ilustrasi oli mesin mobil (suara.com)

Bingung Memilih Oli Mesin Mobil yang Tepat? Berikut Penjelasannya

Dimas | Otomotif | 20-04-2022

PARBOABOA, Jakarta – Tak bisa dipungkiri, oli mesin merupakan salah satu suku cadang yang wajib diganti secara rutin. Hal itu guna menjaga kondisi mesin mobil tetap sehat dan awet.

Namun begitu, tak jarang para pemilik mobil bingung untuk menentukan oli mesin yang tepat untuk mobilnya, terutama bagi orang yang baru memiliki mobil.

Pasalnya, tiap-tiap tipe mobil pada dasarnya memiliki rekomendasi penggunaan oli mesin masing-masing. Sebagai contoh, mobil-mobil keluaran terbaru dan mobil-mobil  keluaran lama tentunya memiliki rekomendasi oli mobil tersendiri.

Jika Anda salah dalam memilih oli mesin mobil, ada banyak kondisi yang bisa terjadi pada mesin mobil, seperti Engine Knocking (mesin ngelitik), Overheat (masin terlalu panas), Engine Stress (mesin alam stres), dan lain sebagainya. Kondisi tersebut akan berujung pada kerusakan parah pada mesin mobil Anda.

Untuk itu, Parboaboa akan memberikan penjelasan mengenai cara memilih oli mesin yang tepat agar mesin mobil Anda bisa bekerja secara maksimal.

Cara Memilih Oli Mesin Mobil yang Tepat

1. Pahami spesifikasi mesin mobil

Jika Anda tidak terlalu paham dengan spesifikan mesin mobil, Anda dapat melihat terlebih dahulu buku manual atau buku panduan mobil yang menjelaskan tentang mesin mobil Anda secara detail.

Terkadang, seseorang terlalu terpaku dengan merek oli mesin yang beredar di pasaran, sebelum melihat dahulu apakah oli tersebut sesuai dengan mobilnya atau tidak. Anda perlu tahu bahwa apapun merek oli mesinnya, jika sesuai dengan spesifikasi mobil maka oli tersebut bisa berguna dengan baik.

2. Perhatikan viskositas atau kekentalan oli beserta kodenya

Banyak para pemilik mobil yang masih belum bisa memilih oli mesin berdasarakan viskositasnya. Untuk mengetahui viskositas oli mesin, biasanya tiap produk ditandai dengan kode Society of Automotive Engineer (SAE) yang kemudian diikuti oleh deretan angka dibagian belakang, seperti 5 W-50, 15W-50M 15W-40, dan yang lainnya.

Huruf ‘W’ yang terdapat di belakang angka awal merupakan singkatan dari ‘Winter”. Sebagai contoh, SAE 15W-50 berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi tersebut, oli itu akan memberikan perlindungan optimal saat mesin dinyalakan, bahkan pada kondisi ekstrem sekalipun.

Mobil-mobil keluaran terbaru, khususnya yang sudah dibekali dengan embel-embel VVT, VVTi, dan sejenisnya, biasanya menggunakan oli minimum dengan kekentalan 10/40 atau 5/30.

Anda juga perlu memperhatikan tipe-tipe mesin seperti itu tidak cocok jika dipasangkan dengan oli ber kekentalan 20/50 atau yang lebih kental.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan kode API (American Petrolium Institute) yang merupakan standarisasi dari kualitas oli. Kode API akan menunjukkan apakah oli tersebut cocok untuk mesin diesel atau mesin bensin. Selain jenis mesin, kode API juga akan menunjukkan oli mobil yang cocok dengan tahun manufaktur kendaraan Anda.

3. Tipe oli mesin

Ada tiga jenis tipe oli yang perlu Anda ketahui, yakni oli full sintetis, semi sintetis, dan oli konvensional. Adapun perbedaan ketiganya, yaitu:

  • Oli konvensional adalah oli yang memiliki ketahanan yang relatif rendah terhadap panas dan oksidasi. Oli ini rata-rata bisa tahan hingga 5.000 km. Artinya, Anda harus mengganti dengan oli mesin lebih sering.

Namun, jika mesin Anda sudah tua, Anda harus terus menggunakan oli konvensional untuk memberikan proteksi yang berguna bagi mesin mobil.

  • Oli full sintetis bisa bertahan hingga lebih dari 10.000 km dan sangat tahan terhadap panas dan oksidasi. Dengan interval penggantian oli yang lebih lama, Anda tidak perlu terlalu sering membawa mobil ke bengkel.

Oli sintetis memiliki sifat anti-gesek yang lebih dari oli konvensional. Selain membuat mesin yang lebih responsif dan bensin yang lebih awet, oli ini juga membantu memperpanjang umur mesin mobil.

  • Oli semi sintetis mengandung manfaat dari oli mineral dan oli sintetis. Dengan kata lain, oli yang satu ini merupakan gabungan dari kedua oli tersebut. Pelajari lebih lanjut tentang beberapa jenis oli dan fungsinya untuk mesin mobil Anda Secara umum.

4. Spesifikasi OEM

Ketahuilah bahwa meskipun viskositasnya sama, tidak semua merek oli mesin memiliki tingkat sertifikasi yang sama. Sehingga disarankan untuk menggunakan pelumas atau oli yang sesuai dengan spesifikasi mobil

5. Oli yang bersertifikasi

Terakhir, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memilih oli atau pelumas mesin yang tersertifikasi seperti:

- API (American Petroleum Institute)

- ACEA (Association of Certified European Automakers

- ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee)

Nah, itulah seputar informasi mengenai cara memilih oli mesin yang tepat untuk mobil. Semoga bermanfaat!

Tag : #mobil    #oli mobil    #otomotif    #mesin mobil    #viskositas    #overheat    #engine knocking    #engine stress   

Baca Juga