Ikut Challenge TikTok Tidak Keramas Sebulan, Aman atau Berbahaya?

Tren baru muncul di TikTok yang mengajak untuk tidak keramas selama 30 hari. (Foto: Freepik)

PARBOABOA, Jakarta - Membersihkan rambut dan kulit kepala selalu dihubungkan dengan kebiasaan keramas menggunakan sampo dan air bersih. 

Namun, belakangan ini, tren baru muncul di TikTok yang mengajak untuk tidak keramas selama 30 hari, dikenal sebagai hair training. 

Penganut tren ini meyakini bahwa tidak keramas selama sebulan dapat meningkatkan kesehatan dan keindahan kulit kepala dan rambut. 

Dengan mengurangi minyak pada kulit kepala, rambut diyakini akan terlatih untuk mempertahankan kebersihannya tanpa perlu sering dibersihkan.

Selain itu, ada pandangan bahwa penggunaan sampo kimia dapat merusak rambut. 

Tantangan ini telah memicu perbedaan pandangan di antara masyarakat. 

Sebagian melihatnya sebagai cara untuk mendapatkan rambut yang lebih tebal dan sehat, sementara yang lain menganggapnya tidak higienis. 

Menanggapi tren ini, Kate Holden, seorang ahli trikologi Inggris, mengungkapkan keramas tetap penting untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. 

Proses keramas membantu menghilangkan minyak, ketombe, kotoran, polusi, mikroorganisme berbahaya, dan residu produk perawatan rambut yang dapat menyebabkan iritasi dan kekusaman kulit kepala. 

Sebaliknya, kurang mencuci rambut dapat menyebabkan masalah dermatitis seboroik, jenis ketombe yang dapat menyebabkan kulit kepala menjadi merah, gatal, berminyak, bersisik kuning, dan pada akhirnya, rambut rontok. 

Kate menekankan bahwa keramas rambut sebaiknya dilakukan setidaknya sekali seminggu untuk memastikan kulit kepala dan rambut tetap sehat.

Tips Menjaga Kesehatan Rambut dan Kulit Kepala

Menurut American Academy of Dermatology, merawat kulit kepala dengan baik dapat mencegah beberapa jenis kerontokan rambut dan menjaga helai rambut tetap dalam kondisi yang optimal.

Oleh karena itu, berikut 6 tips menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala:

1.    Mengurasi frenkuensi keramas

Terlalu sering keramas dapat mengeringkan kulit kepala dan rambut. Rambut dapat mengatur dirinya sendiri setelah beberapa waktu, menghindari tampilan berminyak yang mungkin terjadi akibat keramas berlebihan. 

Bagi rambut normal-kering, keramas dua hingga tiga kali seminggu disarankan. Untuk rambut sangat kering, batasi keramas tidak lebih dari sekali atau dua kali seminggu.

2.    Pemilihan Produk yang Sesuai

Pilih produk sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut Anda. Gunakan sampo non-sulfat untuk rambut halus atau berminyak, dan kondisioner berbasis protein atau keratin untuk memperkuat rambut.

Sampo yang kaya kelembapan dan kondisioner yang menghidrasi cocok untuk rambut normal atau sedikit kering, sementara rambut rusak memerlukan sampo co-wash dan perawatan berat.  

3.    Melembabkan Kulit Kepala

Gunakan kondisioner melembapkan dan pijat ke kulit kepala untuk memastikan kelembapan optimal. Nutrisi kulit kepala dengan minyak alami seperti peppermint, rosemary, dan lavender tiga kali seminggu dapat membantu mencegah kerontokan rambut.

4.    Hindari Bahan Kimia yang Berbahaya

Hindari penggunaan produk pewarna rambut yang mengandung PPD tinggi, yang dapat menyebabkan iritasi kulit kepala. Batasi atau hindari produk dengan silikon atau paraben, dan pilih produk bebas sulfat.  

5.    Pijatan dan Pembersihan Rutin

Pijatan kulit kepala secara teratur meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang folikel rambut. Gunakan scrub pengelupasan kulit kepala setidaknya sebulan sekali untuk membersihkan secara mendalam.

6.    Diet Sehat

Diet yang kaya protein, vitamin E, vitamin B, dan biotin sangat penting untuk kesehatan kulit kepala dan pertumbuhan rambut. Konsumsilah makanan seperti bayam, telur, alpukat, daging merah, susu, dan pisang.

Editor: Umaya khusniah
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS