Hasil riset mencatat kandungan air laut di teluk Jakarta terkontaminasi Paracetamol konsentrasi tinggi.

Air Laut Teluk Jakarta terkontaminasi Paracetamol, DPRD DKI panggil Dinas Lingkungan Hidup

Maraden | Politik | 04-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Beberapa penelitian dan hasil riset mengatakan laut Jakarta telah terkontaminasi kandungan senyawa dari obat-obatan yakni Paracetamol dengan konsentrasi tinggi. Terlebih di dua perairan Jakarta yakni Ancol dan Angke. Kandungan paracetamol di Ancol sebesar 420 nanogram per liter dan di perairan Angke mengadung paracetamol mencapai 610 nanogram per liter.

Salah satu hasil penelitian itu dirilis oleh Peneliti Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wulan Koagouw, dalam hasil penelitian berjudul 'Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Wilayah Perairan Teluk Jakarta, Indonesia'. Studi tersebut bahkan menyatakan kandungan paracetamol ini lebih tinggi dari hasil riset yang pernah dirilis sebelumnya oleh penelitian lain.

Merespon hal itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan pihaknya akan meminta keterangan Pemprov DKI terkait riset kandungan Paracetamol tinggi di laut Jakarta.

"Karena memang ada masalah di Teluk Jakarta, besok kita pertanyakan sekalian dengan DLH," kata Ida saat dihubungi, Selasa (04/10/2021).

Terkait temuan itu, Mahmudah meminta Dinas Lingkungan Hidup DKI segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendalami masalah ini.

"Kita tunggu saja hasil lab terbaru. Nanti seperti apa kita harus ambil solusinya. Kalau kita sendiri agak sulit, terkait biaya dan sebagainya," ujarnya.

Sementara itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI sudah menindaklanjuti hasil riset kandungan Paracetamol konsentrasi tinggi di kawasan tersebut dengan mengambil sampel air laut di Ancol dan Muara Angke, Jakarta Utara.

Petugas DLH DKI Jakarta akan melakukan pengujian dengan hasil yang dapat diketahui dalam waktu sekitar 14 hari.

Tag : #politik    #dinas lingkungan hidup jakarta    #laut jakarta terkontaminasi paracetamol   

Baca Juga