Tiki-taka: Sejarah, Cara Bermain, Teknik Dasar, Kelebihan dan Kekurangan

Posisi Pemain Saat Menggunakan Taktik Tiki-taka (Foto: kaskus.co.id)

Parboaboa.com – Dalam dunia sepak bola, istiliah tiki-taka sering sekali terdengar. Ini adalah istilah untuk sebuah taktik permainan yang mengutamakan penguasaan bola dengan operan-operan pendek yang akurat.

Taktik ini sangat mendominasi ketika dimainkan FC Barcelona. Ketika klub raksasa asal spanyol ini masih dilatih Pep Guardiola, para pengamat menilai bahwa pelatih yang identik dengan kepala plontos itu berhasil menyempurnakan taktik tiki-taka.

Sayangnya, Guardiola bukanlah penemu dari taktik ini. Lalu siapa penemunya?

Taktik ini pertama kali ditemukan oleh pesepakbola asal Belanda yang kita kenal dengan nama Johan Cruyff.

Sebenarnya apa itu tiki-taka? Sejak kapan taktik itu mulai diterapkan di lapangan sepak bola?

Berikut sejarah, cara bermain, teknik dasar, kelebihan dan kekurangan taktik tiki-taka yang telah Parboaboa rangkum dari berbagai sumber terpercaya.

Asal Usul Sebutan Tiki-taka

Tiki-taka merupakan gaya permainan yang mengutamakan penguasaan bola, melakukan operan-operan pendek 1-2 sentuhan yang diiringi dengan pergerakan yang dinamis.

Sebutan tiki-taka sendiri diyakini berasal dari seorang penyiar asal Spanyol bernama Andres Montes saat menjadi komentator Piala Dunia 2006 di channel LaSexta. Saat itu, Spanyol sedang berhadapan dengan Tunisia.

Dalam komentar langsungnya, Montes menggunkan sebutan tiki-taka untuk menggambarkan gaya operan Spanyol yang presisi dan elegan.

Dia menyebutkan "Estamos tocando tiki-taka tiki-taka” yang jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berbunyi “Kami bermain dengan bola tiki-taka, tiki-taka”.

Sejarah Taktik Tiki-taka

Menurut banyak pihak, apa yang menjadi dasar taktik tiki-taka merupakan gaya bermain yang dipopulerkan dan diterapkan oleh Johan Cruyff semasa menjadi pelatih Barcelona pada periode 1988 hingga 1996.

Tiki-taka yang digagas oleh Johan Cruyff merupakan perpaduan gaya permainan total football asal Belanda dengan sepak bola Spanyol. Hal ini diperjelas mengingat Cruyff pernah dilatih Rinus Michel, pelatih yang menemukan total football.

Selama menangani Barcelona, Cruyff berhasil membangun klub tersebut menjadi Drem Team. Barcelona memenangi empat gelar liga spanyol berturut-turut dan memenangi Piala Eropa tahun 1992.

Puncak kesuksesan taktik tiki-taka terjadi setelah Pep Guardiola menggantikan Frank Rijkaard sebagai pelatih kepala Barcelona. Tika-taka pun berjalan dengan semestinya berkat dukungan gelandang kreatif pada saat itu, sebut saja Iniesta, Xavi hingga Fabregas.

Tiki-taka Barcelona bersama Guardiola sukses meraih 3 gelar La Liga, 2 gelar Copa Del Rey, 3 gelar Piala Super Spanyol, 2 gelar UCL, 2 gelar Piala Super UEFA dan 2 gelar Piala Dunia Antar Klub.

Atas pencapaian yang diraih Barcelona itu, taktik tika-tika menjadi terkenal hingga saat ini.

Cara Bermain Tiki-taka

Menurut penemu tiki-taka, Johan Cruyff, yang dilansir dari The Choaces Voices, sepak bola terdiri dari dua hal utama.

"Pertama, ketika Anda menguasai bola, Anda harus bisa mengopernya dengan baik. Kedua, saat bola dioper kepada Anda, Anda harus bisa mengontrolnya. Jika Anda tidak mengendalikannya, Anda juga tidak bisa melewatinya," jelas Cruyff.

Berdasarkan penjelasan itu, dapat dipahami bahwa tiki-taka bertumpu pada operan pendek akurat antarpemain, sehingga mereka bisa menguasai bola. Namun, operan pendek itu, harus dijalankan dengan taktik lain, yakni posisi pemain. Untuk melancarkan taktik tersebut setiap pemain harus bisa memposisikan diri membentuk segitiga.

Dengan taktik tersebut, timnya dapat menguasai bola sekaligus memberikan dua pilihan pemain untuk menerima operan selanjutnya. Cruyff ingin agar para pemainnya terus menjaga bola dan menggerakkannya menuju gawang lawan. Bola yang harus terus digerakkan membutuhkan kekompakan yang kuat diantara para pemain.

Operan akurat antar para pemain dalam posisi segitiga juga dapat memancing lawan untuk membuka pertahanannya saat mencoba merebut bola. Ketika situasi itu terjadi, operan akurat kearah pemain yang berada di posisi bebas sangat menguntungkan untuk menghasilkan gol.

Teknik Dasar Tiki-taka

Tiki-taka merupakan taktik yang bertumpu kepada operan-operan akurat antarpemain. Sehingga teknik dasar yang harus dikuasai untuk menjalankan gaya permainan ini adalah operan.

Untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi operan dalam taktik tiki-taka, biasanya para pelatih akan menyuruh para pemain bermain Rondo.

Di Indonesia, Rondo biasa dikenal dengan permainan kucing-kucingan. Dimana pemain membentuk grup kecil yang terdiri dari 5 hingga 6 orang. Satu orang diantaranya akan bermain menjadi ‘”kucing” yang bertugas mengejar bola yang dioper secara terus menerus oleh lima pemain lainnya. 

Dan permainan Rondo atau kucing-kucingan ini bisa dimainkan dengan metode 4 lawan 2 atau 6 lawan 3.

Peraturannya biasanya hanya memperbolehkan pemain melakukan 1-2 sentuhan bola dan harus menghindari pemain yang menjadi kucing. Latihan ini bermanfaat untuk mengasah pemain mengambil keputusan dalam waktu cepat dan dalam tekanan lawan.

Selain itu, permainan Rondo juga berguna untuk melatih kemampuan pemain dalam menjaga bola. Rondo akan memaksa pemain bertindak cepat dan tepat dengan menggunakan gerakan sederhana untuk keluar dari tekanan.

Kelebihan Taktik Tiki-taka

Salah satu kelebihan menggunakan taktik tiki-taka adalah kita mampu menguasai bola selama jalannya pertandingan. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat catatan penguasaan bola Barcelona selama dilatih Pep Guardiola. Rata-rata mampu mencapai 60% penguasaan bola.

Selain menguasai bola, hal apa lagi yang menjadi kelebihan taktik tiki-taka?

Dengan menguasai bola, tentu suatu tim akan mendominasi jalannya suatu pertandingan. Tim yang menggunakan taktik tiki-taka akan lebih mudah membongkar pertahanan lawan dengan operan-operan sederhana yang akurat.

Hal ini menjadi kelebihan gaya permainan tiki-taka yang akan membuat lawan terpancing membuka pertahanan mereka untuk merebut bola. Dalam posisi seperti ini, tiki-taka akan menjadi taktik yang sulit untuk dikalahkan, karena mereka sudah menguasai bola dan juga jalannya pertandingan.

Kekurangan Taktik Tiki-taka

Meski mampu menguasai bola dan jalannya pertandingan, bukan berarti tiki-taka tidak mempunyai kekurangan.

Salah satu kekurangan dari taktik tiki-taka yang mengandalkan operan-operan pendek yang akurat adalah membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.

Hal ini akan berujung fatal apabila para pemain tidak dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Kehilangan bola, serangan balik cepat satu hingga tiga kali sentuhan sudah pasti akan merugikan tim.

Kekurangan ini sempat dibahas oleh Jose Mourinho dalam sebuah wawancara sepak bola yang dilansir dari media internasional.

Dalam wawancara itu, Mourinho menjelaskan taktik tiki-taka memiliki kekurangan karena membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Dalam pertandingan Spanyol melawan Cile, para pemain Spanyol beberapa kali terlihat salah melakukan operan, karena kurang fokusnya mereka.

Kurang fokus menjadi kesalahan fatal yang mampu dimanfaatkan tim lawan untuk melakukan serangan balik cepat yang berhasil membobol gawang dari Spanyol. Hasil akhir dari pertandingan ini pun memaksa Spanyol mengakui kekalahan 2-0 dari Cile. 
 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS