Abiotik Adalah Komponen Tak Hidup, Berikut Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Ilustrasi komponen abiotik dalam ekosistem (Foto: Parboaboa/Juni)

PARBOABOA Di dalam sebuah ekosistem terdapat komponen pembentuk yang saling terkait antara satu sama lain.

Salah satunya adalah komponen abiotik yang merujuk pada komponen lingkungan tidak hidup, seperti cahaya matahari, suhu, air, tanah, angin, dan faktor-faktor kimia seperti pH dan kadar nutrisi.

Dikutip dari buku yang berjudul Mudah dan Aktif Belajar Biologi karya Rikky Firmansyah, dkk, abiotik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan faktor-faktor non-hidup atau tak-hidup dalam suatu lingkungan atau ekosistem.

Dengan kata lain, faktor-faktor abiotik tidak memiliki kehidupan atau tidak dapat melakukan fungsi hidup seperti pertumbuhan, metabolisme, atau reproduksi.

Faktor-faktor abiotik ini sangat penting bagi kelangsungan hidup dan perkembangan organisme dalam suatu ekosistem.

Lantas, apa yang dimaksud dengan komponen abiotik? Yuk, simak pengertian, fungsi, dan contoh komponen abiotik. Simak sampai habis, ya!

Apa Itu Abiotik?

Pengertian abiotik (Foto: Parboaboa/Juni)

Menurut KBBI, arti kata abiotik adalah tidak memiliki ciri hidup atau tidak hidup.

Sedangkan secara rinci, pengertian abiotik merupakan kondisi fisik dan kimia di lingkungan sekitar organisme yang berfungsi sebagai medium dan substrat untuk mendukung kehidupan organisme tersebut.

Lingkungan abiotik yang berupa benda tak hidup juga memegang fungsi penting dalam kehidupan makhluk hidup

Dikutip dari buku yang berjudul Gembira Belajar Sains karya Jaka Wismono, lingkungan abiotik adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar makhluk hidup itu, kecuali ada makhluk hidup lain.

Setiap makhluk hidup pasti bergantung pada lingkungannya. Namun, tidak semua komponen lingkungan abiotik tergantung pada organisme hidup.

Dalam beberapa situasi, organisme hidup dapat memengaruhi lingkungan abiotiknya. Sebagai contoh, misalnya tanah yang dulu ditumbuhi rumput.

Tanah subur itu dapat menjadi gersang jika digunakan sebagai tempat penggembalaan kambing.

Kambing menginjak-injak tanah, membuat rumput mati sehingga tanah menjadi gersang dan tidak ada lagi rumput yang hidup di tanah itu.

Peristiwa hilangnya tumbuhan di suatu daerah (misalnya pada daerah hutan) dapat membuat kelembapan udara di daerah tersebut berubah.

Demikian juga sebaliknya, kelembapan udara dapat berubah karena adanya penghutanan kembali tanah gundul

Di antara makhluk hidup, manusialah yang paling banyak dapat mempengaruhi lingkungan abiotik.

Pengaruh dari manusia itu dapat berakibat baik, tetapi dapat juga berakibat buruk sehingga dapat memusnahkan makhluk hidup itu sendiri.

Fungsi Abiotik dalam Ekosistem Hidup

Komponen abiotik (Foto: Parboaboa/Juni)

Dikutip dari Buku Ajar Microteaching Berorientasi Unjuk Kerja Calon Guru IPA karya Budiyono Saputro (2023), komponen abiotik memiliki beberapa fungsi penting dalam suatu ekosistem.

Berikut adalah beberapa fungsi utama dari komponen abiotik:

1. Menyediakan Kondisi Fisik dan Kimia

Fungsi utama komponen abiotik seperti suhu, kelembaban, cahaya, dan air memberikan kondisi fisik yang penting bagi organisme dalam ekosistem.

Mereka menciptakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan, reproduksi, dan kelangsungan hidup organisme.

2. Menyediakan Sumber Daya

Komponen abiotik seperti tanah dan air menyediakan sumber daya penting bagi makhluk hidup.

Tanah menyediakan nutrisi dan tempat berakar bagi tumbuhan, sedangkan air penting bagi organisme akuatik dan berperan dalam siklus hidrologi.

3. Memengaruhi Distribusi Organisme

Salah satu fungsi komponen abiotik adalah dapat mempengaruhi distribusi geografis organisme dalam suatu ekosistem.

Organisme cenderung hidup di daerah dengan kondisi abiotik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Misalnya, beberapa spesies tumbuhan hanya tumbuh di daerah dengan suhu tertentu atau jenis tanah tertentu.

4. Mempengaruhi Interaksi antar Spesies

Faktor abiotik ternyata juga dapat mempengaruhi interaksi antara spesies dalam suatu ekosistem.

Misalnya, suhu yang ekstrem atau kekeringan dapat mempengaruhi ketersediaan sumber daya dan menentukan siapa yang bertahan hidup dalam komunitas.

5. Mempengaruhi Siklus Biogeokimia

Komponen abiotik memainkan peran penting dalam siklus biogeokimia, seperti siklus karbon, nitrogen, dan fosfor.

Tanah dan batuan berperan dalam penyimpanan dan sirkulasi nutrisi, sedangkan ketersediaan cahaya dan air mempengaruhi laju fotosintesis dan respirasi dalam siklus karbon.

6. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Fungsi yang terakhir dari komponen abiotik adalah dapat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Perubahan dalam faktor-faktor abiotik seperti suhu, curah hujan, atau pola angin dapat memiliki dampak besar pada keberlanjutan ekosistem dan interaksi antar spesies.

Contoh Komponen Abiotik

Komponen abiotik (Foto: Parboaboa/Juni)

Dikutip dari buku yang berjudul Biologi SMA/MA Kls X (Diknas) karya Gunawan Susilowarno, dkk, komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang berupa benda-benda tidak hidup seperti tanah air, udara, cahaya, suhu, serta kondisi geografi seperti kelembapan, arus angin, pH, iklim, topografi dan arus air.

Berikut adalah penjelasan tentang contoh abiotik yang sudah dijelaskan diatas:

1. Tanah

Tanah adalah habitat bagi sebagian besar makhluk hidup di daratan. Tanah dapat menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Tingkat kesuburan tanah memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan organisme di dalamnya.

2. Air

Air adalah komponen vital bagi tubuh makhluk hidup dan juga menjadi habitat bagi berbagai organisme akuatik. Kehadirannya sangat penting untuk kelangsungan hidup organisme dalam ekosistem.

3. Udara

Salah contoh lingkungan abiotik adalah udara atau gas yang merupakan sumber zat-zat penting bagi kehidupan, seperti oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan hidrogen.

Interaksi gas-gas ini dengan tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah, yang vital untuk pertumbuhan tanaman dan organisme lainnya.

4. Cahaya

Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi makhluk hidup fotosintetik, seperti tumbuhan.

Proses fotosintesis mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, yang nantinya digunakan sebagai sumber makanan bagi makhluk hidup heterotrof seperti hewan dan manusia.

Keberadaan cahaya cukup penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya.

5. Suhu

Suhu adalah komponen yang berpengaruh terhadap proses fisiologis yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup.

Proses fisiologis di dalam tubuh makhluk hidup memerlukan enzim. Aktivitas enzim sangat dipengaruhi suhu.

Enzim beroperasi dalam rentang suhu tertentu yang relatif sempit. Oleh karena itu, makhluk hidup cenderung menghindari fluktuasi suhu yang ekstrim untuk mempertahankan kondisi fisik optimal mereka.

6. Kelembaban

Salah satu contoh abiotik adalah kelembaban yang mengacu pada jumlah total uap air di udara dan umumnya diukur dalam persentase menggunakan alat seperti hygrometer.

Tingkat kelembaban udara mempengaruhi proses evapotranspirasi, yang pada gilirannya mempengaruhi ketersediaan air bagi makhluk hidup. Ketersediaan air ini sangat penting untuk metabolisme tubuh yang sehat.

7. Arus Angin

Arus angin merujuk pada pergerakan udara di alam. Arus angin mempengaruhi penguapan air dari permukaan daun tumbuhan dan hewan.

Selain itu, arus angin juga memainkan peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dengan membantu dalam distribusi nutrisi dan kelembaban.

8. pH (Potensial Hidrogen / Derajat Keasaman)

Contoh selanjutnya dari komponen abiotik adalah pH atau potensial hidrogen yang merupakan ukuran tingkat keasaman atau kebasaan dalam tanah, air, atau lingkungan hidup lainnya.

Tingkat pH ini mempengaruhi metabolisme dan kemampuan adaptasi makhluk hidup yang tinggal di dalamnya, serta mempengaruhi distribusi makhluk hidup di berbagai habitat di Bumi.

9. Iklim

Iklim adalah kondisi cuaca yang berlangsung sepanjang tahun di suatu wilayah di Bumi, termasuk kelembaban udara, suhu, curah hujan, dan faktor-faktor lainnya.

Iklim turut memengaruhi kesuburan tanah serta distribusi tumbuhan dan hewan di suatu daerah.

10. Topografi

Contoh selanjutnya dari komponen abiotik adalah topografi. Topografi mencakup faktor ketinggian tempat di atas permukaan air laut (altitude) dan letak lintang suatu tempat relatif terhadap khatulistiwa (latitude).

Topografi mempengaruhi iklim suatu wilayah, yang pada gilirannya mempengaruhi kesuburan tanah. Kesuburan tanah ini kemudian mempengaruhi persebaran makhluk hidup.

11. Air Arus dan Ombak

Arus air dan ombak merujuk pada pola pergerakan air yang disebabkan oleh arus angin dan gaya gravitasi bumi.

Pola arus air dan ombak ini mempengaruhi adaptasi makhluk hidup di dalam ekosistem, memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang berubah.

Demikianlah penjelasan mengenai komponen abiotik, mulai dari pengertian, fungsi, dan contohnya. Semoga ulasan di atas dapat menambah wawasan.

Editor: Juni
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS