Satu Keluaga di Magelang Meninggal Dunia setelah Diberi Racun Arsenik, Kenali Bahayanya!

Ilustrasi. Satu keluarga di Magelang meninggal dunia setelah diberi racun arsenik (Foto: Pixabay.com)

PARBOABOA, Jakarta - Satu keluarga terdiri dari ibu, ayah dan anak pertama di daerah Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah dilaporkan meninggal dunia pada Senin (28/11/2022) kemarin, diduga akibat diberi zat beracun jenis arsenik oleh anak kedua dalam keluarga itu.

Diketahui jika pelaku nekat melakukan aksi teganya tersebut, hanya gara-gara dipicu rasa kesal karena tak pernah diperhatikan serta dirinya mengaku tak nyaman lantaran dipaksa keluarganya untuk mencari pekerjaan.

Lantas, ia membeli zat beracun tersebut secara online dan mencampurkannya ke dalam minuman yang akan dikonsumsi oleh keluarganya. Akibat tindakannya, ia terancam dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Mengenal Bahaya Arsenik

Dilansir dari Badan Zat Beracun dan Pendaftaran Penyakit dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), arsenik adalah logam alami yang tersebar luas di kerak bumi.

Arsenik murni berwujud seperti abu-abu baja, padatan rapuh, dan sering ditemukan di lingkungan yang bercampur dengan unsur-unsur lain seperti oksigen, klorin, belerang, karbon, dan hidrogen, menghasilkan bubuk putih atau tidak berwarna tanpa bau atau rasa yang khas.

Mengutip National Institute of Environmental Health Sciences, arsenik mempunyai sifat hambar, tidak berwarna, maupun berbau. Oleh karena itu, arsenik sering kali tidak terdeteksi saat dicampurkan ke makanan, minuman dan udara. Sehingga sangat mungkin ketika orang yang mengonsumsi zat tersebut tidak akan menyadarinya.

Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan pada jurnal Toxicological Sciences, menjelaskan bahwa arsenik secara historis disebut sebagai ‘raja racun’ dan ‘racun para raja’ karena efek mematikannya.

Arsenik dapat merusak hampir setiap organ dalam tubuh manusia dengan menyumbat ‘kunci’ seluler secara kimiawi. Menurut CDC, kandungan dosis tinggi arsenik dalam tubuh dapat menyebabkan gejala seperti muntah, diare, dehidrasi, syok, irama jantung tidak teratur, dan kegagalan beberapa organ, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Gejala Keracunan Arsenik

Terdapat 2 jenis gejala keracunan arsenik seperti dilansir melalui laman halodoc di antaranya:

Gejala Akut

Gambaran klinis pada kondisi akut terlihat di hampir semua sistem tubuh. Gejala yang umum terjadi adalah mual, muntah, rasa sakit perut, diare berair, dan air liur berlebihan. 

Gejala lain yang dapat terjadi adalah psikosis akut, ruam kulit yang menyebar, kardiomiopati, dan kejang. Kelainan darah, gagal ginjal, gagal napas, dan edema paru sering terjadi. Pada saraf dapat terjadi gangguan saraf tepi dan juga gangguan pada otak.

Gejala Kronis

Gejala saat arsenik sudah lama terpapar juga termanifestasi di hampir semua bagian tubuh. Arsen mengumpul di organ penting seperti di hati, ginjal, jantung, dan paru-paru, dengan jumlah yang lebih kecil di otot, saraf, pencernaan, limpa, dan paru-paru. 

Parahnya lagi, arsenik juga dapat tersimpan dalam kuku, rambut, dan kulit. Sehingga mengakibatkan kulit dapat berubah menjadi bersisik dan kasar serta memiliki pigmen yang berlebih.

Organ seperti jantung, sistem pernapasan, dan pembuluh darah dapat mengalami gangguan. Hal yang paling dikhawatirkan dari kontaminasi arsenik dalam waktu yang lama adalah munculnya penyakit ganas.

Pengobatan Keracunan Arsenik

Pengidap keracunan arsenik perlu menjauhkan diri segera dari segala sumber paparan. Penanganan selanjutnya tergantung gejala dan tingkat keparahan yang dialami. Sampai saat ini, belum ada pengobatan untuk  keracunan arsenik kronis.

Pilihan pengobatan yang dianjurkan oleh dokter adalah pemberian vitamin dan suplemen mineral dan terapi antioksidan. Pada pengobatan keracunan arsenik akut, hemodialisis atau cuci darah dapat menghilangkan arsenik dari aliran darah, tetapi hanya sebelum arsenik mengikat ke jaringan.

Pencegahan Keracunan Arsenik

Tindakan yang penting dalam masyarakat yang terkena dampak adalah pencegahan paparan lebih lanjut terhadap arsenik dengan cara penyediaan pasokan air yang aman untuk minum, dan irigasi tanaman pangan. Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar arsenik dalam air minum, seperti: 

•    Mengganti sumber arsenik tinggi, seperti air tanah, dengan sumber arsenik rendah seperti air hujan dan air permukaan yang sudah diolah.
•    Pastikan memisahkan antara air dengan sumber arsenik tinggi dan arsenik rendah.
•    Campurkan air arsenik rendah dengan air arsenik yang lebih tinggi untuk mencapai tingkat konsentrasi arsenik yang aman.
•    Pasang sistem pembuangan arsenik baik yang terpusat atau domestik, serta pastikan membuat pembuangan yang tepat untuk arsenik.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS