Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Turun

Ilustrasi bursa perdagangan di mana Rupiah ditutup menguat sedangkan IHSG melemah. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan – Setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh level 7.347, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan terpaksa harus parkir di zona merah.

IHSG membukukan pelemahan 0.11 persen di level 7.313,86. Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan ditundanya kembali data investasi asing di tanah air serta dari China, membuat sentimen teknikal lebih mempengaruhi kinerja pasar saham pada hari ini.

Kinerja IHSG yang melemah pada hari ini juga tidak sendirian. Terpantau, bursa saham di China, Nikkei Jepang dan bursa di Thailand terpantau mengalami pelemahan.

Meskipun mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini ditutup menguat. Koreksi IHSG pada perdagangan hari ini dinilai masih merupakan koreksi yang sehat, setelah sebelumnya IHSG mengalami kenaikan.

Sementara itu, mata uang Rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda pada perdagangan hari ini bergerak sangat volatile.

Di mana Rupiah sempat menguat hingga menyentuh angka 16.180 per US Dollar. Namun, berbalik arah dan melemah hingga menyentuh level 16.200 per US Dollar.

Sebelum akhirnya Rupiah mengurangi kerugiannya dan ditutup menguat di level 16.205 per US Dollar.

Senada dengan Rupiah, harga emas juga ditransaksikan menguat pada sesi perdagangan sore. Meskipun penguatan harga emas ini terbilang terbatas, karena diperdagangkan di kisaran level 2.406 US Dollar atau sekitar 1.26 juta per gram nya.

Sebelumnya, Gunawan Benjamin mengatakan data investasi asing langsung dari tanah air dan dari China diperkirakan akan dirilis pada hari ini.

Di tengah minimnya katalis pasar, data tersebut bisa menjadi penggerak perdagangan jika tidak ada perubahan jadwal rilis pada hari ini.

Di sesi perdagangan pagi tadi, sejumlah bursa di Asia diperdagangkan menguat, mengikuti kinerja bursa di AS yang turut mengalami penguatan.

“IHSG pada sesi perdagangan pagi tadi ditransaksikan menguat di kisaran level 7.335. IHSG masih berpeluang untuk bergerak dalam rentang 7.300 hingga 7.350 pada perdagangan hari ini,” jelas Gunawan Benjamin kepada PARBOABOA, Selasa (23/07/2024).

Menurut Gunawan Benjamin, IHSG akan lebih banyak digerakkan oleh sentimen teknikal, serta akan dibayangi oleh kinerja bursa di regional Asia.

Jadi, ruang gerak IHSG sangat memungkinkan untuk bergerak di dua zona yang berbeda.

Di sisi lain, kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan pagi tadi terpantau bergerak menguat di level 16.190 per US Dollar.

Pada perdagangan hari ini, Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 16.150 hingga 16.210 per US Dollar nya.

Kinerja mata uang Rupiah masih dibayangi oleh membaiknya imbal hasil US Treasury, ditambah dengan kinerja USD Index yang sejauh ini cenderung menguat di level 104.30.

Mata uang Rupiah juga tidak banyak mendapatkan sentimen, yang bisa membuat Rupiah akan cenderung bergerak sideways selama sesi perdagangan.

Demikian halnya dengan kinerja harga emas, yang masih relatif stabil di kisaran level 2.400 US Dollar per ons troy nya.

“Harga emas masih bergerak mendatar dan menanti sentimen fundamental yang lebih besar,” tandas Gunawan Benjamin.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS