Hingga Trending di Twitter, Dudung Sebut Semua Agama Sama di Mata Tuhan

Letjen Dudung Abdurachman

PARBOABOA, Bandung – kemarin, Senin (13/9) Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen Dudung Abdurachman melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Dudung datang didampingi Inspektur Kostrad Mayjen Ilyas Alamsyah, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad Mayjen Dedy Kusmayadi, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Pangkostrad Brigjen Ardi Heri, para Asisten Kaskostrad, Kepala Penerangan Kostrad, dan Kepala Hukum (Kakum) Kostrad.

Di depan anggota personel Yon Zipur 9 Kostrad dan ibu Persit, Dudung menyampaikan, pada masa pandemi Covid-19, semua pihak sebaiknya selalu mengutamakan pola pikir postif mengenai kesehatan. Hal itu karena sumber dari sakit, salah satunya berasal dari pola pikir.

Dudung pun menghimbau kepada seluruh prajurit agar selalu bersyukur apapun pangkat yang didapatkan saat ini. Menurut dia, semua manusia pasti mempunyai masalah masing-masing.

Dudung juga menyampaikan pesan kepada prajurit agar cermat dalam menyikapi berita yang beredar, terutama di media sosial. Eks Panglima Kodam Jaya itu mengingatkan, prajurit jangan mudah mengirim berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dia juga meminta prajurit jangan mudah terprovokasi berita hoax. Tidak lupa, ia meminta mereka menghindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," ucap eks Gubernur Akmil tersebut.

Namun, kalimat “Karena semua agama itu benar di mata Tuhan” membuat warganet ricuh hingga trending di twitter.

Pernyataan pria yang pernah ramai karena menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab di Jakarta itu kemudian ditanggapi oleh pendakwah Ustadz Hilmi Firdausi.

Hilmi menyoal pernyataan Dudung soal fanatik berlebihan terhadap agama hingga semua agama sama di mata Tuhan.

"Assalamu’alaikum Pak Dudung, mhn dijelaskan fanatik berlebihan terhadap agama itu sprti apa? Lalu semua agama benar di mata Tuhan," kata Hilmi Firdausi dalam cuitannya dilihat Galamedia Senin (13/9).

Hilmi lantas sedikit memberikan koreksi terhadap pernyataan Dudung tersebut. "Harusnya ditambahkan, sesuai ajaran agamanya masing2," tulisnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS