Buka Suara Tentang Rusia-Ukraina, Jokowi: Peperangan Tidak Boleh Sampai Terjadi

Presiden Jokowi Buka suara terkait Rusia-Ukraina (Foto: BPMI Setpres)

Parboaboa, Jakarta – Joko Widodo, Presiden RI, ikut buka suara mengenai perseteruan antara Rusia dan Ukraina. Jokowi mengatakan bagi seluruh pihak agar menahan diri supaya tidak terjadi peperangan antara kedua negara tersebut.

“Rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi,” ujar Jokowi di Twitter.

Akhir-akhir ini, keadaan di perbatasan Ukraina memang sedang panas-panasnya, terutama setelah Rusia mengutus lebih dari seratus ribu tentara sejak akhir tahun lalu.

Kementerian Pertahanan Belarus menyatakan, keputusan memperpanjang latihan militer ini dibuat karena "berkaitan dengan peningkatan aktivitas militer di dekat perbatasan negaranya dan Rusia akibat ketegangan yang meningkat di wilayah Donbas, Ukraina timur."

NATO mengklaim Rusia menempatkan sekitar 30 ribu tentara di Belarus. Para tentara ini disebut dapat digunakan Moskow untuk menyerang Ukraina. Sebagai informasi, NATO merupakan organisasi pertahanan dan keamanan di kawasan Atlantik Utara yang meliputi negara-negara Eropa, Amerika Serikat dan Kanada.

Selain itu, Rusia meminta NATO dan aliansi Barat untuk menarik pasukan mereka dari Eropa Timur. Kedua permintaan Rusia ini ditolak oleh kubu Barat.

Intelijen Amerika Serikat juga mengatakan telah memerintahkan komandan militer mereka untuk menyerang Ukraina. Walau begitu, Rusia mengelak atas tuduhan-tuduhan kepada ini.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS