Restoran Mie Gacoan dipasangi garis Polisi.

Ngantri Lama Tak Direspon, Driver Ojol Obrak Abrik Restoran Mie Gacoan, Walikota pun Angkat Bicara

Maraden | Daerah | 15-11-2021

PARBOABOA, Yogyakarta – Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menanggapi insiden yang terjadi di restoran Mie Gacoan Yogyakarta yang diobrak-abrik puluhan driver ojek online. Dia menilai peristiwa itu bisa menjadi pelajaran bagi para pengelola resto lainnya khususnya yang melayani pembelian secara online via aplikasi pesan antar.

Untuk kedapannya ia mengimbau, semestinya pihak resto bisa mengelola usahanya dengan lebih baik, termasuk manajemen antrean pesanan.

"Kita minta seluruh teman, atau mitra pembelian makanan semacam itu, agar mengelola antrean lebih baik supaya tidak menimbulkan persoalan pada urutan, dan segala macam seperti itu ya," ujarnya, Minggu (14/11/2021).

Hal itu diungkapakan Heroe menanggapi insiden Ratusan driver ojek online (ojol) di Kota Yogyakarta menggeruduk Restoran Mie Gacoan. Insiden tersebut sempat terekam dan videonya viral di media sosial dan menuai komentar warganet.

Insiden terjadi pada Sabtu (13/11/2021) di resto mie Gacoan kawasan Kotabaru, DI Yogyakarta. Di video yang viral itu, terlihat sejumlah karyawan resto bersiteru dengan driver ojol. Sejumlah masyarakat sekitar pun mencoba melerai pertikaian antara keduanya.

Awal permasalahan adalah saat karyawan restoran yang mengabaikan antrean ojol, tetapi hanya mendahulukan pelanggan offline. Akibatnya Driver Ojol yang sudah menunggu lama kemudian tak terima dan marah dengan perlakuan itu.

Rasa ketidakpuasan terhadap pelayanan restoran itu membuat beberapa driver ojol sempat melampiaskan kemarahannya dengan menendang kursi dan mengeluarkan makian dengan kata kasar.

Kemudian pada malam harinya, ratusan driver ojol pun ramai-ramai datang menggeruduk resto tersebut sebagai bentuk rasa solidaritas. Para driver ojol sempat juga melakukan aksi protes sampai sempat meminta resto ditutup.

Tak hanya mendapat respon dari ratusan ojol, insiden ini juga sampai disoroti pihak Pemerintah Kota Yogyakarta dan juga pihak Kepolisian.

Kapolsek Gondokusuman, AKP Surahman membenarkan adanya keributan antara pegawai resto dengan driver ojol itu. Ia mengatakan permasalahan ini hanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang kemudian menjadi faktor penyebab insiden itu. Kini perkara insiden tersebut sudah diselesaikan lewat jalur mediasi.

Dalam insiden tersebut, dikatakan AKP Surahman, dipastikan tidak ada ada tindakan fisik dari kedua belah pihak. Permasalahan tersebut juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak restoran juga telah menerima kerugian berupa barang yang dirusak kelompok ojol itu. Manajemen rostoran menerima kerugian tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan pelanggan.

Akibat dari Insiden itu, restoran Mie Gacoan untuk sementara tidak beroperasi. Pada pagar bagungan restoran itu juga dipasangi garis polisi.

"Untuk sementara memang belum operasi lagi, karena kan masih proses pembenahan kami dengan muspika untuk sementara sambil berbenah masih ditutup dulu," pungkas AKP Surahman.

Tag : #ojol    #gacoan    #driver ojol    #geruduk mie gacoan    #yogyakarta    #walikota yogyakarta   

Baca Juga