Atasi Masalah Ketersediaan Pupuk, Mentan: Presiden Kasih Waktu 2-3 Bulan

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau panen raya di Kab. Ngawi, Jawa Tengah, Sabtu (11/03/2023). (Foto: Dok. Setpres)

PARBOABOA, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa ia diberi waktu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 2-3 bulan untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan pupuk untuk para petani.

Selain diberikan batas waktu, Jokowi juga meminta agar pendistribusian pupuk tersebut dapat dilakukan secara baik sesuai dengan operasional yang telah ditetapkan.

"Presiden kasih waktu dalam 2-3 bulan sudah selesai dan kita berharap minimal yang memang berhak mendapat pupuk harus (dapat)," kata Syahrul dalam keterangannya usai mengikuti rapat internal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/03/2023).

Syahrul mengungkapkan, Presiden meminta agar pupuk menjadi perhatian utama bagi kementerian terkait maupun pejabat setempat. Sebab, lanjutnya, persoalan pupuk merupakan keluhan yang selalu disampaikan oleh masyarakat, khususnya para petani.

"Oleh karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada kami tidak boleh pupuk kurang, atau tidak ada pengurangan, tapi tentu saja yang harus dibenahi yang pertama program dan konsepsinya harus betul-betul menggigit," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa daerah.

Saat menemui petani, Jokowi mengaku selalu dikeluhkan persoalan terkait tingginya harga pupuk.

Dalam kesempatan itu, ia kemudian menjelaskan bahwa tingginya harga pupuk di Indonesia disebabkan oleh beberapa kondisi.

Adapun kondisi pertama adalah tingginya harga pupuk dikarenakan kebutuhan pupuk nasional sebanyak 13 juta ton yang belum bisa terpenuhi.

Pasalnya, Tanah Air saat ini baru bisa memproduksi pupuk sebanyak 3,5 juta ton. Meski telah melakukan impor sebanyak 6-3 juta ton, jumlah tersebut masih belum bisa menutupi kekurangan pupuk petani.

Di sisi lain, lanjut Jokowi, kegiatan impor bahan baku atau pupuk juga terkendala oleh perang yang terjadi di Rusia dan Ukraina, yang merupakan negara importir pupuk ke Indonesia.

“Problemnya sekarang supaya Bapak Ibu tahu kita banyak impor bahan atau pupuk itu dari Rusia dan Ukraina. Pun pirso? Sak niki Ukraina sama Rusia lagi. Yang kekurangan pupuk itu bukan hanya Indonesia, negara-negara lain yang tidak mempunyai pabrik pupuk apalagi tidak dapat apa-apa sama sekali,” kata Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat serta Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Areal Kesongo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (10/03/2023).

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS