Ilustrasi gigitan nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah (Dok: herminahospitals.com)

Kenali Gejala Penyakit Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Dimas | Kesehatan | 01-06-2022

PARBOABOA, Jakarta – Demam berdarah merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya. Apabila tidak ditangani dengan tepat, penyakit yang satu ini akan sangat berisiko mengancam nyawa.

Di Indonesia, demam berdarah menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun. Mengutip dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2020, setidaknya ada 95.893 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia. Bahkan, 661 kasus di antaranya berujung dengan kematian.

Selain di Indonesia, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengabarkan bahwa penyakit demam berdarah yang mematikan tengah melanda Irak. WHO mencatat setidaknya ada 19 kematian dari 111 kasus demam berdarah di Irak sepanjang 2022.

Demam berdarah sendiri adalah penyakit yang muncul akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus Dengue. Umumnya, nyamuk Aedes Aegypti hidup di negara tropis dan subtropis. Penyakit ini, biasanya menyerang anak-anak di rentang usia kurang dari 15 tahun, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena demam berdarah.

Demam berdarah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu demam dengue (Dengue Fever) dan demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever). Letak perbedaan antara kedua jenis demam berdarah tersebut adalah adanya kebocoran pembuluh darah pada demam berdarah dengue, sedangkan pada demam dengue tidak.

Gejala Demam Berdarah

Gejala demam berdarah biasanya akan muncul mulai 4 hingga 10 hari setelah seseorang digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot, tulang atau sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit di belakang mata
  • Kelenjar bengkak.
  • Ruam pada kulit

Dalam beberapa kasus, gejala demam berdarah dapat bertambah buruk dan bisa berujung pada kematian. Gejala bertambah buruk terjadi apabila demam berdarah sudah dalam keadaan yang parah.

Demam berdarah yang parah dapat dilihat ketika pembuluh darah menjadi rusak dan bocor. Kondisi ini akan menyebabkan jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) dalam aliran darah turun. Hal ini dapat menyebabkan syok, perdarahan internal, kegagalan organ dan bahkan kematian.

Demam berdarah yang parah bisa memunculkan gejala, seperti:

  • Sakit perut parah.
  • Muntah terus-menerus.
  • Perdarahan dari gusi atau hidung.
  • Darah dalam urin, tinja, atau muntahan.
  • Pendarahan di bawah kulit, yang terlihat seperti memar.
  • Pernapasan yang sulit atau cepat.
  • Kelelahan.
  • Iritabilitas atau kegelisahan.

Pengobatan dan Pencegahan Demam Berdarah

Hingga saat ini, pengobatan khusus untuk penyakit demam berdarah memang belum ditemukan. Namun untuk meredakan gejala dan menghindari komplikasi, tindakan yang dapat dilakukan penderita adalah istirahat yang cukup dan menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan banyak minum air. Selain itu, penderita juga dapat mengonsumsi oabta penurun panas seperti paracetamol.

Untuk tindak pencegahan, demam berdarah bisa dihindari dengan pemberian vaksin Dengue. Selain itu, lakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Hal ini agar lingkungan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah.

Demikian seputar informasi seputar gejala penyakit demam berdarah. Apabila Anda mengalami gejal-gejala di atas, segera kunjungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk melakukan perawatan. Semoga bermanfaat  

Tag : #demam berdarah    #nyamuk aedes aegypti     #kesehatan    #kemenkes    #who    #dengue fever    #dengue hemorrhagic fever   

Baca Juga