222 Kapal Feri Disiapkan PT ASDP Jelang Angkutan Lebaran 2023

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan 36 dermaga dan 222 kapal feri di pelabuhan seluruh Indonesia untuk digunakan saat masa mudiK Lebaran 2023. (Foto: Dok. Kemenhub)

PARBOABOA, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah menyiapkan 36 dermaga dan 222 kapal feri di pelabuhan seluruh Indonesia untuk menghadapi masa mudik Lebaran tahun ini.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin menyebut bahwa 222 kapal feri yang disiapkan oleh pihaknya telah dalam kondisi baik dan siap untuk digunakan jelang mudik mendatang.

“Kami menyiapkan seluruh pelabuhan yang ada, yaitu 36 pelabuhan di seluruh indonesia, juga 222 kapal feri dan kami sudah menyiapkan dalam kondisi baik dan prima untuk bisa beroperasi pada saat Lebaran nanti,” kata Shelvy Arifin dalam keterangannya kepada wartawan di Bakauheni Harbour City, Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (17/03/2023).

Shelvy mengatakan, persiapan ini dilakukan lebih awal karena telah ada calon penumpang yang melakukan pemesanan tiket meski musim mudik Lebaran masih jauh. Selain itu, pihaknya juga telah memprediksi bahwa akan terjadi peningkatan jumlah pembelian tiket kapal.

“Untuk tiket dari tahun lalu sampai hari ini sudah ada peningkatan, namun secara persentase untuk rinciannya sekitar 10 persen dari tahun lalu, dan juga sudah ada yang membeli meskipun masih jauh hari,” ucapnya.

Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), akan ada sebanyak 123 juta warga Indonesia yang menggunakan jasa penyebrangan saat mudik ke kampung halamannya.

Shelvy mengklaim jika dari jumlah tersebut, akan ada 6,6 juta pemudik di antaranya menggunakan jasa layanan penyebrangan milik PT ASDP Indonesia Ferry dengan tujuan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

“Nah dari situ mungkin 5,5 persen atau sekitar 6,6 juta pengguna jasa itu akan menggunakan penyebrangan kami untuk tahun 2023 ini, itu untuk penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk,” klaimnya.

Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah mensosialisasikan pemesanan tiket jauh-jauh hari, sebab tidak akan ada pembelian tiket penyebrangan di pelabuhan.

“Sosialisasi masih harus terus dilakukan bahwa tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga semua pengguna jasa diharapkan sudah membeli tiket sebelum masuk pelabuhan minimal satu hari sebelum tiket keberangkatan,” tuturnya.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS