Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal Pertama 2022 Ungguli Amerika

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono (dok BPS)

PARBOABOA, Pematangsiantar - Ditengah bayang-bayang pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh hingga 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I/2022.

Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini, berhasil mengungguli sejumlah negara seperti Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan.

Ekonomi China berhasil tumbuh 4,8 persen, Amerika tumbuh 4.3 persen, Korea Selatan tumbuh sebesar 3,1 persen, Singapura 3,4 persen, Vietnam 5,0 persen, dan Taiwan 3,1 persen.

Pencapaian ini melebihi perkiraan International Monetary Fund atau IMF, yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 4,4 persen yang kemudian direvisi menjadi 3,6 persen saja.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (9/5) lalu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ini.

Saat ini masyarakat kembali melakukan konsumsi untuk kebutuhan tersier seperti hotel, restoran, dan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok saja.

"Ini penyebabnya, selain karena mobilitas penduduk semakin baik yang meningkatkan konsumsi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat sudah mulai konsumsi di sektor tersier, seperti hotel, angkutan, restoran, dan sebagainya," kata Margo, Senin (9/5).

Selain konsumsi masyarakat, pertumbuhan ekonomi ini juga didorong oleh peningkatan investasi 4,09 persen, pertumbuhan ekspor 16,22 persen, konsumsi pemerintah yang terkontraksi 7,74 persen, konsumsi LNPRT 5,98 persen, dan impor 15,03 persen.

Kemudian sektor lainnya yang membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia ini adalah Usaha Transportasi dan Pergudangan yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,79 persen.

Lalu, diikuti jasa lainnya 8,24 persen, infokom 7,14 persen, pengadaan listrik dan gas 7,04 persen, akomodasi dan makan minum 6,56 persen, dan lainnya.

Namun, kontribusi terbesar masih berasal dari sektor industri mencapai 19,19 persen, perdagangan 13,09 persen, pertanian 12,55 persen, pertambangan 10,48 persen, dan konstruksi 10,42 persen.

Berdasarkan wilayah, pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 4,03 persen, Kalimantan 3,21 persen, Sulawesi 5,37 persen, Jawa 5,07 persen, Bali dan Nusa Tenggara 3,42 persen, serta Maluku dan Papua 10,75 persen.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS