Mengungkap Pesona dan Fakta Menarik Black hole atau Lubang Hitam, Penuh Misteri

Black Hole (Foto:wuwm.com)

PARBOABOA - Black hole adalah suatu entitas dengan massa sangat besar, yang menghasilkan medan gravitasi sangat kuat, sehingga tidak ada objek atau bahkan cahaya pun yang mampu menghindarinya.

Hal ini disebabkan oleh adanya singularitas, yaitu titik dalam lubang hitam di mana massa terkonsentrasi ke dalam volume yang tak terhingga kecil.

Dalam artikel ini, Parboaboa akan mengupas seputar lubang hitam yang menarik untuk diketahui, mulai dari konsep, misteri, hingga daya tarik di dalamnya.

Apa itu Black Hole?

Dilansir dari situs resmi National Aeronautics and Space Administration (NASA), lubang hitam atau black hole adalah sebuah daerah di ruang-waktu yang memiliki gravitasi sangat kuat sehingga tidak ada apapun, termasuk cahaya, yang dapat melarikan diri darinya.

Dalam artian, lubang hitam ini benar-benar "hitam" dan tidak dapat terlihat secara langsung oleh alat pengamatan astronomi tradisional.

Kapan black hole ditemukan? Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan oleh fisikawan John Michell dalam suratnya kepada Royal Society of London pada tahun 1783.

Namun, pemahaman modern tentang lubang hitam sebagai entitas fisik dalam ilmu pengetahuan baru berkembang pada abad ke-20.

Lalu, apa isi black hole? Gravitasi lubang hitam sangat kuat karena massa di dalamnya terkonsentrasi dalam volume yang sangat kecil, yang disebut singularitas.

Seiring objek mendekati lubang hitam, gravitasi yang kuat ini dapat merenggut dan menarik objek tersebut ke dalamnya, yang dikenal sebagai proses "spaghetti fikasi."

Fakta Menarik Black Hole

Di balik sisi misteriusnya, lubang hitam menyimpan sejumlah fakta menarik yang membuatnya menjadi salah satu pusat penelitian intensif dalam ilmu fisika dan kosmologi.

Adapun beberapa fakta menarik black hole adalah:

1. Terbentuk dari Bintang Mati

(Foto: wallpaperflare.com)

Lubang hitam terbentuk ketika bintang yang sangat besar meledak dalam ledakan supernova. Selama ledakan supernova, inti bintang yang tersisa bisa runtuh menjadi lubang hitam.

Lubang ini juga bisa terbentuk melalui proses lain, seperti penggabungan bintang atau akumulasi materi dalam pusat galaksi.

Black hole adalah runtuhnya inti bintang atau akumulasi materi dan menghasilkan gravitasi yang sangat kuat.

2. Ukuran Lubang Hitam

(Foto: pin/bgr0320)

Ukuran dari lubang penuh misteri ini bergantung pada jumlah massa yang terkandung di dalamnya. Lubang hitam dengan massa yang lebih besar akan memiliki ukuran yang lebih besar.

Seiring dengan bertambahnya massa lubang hitam, jari-jari event horizon (batas di mana objek tidak bisa melarikan diri dari gravitasi lubang hitam) juga akan semakin besar. Oleh karena itu, ukurannya dapat sangat bervariasi.

3. Supermassive Black Hole sebagai Lubang dengan Massa Besar

Supermassive black hole adalah lubang hitam yang memiliki massa yang sangat besar, bahkan milyaran kali lebih besar dari Matahari. 

Lubang hitam supermasif biasanya ditemukan di pusat galaksi, termasuk galaksi kita sendiri, Bima Sakti.

Gravitasi lubang hitam supermasif mempengaruhi pergerakan bintang-bintang dan materi di sekitarnya, serta berperan penting dalam evolusi dan pembentukan struktur galaksi.

4. Tidak Ada Cahaya yang Bisa Keluar

Blackhole adalah daerah di ruang-waktu di mana gravitasi sangat kuat sehingga tidak ada cahaya yang dapat keluar darinya.

Kondisi ini menjadikan lubang hitam benar-benar "hitam" dan menyebabkan objek atau radiasi elektromagnetik seperti cahaya tidak bisa melarikan diri dari pengaruh gravitasi yang sangat kuat tersebut.

Oleh karena itu, lubang ini juga sering disebut sebagai "objek yang tidak terlihat" karena tidak bisa diamati secara langsung oleh alat pengamatan astronomi.

5. Pengaruh Terhadap Waktu

Gravitasi yang kuat di sekitar kawasan penuh misteri ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap waktu.

Menurut Teori Umum Relativitas Albert Einstein, waktu adalah bagian integral dari ruang-waktu, dan kekuatan gravitasi dapat mempengaruhi aliran waktu

Yang dirasakan ketika objek atau pengamat mendekati black hole adalah, waktu berjalan lebih lambat dibandingkan dengan objek yang jauh dari lubang hitam.

Hal ini dikenal sebagai dilatasi waktu gravitasi. Dilatasi waktu gravitasi adalah konsep di mana waktu berjalan lebih lambat di medan gravitasi yang lebih kuat.

Oleh karena itu, seseorang yang mendekati lubang hitam akan mengalami waktu yang berjalan lebih lambat daripada pengamat yang jauh dari lubang hitam. Ini adalah salah satu efek unik yang dihasilkan oleh gravitasi yang kuat di sekitar lubang hitam.

6. Kecepatan Cakrawala Melawan Gravitasi

Untuk mengatasi gravitasi lubang hitam, sebuah objek atau benda harus mencapai kecepatan yang lebih besar daripada kecepatan cahaya (sekitar 299.792 kilometer per detik). Situasi ini disebut sebagai "kecepatan lepas" atau "escape velocity."

Artinya, jika objek atau benda memiliki kecepatan kurang dari kecepatan lepas, gravitasi lubang hitam akan terlalu kuat dan akan menariknya masuk ke dalam lubang hitam, sehingga tidak dapat melarikan diri atau melepaskan diri dari pengaruh gravitasi yang kuat tersebut.

7. Lubang Hitam Bisa "Menguap"

Lubang hitam bisa "menguap" melalui sebuah proses yang dikenal sebagai "radiasi Hawking.". Ini merupakan teori penting yang diajukan oleh fisikawan Stephen Hawking pada tahun 1974.

Terjadinya teori black hole adalah ketika pasangan partikel dan antipartikel muncul di dekat horison peristiwa lubang hitam.Salah satu partikel dalam pasangan ini jatuh ke dalam lubang hitam, sementara yang lainnya lolos.

Proses ini menyebabkan lubang hitam kehilangan sedikit massa seiring waktu. Kondisi seperti ini menandakan bahwa, teoritis, lubang hitam bisa "menguap" seiring berjalannya waktu karena kehilangan massa melalui radiasi Hawking.

Apa yang Terjadi Jika Kita Masuk ke Black hole?

(Foto: pin/imgur)

Ketika kita mendekati lubang hitam, gravitasi yang sangat kuat akan menarik kita ke arahnya.

Pada jarak tertentu, kita akan mencapai batas yang disebut "horison peristiwa." Jika kita melintasi horison peristiwa, tidak ada lagi jalan kembali, dan kita akan jatuh ke dalam lubang hitam tanpa harapan untuk keluar.

Yang terjadi ketika kita masuk ke dalam black hole adalah, gravitasi kuat akan merenggut dan meregangkan tubuh kita dalam proses yang disebut "spaghetti fikasi.".

Situasi seperti ini mengakibatkan penghancuran tubuh kita menjadi benang-benang panjang dan tipis.

Di dalam lubang hitam, kita akan mencapai suatu titik di mana hukum fisika yang kita kenal menjadi tidak berlaku. Ini dikenal sebagai "singularitas," yang merupakan titik pusat massa dan gravitasi maksimum lubang hitam, dan kita tidak tahu dengan pasti apa yang terjadi di sana.

Mungkinkah Lubang Hitam Menghancurkan Bumi?

Meski disebutkan tidak dapat dihindari oleh objek apapun, lubang hitam yang ada di alam semesta tidak mungkin menghancurkan Bumi.

Hal itu dikarenakan, Bumi dan tata surya kita berada dalam sistem tata surya yang jauh dari lubang hitam terdekat yang diketahui, dan kita tidak berada dalam bahaya tertarik oleh gravitasi lubang hitam tersebut.

Selain itu, lubang hitam hanya akan berdampak signifikan jika kita mendekatinya dengan cukup jauh dan terlalu dekat dengan horison peristiwa.

Di luar jarak tersebut, pengaruh gravitasi black hole adalah terlalu lemah untuk memiliki efek yang signifikan pada benda-benda di tata surya kita.

Jadi, sementara lubang hitam adalah objek dengan gravitasi yang sangat kuat, kita tidak perlu khawatir bahwa lubang hitam akan menghancurkan Bumi atau tata surya kita dalam waktu dekat.

Lubang hitam terdekat yang diketahui berada pada jarak yang sangat jauh dari kita.

Nah, itulah fakta menarik seputar lubang hitam raksasa. Singkatnya, black hole adalah salah satu misteri paling mendalam dan menarik dalam alam semesta kita.

Meskipun peneliti sudah mengungkap banyak fakta menarik tentangnya, lubang hitam masih menyimpan rahasia yang akan terus memikat para ilmuwan dan pengamat alam semesta.

Editor: Ester
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS