BMKG: Pemda Harus Bersiap Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan

Ilustrasi - Pada Jumat (27/01/2023) di Jakarta, BMKG memberikan imbauan kepada Pemda dan Pemrov daerah masing-masing untuk mewaspadai adanya potensi kebarakan hutan dan lahan saat memasuki musim kemarau pada bulan April hingga Mei 2023. (Foto: Freepik/pvproductions)

PARBOBOA, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk mewaspadai dan siap siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menjelaskan, potensi kebakaran hutan dan lahan ini semakin tinggi saat memasuki musim kemarau yang diperkirakan dimulai dari bulan April hingga bulan Mei 2023 mendatang.

Oleh karena itu, selain mengimbau Pemda, pihak BMKG juga meminta kepada pihak terkait untuk memberikan edukasi dan mensosialisasikan tentang pencegahan dan antisipasi karhutla kepada masyarakat setempat.

“Pemerintah Daerah harus siap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi agar melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan,” kata Dwikorita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/01/2023).

Sebelumnya, berdasarkan prediksi BMKG, terdapat potensi terjadinya penurunan curah hujan setelah tiga tahun terakhir, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi peningkatan potensi karhutla seperti yang pernah terjadi di tahun 2019 lalu.

Untuk menghadapi kemungkinan itu, kata Dwikorita, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, guna menyiapkan langkah antisipasi dan persiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini.

“BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, pemprov, dan pemkab setempat terus berkoordinasi dna menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan persiapan, serta peringatan dini menghadapi karhutla, termasuk menyiapkan skenario operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC),” jelas Dwikorita di ruang monitoring Climate Early Warning BMKG, Jakarta, Rabu (25/01/2023).

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan bahwa hingga enam bulan ke depan, BMKG memprediksi sifat curah hujan bulanan akan didominasi oleh kategori normal.

Kemudian, perlu dicermati juga bahwa pada bulan Maret-April-Mei, beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan mengalami periode transisi atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Pada saat transisi itu, lanjut Ardhasena, warga harus waspada terkait fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin kencang hingga puting beliung yang meskipun periodenya singkat, namun sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS