Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

High Context Communication, Pengamat Nilai Gaya Komunikasi Politik Gibran Bebeda

Maraden | Politik | 10-11-2021

PARBOABOA, Solo – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang sering  memarkirkan mobilnya di tempat bermasalah dikatakan menjadi satu bentuk gaya politiknya. Komunikasi politik itu yang membuatnya berbeda dengan politisi senior seperti Tri Rismaharini ataupun Ganjar Pranoto.

Baru-baru ini, Gibran memarkir mobil dinas walikota Solo yang dikendarainya di halaman SD Negeri 113, Nusukan. Mobil Toyota Innova Putih dengan nomor polisi AD 1 A itu ditinggalkan Gibran di halaman sekolahan itu setelah dia melakukan sidak dan memergoki banyak guru dan murid di sekolah itu yang tak menggunakan masker saat kunjungannya, Selasa (9/11).

Pakar Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Kunto Aji Wibowo menyebut tindakan Gibran tersebut sebagai satu bentuk high context communication. Dengan cara komunikasi seperti itu, Gibran tidak perlu melontarkan suatu pernyataan secara lisan, namun, pihak yang bersangkutan akan mengerti bagaimana sikap Wali Kota akan masalah itu.

“Mas Gibran cukup memarkir mobilnya dengan itu dia sudah bilang bahwa saya tahu loh ada masalah di sini dan saya ada loh, hati-hati kamu. Gitu aja,” kata Adi, pada Selasa (9/11) malam.

Menurut Adi, komunikasi politik high context communication banyak dilakukan di negara timur seperti Jepang, China, dan Indonesia. Adapun ciri khasnya adalah dalam berkomunikasi tidak berbasa basi, tidak to the point, dan sering menyindir.

Melalui cara komunikasi semacam ini, menurut Adi, Gibran tengah menjaga wajah atau martabat pihak yang bersangkutan.

“Dia menjaga face atau wajah atau martabat orang yang dia sindir tapi efektif untuk menyelesaikan masalah,” tutur Adi.

Gibran juga pernah meninggalkan mobil dinasnya di Kantor Kelurahan Gajahan, Kota Solo beberapa waktu setelah terjadi dugaan pungutan liar atau pungli yang dilakukan oknum kelurhan tersebut. Buntut persoalan itu, Gibran mencopot Lurah Gajahan, Suparno.

Sebelumnya lagi, Gibran juga pernah meninggalkan mobil dinasnya di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon pada 21 Juni lalu. Hal tersbut ia lakukan setelah anak-anak dari sekolah Islam setempat merusak makam dengan simbol dari agama lain. Beberapa saat setelah itu, Polres Surakarta menetapkan tujuh anak yang melakukan perusakan sebagai tersangka.

Tag : #Wali Kota Solo    #Gibran Rakabuming Raka    #gaya politik    #high context communication   

Baca Juga