Indeks Harga Saham Gabungan membuka perdagangan awal pekan, Senin (13/9) di zona merah dan terkoreksi tipis 0,12% di level 6.087 di tengah sepinya sentimen untuk mendongkrak kinerja pasar saham.

Diprediksi Bergerak Mendatar, IHSG Menanti Keputusan Pemerintah Terkait PPKM

Sondang | Ekonomi | 13-09-2021

PARBOABOA, Siantar – Pada awal pekan ini, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak datar menanti keputusan pemerintah terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan berakhir hari ini.

"Fokus tertuju pada keputusan pemerintah mengenai pemberlakuan PPKM pada hari ini, di mana diperkirakan akan kembali diterapkan beberapa pelonggaran. IHSG berpeluang bergerak sideways di level 5.938-6.185," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (13/9).

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.079,15 atau turun 15,72 poin (0,26 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.094,87.

Sebanyak 162 saham melaju di zona hijau dan 199 saham di zona merah. Sedangkan 191 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 818,7 miliar dengan volume 1,5 miliar saham.

Pagi ini bursa saham asia mayoritas negatif dengan penurunan Indeks Nikkei 0,28 persen, Hang Seng Hong Kong 1,52 persen, dan indeks Strait Times 0,82 persen. Sementara Shanghai Komposit menguat 0,21 persen.

Bursa ekuitas AS ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan lalu seiring investor memperkirakan inflasi AS yang lebih tinggi.

Sementara, tekanan bagi bursa saham bertambah setelah saham Apple Inc. jatuh menyusul putusan pengadilan yang tidak menguntungkan terkait toko aplikasi miliknya.

Indeks harga produsen AS melesat pada bulan Agustus menuju ke kenaikan tahunan terbesar dalam hampir 11 tahun, menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan bertahan karena pandemi COVID-19 menekan rantai pasokan.

Di sisi lain, komentar Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester turut menambah beban. Mester menegaskan, bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian aset tahun ini meskipun laporan pekerjaan Agustus lemah.

Saat ini pelaku pasar akan menanti hasil pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada 21-22 September 2021 dengan peluang terjadinya perubahan kebijakan moneter.

Dari Eropa, investor mempertimbangkan risiko kebijakan moneter ketat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan perlambatan pembelian obligasi di era pandemi.

Di Asia, tingkat inflasi tahunan China secara tak terduga berada di 0,8 persen pada Agustus 2021, lebih rendah dari konsensus pasar dan angka Juli sebesar 1 persen, serta terendah dalam lima bulan.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 60,54 poin atau 0,2 persen ke 30.321,3, indeks Hang Seng turun 436,25 poin atau 1,66 persen ke 25.769,66, dan indeks Straits Times terkoreksi 27,53 poin atau 0,89 persen ke 3.071,27.

Tag : #ekonomi    #saham    #ihsg    #bei    #ppkm    #pemerintah   

Baca Juga