu, simak ya ulasannya di bawah ini.  

Tahapan Bayi Akan Belajar Berjalan

Tahapan bayi akan belajar jalan (Foto: Canva)

Sebelum Bunda mengetahui ciri-ciri anak mau jalan dan umur berapa Si Kecil bisa berjalan, sebaiknya Bunda harus mengetahui terlebih dahulu tahapan yang harus dilalui Si Kecil sebelum ia siap untuk belajar jalan.

  • Tahap Pertama (Usia 0-2 bulan)

Kaki bayi belum cukup kuat untuk menopang berat badannya sendiri, namun Si Kecil bisa refleks berjinjit seperti sedang jalan ketika digendong dalam posisi berdiri.

  • Tahap Kedua (Usia 3-6 bulan)

Bayi mulai menunjukkan tanda-tanda anak mau jalan dengan cara melonjak-lonjak bila diangkat dalam posisi berdiri dan kakinya disentuhkan pada permukaan yang keras.

  • Tahap Ketiga (Usia 7-11 bulan)

Memasuki usia 9 bulan, Si Kecil biasanya akan belajar menarik tubuhnya ke atas untuk berdiri sambil berpegangan pada dinding atau perabotan rumah.

  • Tahap Keempat (Usia 12-18 bulan)

Setelah Si Kecil bisa berdiri, ia akan mulai merambat. Merambat menjadi cara pertama yang Si Kecil lakukan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggeser kakinya sambil berpegangan pada dinding atau ujung perabot. 

Usia Berapa Bayi Bisa Berjalan?

Usia berapa bayi bisa belajar jalan (Foto: Canva)

Tahukah Bunda, anak paling cepat jalan umur berapa? Berjalan merupakan kemampuan motorik kasar yang membutuhkan kekuatan otot tubuh untuk menahan badannya tetap tegak, serta kekuatan lengan dan kaki untuk menopang berat badannya dalam keadaan berdiri. Selain otot yang kuat, kemampuan koordinasi antara mata dan anggota gerak tubuh juga diperlukan agar bayi bisa berjalan.

Pada satu tahun pertama usianya, Si Kecil akan banyak mengembangkan kemampuan motoriknya, koordinasi anggota gerak, dan kekuatan otot-otot tubuhnya untuk mempersiapkan dirinya agar bisa berjalan.

Awalnya bayi akan lebih dulu belajar untuk berguling dan tengkurap pada usia 3 bulan. Setelah bisa tengkurap, bayi akan mulai belajar duduk di sekitar usia 4-9 bulan. Ketika memasuki usia 6-9 bulan, ia akan mulai belajar merangkak.

Pada usia 9-12 bulan, Si Kecil akan memiliki ciri-ciri anak mau jalan. Hal ini juga sebagai tanda bahwa siap berjalan ketika ia sudah bisa berdiri dan merambat. Selanjutnya, pada usia 10 bulan anak akan mulai belajar berdiri lepas (tanpa berpegangan). Kemampuan berjalan yang baik pada Si Kecil dimulai saat ia berusia 11-15 bulan, dan paling akhir tercapai ketika usianya menginjak 18 bulan atau 1,5 tahun.

8 Ciri-ciri Anak Mau Jalan

Ciri-ciri bayi belajar jalan (Foto: Canva)

1. Mencari Pegangan untuk Berdiri

Ciri-ciri anak mau jalan yang pertama adalah ia akan mencari benda-benda yang kokoh di sekitarnya untuk menjadi pegangan saat berdiri.  Hal ini menunjukkan otot-otot kaki dan koordinasi Si Kecil sudah mulai baik. 

2. Berdiri Seperti Ingin Melompat

Bunda sering melihat Si Kecil ketika berada di atas sofa atau sedang berdiri sambil menukik-nukik lutunya seakan ingin melompat. Hal itu menandakan ciri-ciri anak mau jalan dan ia sudah memiliki kepercayaan diri untuk bergerak lebih baik lagi.

Untuk mulai berjalan sendiri, Si Kecil memang memerlukan sel-efficacy untuk melakukan gerakan tersebut. Namun Bunda harus tetap menjaganya agar ia tidak terjatuh.

3. Lebih Berani Bereksplorasi

Jika tiba0tiba Si Kecil berdiri di atas sofa sambil tersenyum girang, hal ini merupakan ciri-ciri anak mau jalan. 

Bunda tak perlu khawatir, Si Kecil akan mencoba hal-hal baru yang ia belum pernah ia lakukan, karena memiliki rasa penasaran yang kuat sehingga ia mencoba hal-hal yang belum pernah sama sekali ia lakukan sebelumnya. Namun, keamanannya tetap harus dijaga ya Bunda.

4. Suka Berkeliling dengan Merambat

Jika Bunda melihat Si Kecil berkeliling rumah sambil merambat atau berpegangan pada benda-benda di sekitarnya, itu adalah ciri-ciri anak mau jalan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Si Kecil sedang mempelajari bagaimana cara memindahkan berat badannya dan menjaga keseimbangan saat berjalan. Ini juga menandakan kesiapan anak untuk menggerakkan tubuhnya ke depan.

5. Rewel dan Terjadi Perubahan Pola Tidur

Berjalan adalah salah satu milestone perkembangan yang besar, sehingga kerap kali diabrengi dengan lompatan dan tumbuh kembang lainnya.

Otak dan tubuhnya juga akan bekerja dua kali lipat, yang mengakibatkan ia mudah rewel dan tidur lebih lama. Fase ini akan cukup sulit dan penuh tantangan untuk Bunda. Namun, Bunda harus tetap sabar dan tidak emosi.

6. Berjalan dengan Bantuan

Bunda bisa memberikan Si Kecil mainan dorong seperti troli kecil atau mainan yang bisa berjalan dan memiliki pegangan. Hal ini bisa memotivasi Si Kecil untuk berjalan sambil menambah kecepatan.

Namun, Bunda harus hindari pemakaian baby walker. Menurut American Academy of Pediatrics, baby walker hanya akan membuat bayi cedera akibat terjatuh dari dudukan dan menimpa kepala dan lehernya terlebih dahulu.

7. Bisa Berdiri Sendiri

Ketika Si Kecil sudah berhasil berdiri sendiri, Bunda bisa melihat ada rasa bangga terpatri di wajahnya. Ini menandakan bahwa ciri-ciri anak mau jalan. Si Kecil sudah mampu menyeimbangkan dan menstabilkan tubuhnya.

Sebelumnya ia hanya mampu berdiri beberapa detik saja kemudian jatuh kembali, kini durasi berdirinya akan bertambah lama. 

8. Melangkah Tanpa Pegangan

Beberapa minggu setelah mulai belajar melangkah dengan pegangan atau dituntun, Si Kecil mungkin sudah mulai berani melangkah sendiri tanpa bantuan. Hal ini sebagai ciri-ciri anak mau jalan.

Pada tahap ini Bunda juga mulai membebaskan Si Kecil untuk mengeksplorasi kemampuannya. Biarkan ia berjalan sendiri dan ikuti pelan di sisinya. Beri dukungan secara moril kepada Si Kecil agar ia semakin percaya diri.

Penyebab Bayi Terlambat Berjalan

Penyebab bayi terlambat jalan (Foto: Canva)

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab anak terlambat berjalan. Salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan motorik dari faktor genetik. Misalnya, terdapat anggota keluarga yang sebelumnya mengalami hal yang sama.

Bayi yang terlambat berjalan pun bisa disebabkan oleh gangguan perkembangan lainnya seperti adanya keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar dan halus, bahasa hingga kemampuan sosialnya. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh kekuatan otot yang rendah atau kelainan pada otot serta faktor lingkungan. 

Umumnya, ciri-ciri bayi tidak bisa jalan itu disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Ketika tonus otot atau pola gerak tidak simetris pada kedua sisi tubuh.
  • Tubuh kaku dengan bahu dan kepala dilempar ke belakang pada saat akan diposisikan duduk.
  • Batang tubuh dan kedua tungkai lemas.
  • Kedua kaki diangkat saat anak akan diberdirikan atau anak tidak mau menapakkan kaki di lantai.
  • Duduk menumpu pada tulang ekor
  • Duduk dengan tungkai posisi "W"
  • Anak berdiri pada saat ditarik ke arah duduk dari posisi berbaring.
  • Pada saat anak diminta posisi berdiri, lututnya cenderung menekuk atau melengkung ke belakang.

Kenapa anak malas belajar jalan? Penyebab anak malas berjalan dan mengalami terlambat berjalan karena kurangnya dukungan dari keluarga dan lingkunganya. Misalnya, Si Kecil jarang diajak beraktivitas fisik dan Si Kecil terlalu sering digendong. Akibatnya, otot-otot Si Kecil belum kuat untuk bisa berjalan sendiri dengan baik. 

Cara Menstimulasi Belajar Berjalan

Cara menstimulasi agar bayi mau belajar jalan (Foto: Canva)

Mungkin Bunda bertanya-tanya, gimana cara biar anak cepat jalan. Cara yang tepat adalah dengan memberikan stimulasi kepada Si Kecil agar ia menampakkan ciri-ciri anak mau jalan.

Bunda dapat menstimulasi Si Kecil dengan beberapa cara seperti memijat lembut kaki Si Kecil menggunakan minyak zaitun untuk melancarkan aliran darah dan memberikan efek relaksasi pada kaki Si Kecil agar lebih kuat dan tidak kaku. 

Kemudian, Bunda bisa mengajari Si Kecil untuk berdiri tegak. Caranya dengan membantu Si Kecil menjejakkan kedua telapak kakinya ke lantai tanpa bantuan, namun harus tetap dalam pengawasan. Bunda juga dapat memegangi kedua tangannya dengan hati-hati sambil berjalan dengan jarak yang dekat.

Selain itu, Bunda dapat merangsang Si Kecil berjalan dengan memanfaatkan mainan kesukaannya. Mainan tersebut dapat Bunda letakkan dalam jarak tertentu, sehingga Si Kecil memiliki keinginan untuk mengambilnya atau Bunda bisa memberikan Baby Push Walker sebagai alat bantu untuk Si Kecil belajar berdiri dan menyeimbangkan badannya saat berjalan. Posisi bayi saat menggunakan alat tersebut akan berdiri tegak dan kedua kakinya bertumpu di lantai dengan baik lalu mereka berjalan mendorong alat ini. Alat ini dianggap lebih baik dan aman digunakan saat bayi menunjukkan ciri-ciri anak mau jalan, meskipun begitu Bunda harus tetap mendampingi Si Kecil agar ia tidak terjatuh.

Itulah ulasan tentang ciri-ciri anak mau jalan beserta dengan tahapan, penyebab dan cara menstimulasi anak belajar jalan. Semoga artikel ini membantu, ya Bunda.

Editor: Sari
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS