Seni Sastra dan Literasi Absen di Siantar Culture Show 2024

Tortor Somba, persembahan dari HIMAPSI untuk membuka panggung seni Siantar Cultural Show 2024, Jumat (12/7/2024) (Foto: PARBOABOA/Rizal Tanjung)

PARBOABOA, Pematangsiantar - Siantar Culture Show (SCS)  kembali diselenggarakan pada 12-13 Juli 2024, di Lapangan Adam Malik.

Event yang diselenggarakan oleh Pemkot Pematangsiantar tersebut mengusung tema, “Keanekaragaman Budaya dan Kreativitas”, dengan menelan anggaran RP200 Juta rupiah.

SCS tahun ini dimeriahkan oleh berbagai sanggar seni, komunitas dan UMKM, kecuali seni sastra.

Hal itu sangat disayangkan oleh Ketua Sanggar Seni Qalam Jihad, Zainal Abidin Lubis, sehingga ia menyarankan agar tahun depan ada pertunjukan seni sastra.

"Kehadiran seni sastra akan membuat SCS lebih lengkap dan berwarna dalam rangkaian acara yang sudah ada," katanya pada Parboaboa, Sabtu (13/7/2024).

Sebagai penyair, baginya penambahan seni sastra akan memberi ruang bagi penulis lokal untuk menunjukkan karya mereka, para pecinta sastra pun dapat berkumpul di SCS.

Selain itu, kata dia, mesti ada kepastian semua elemen budaya lokal mendapatkan perhatian layak, serta memperluas apresiasi masyarakat terhadap berbagai bentuk seni.

"Apa lagi, untuk membuat pertunjukan sastra seperti membaca puisi, hanya dibutuhkan mikrofon dan tidak memerlukan banyak peralatan," jelasnya.

Bagi Zainal, event tersebut sangat penting berkembang mencakup berbagai aspek seni budaya di Pematangsiantar.

“Sapa lagi program ini diinisiasi Pemkot sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsepnya adalah menambah pertunjukan yang sudah ada tanpa menguranginya.

Artinya, yang sudah tampil tahun ini tetap tampil tahun depan, “ditambah dengan penampilan baru, agar acara semakin kaya,” ungkapnya.

Zainal turut memberi apresiasi untuk Pemkot karena telah mengadakan SCS, dan akan sangat bangga jika tahun depan acara ini lebih lengkap.

Walau demikian, Ia juga menyayangkan tidak adanya stand yang memajang buku-buku.

Padahal, kata dia, bisa saja membuka stand buku dengan meminjam koleksi dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Pematangsiantar.

Sebagai orang yang peduli literasi, Zainal menekankan pentingnya kehadiran buku-buku, terutama untuk anak-anak.

"Anak-anak seringkali tidak memahami apa acara ini, mereka hanya melihat keramaian. Jika ada stand buku yang dibuka, bisa diadakan juga acara literasi untuk anak-anak," ujarnya.

Dengan adanya stand buku, Zainal berharap dapat menjadi kebiasaan bagi anak-anak dan masyarakat.

Mudah-mudahan, jelasnya, kehadiran buku-buku di setiap acara dapat mendorong literasi, “dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Pematangsiantar," tutupnya.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dispora), Rahmad Riady, menyambut positif usulan tersebut.

Ia menerangkan, SCS tahun ini merupakan pengembangan dari event yang diadakan tahun lalu.

Event yang pertama hanya menampilkan seni tari tradisional dan musik, sebatas di atas panggung bahkan tanpa MC (Master of Ceremonies).

Tahun lalu belum ada kerjasama dengan OPD sambungnya, tahun ini sudah ada kerjasama dengan mereka dan melibatkan berbagai komunitas.

Pengembangan acara ini bertujuan untuk menaikan levelnya setingkat event nasional.

Karena itu lanjutnya, harus diselenggarakan hingga edisi ketiga.

"Jadi saran untuk menampilkan seni sastra sangatlah baik agar acara ini terus berkembang," katanya pada Parboaboa, Senin (15/7/2024).

Rahmad melanjutkan, penambahan seni sastra bisa diwujudkan pada SCS tahun depan, dengan berkolaborasi dengan Dispen (Dinas Pendidikan).

Hal itu juga menurutnya bisa memberi kesempatan bagi pelajar dan guru untuk terlibat aktif

“Ini juga untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni sastra di kalangan generasi muda,” katanya.

Mengenai literasi, Rahmad setuju perihal pentingnya melibatkan literasi di SCS untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dalam rencana SCS 2024, Dispora telah mengundang Dinas Arsip dan Perpustakaan untuk berpartisipasi.

"Kami sebenarnya sudah menyediakan stand untuk buku, namun mungkin ada kendala dari perpustakaan sehingga tidak jadi terlaksana," ujarnya.

Rahmad berjanji, SCS tahun depan sebagai edisi ketiga, sastra dan literasi akan dilibatkan untuk meramaikan acara tersebut.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS