BMKG: Gempa M 6,7 Timbulkan Sejumlah Kerusakan di Banten

Dampak gempa di Banten (Foto: BMKG)

PARBOABOA, Banten – Gempa berkekuatan 6,7 M baru saja mengguncang sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi, Banten dan sekitarnya pada Jumat (14/1) sekitar pukul 16.05 WIB.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang berdurasi sekitar 1 menit itu banyak menimbulkan kerusakan terutama di wilayah Kabupaten Pandeglang.

"Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Kec. Munjul dan Kec. Cimanggu, Kab. Pandeglang yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan tertulis, Jumat (14/1).

PT PLN (Persero) melaporkan, gempa ini membuat puluhan ribu pelanggan listrik terdampak pemadaman. Terdapat sebanyak 296 gardu distribusi yang padam.

Hingga pukul 18.00 WIB, perusahaan mengklaim baru memulihkan 11.196 listrik pelanggan dari total 21.490 pelanggan yang terdampak. Meski demikian, PLN memastikan seluruh layanan bagi 3,6 juta pelanggan listrik di Banten terpantau aman.

Tak hanya itu, gempa tersebut juga merusak sejumlah fisik bangunan rumah warga di Desa Kertamukti, Kecamatan Sumur, Banten. Kerusakan tersebut meliputi dinding yang rubuh, pilar penyangga rumah hancur, hingga genting dan plafon yang jatuh.

"Seperti salah satunya di sini, salah satu dinding kamar hancur. Plafon dan genting juga berjatuhan," ujar anggota Babinkamtibmas Polsek Sumur, Bripka Dadang Soemantri, Jumat (14/1) sore.

Menurut Dadang, kerusakan pada bagunan ini tidak ada yang menelan korban jiwa. Namun, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi kejadian gempa susulan.

Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita juga turut mengimbau warga yang berada di kawasan pesisir untuk meninggalkan kediamannya sementara usai gempa magnitudo 6,7 yang dimutakhirkan jadi M 6,6, Jumat sore (14/1).

Meski gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, Irna khawatir akan gempa susulan. Hal ini belajar dari pengalaman saat tsunami melanda kawasan Tanjung Lesung, Banten pada tahun 2019. Sebab pada tahun itu, sempat terjadi rentetan gempa sebelum tsunami menerjang.

"Yang tinggal di pesisir pantai kami imbau untuk tidak menginap, jadi tempat tinggal, warung-warungnya, untuk mereka juga tetap hati-hati. Khawatir ada gempa susulan yang memakan korban ke depan," ujar Irna.

Kendati begitu, Irna tetap meminta warga untuk tenang dengan kondisi gempa saat ini. Meski harus berhati-hati, masyarakat harus tetap tenang dalam mengambil keputusan.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan para camat untuk bergerak membantu warga secepat mungkin.

"Kami mitigasi bencana tadi, di mana pada saat kami punya pengalaman tsunami, kami sudah punya tempat evakuasi, titik kumpul mereka di mana," tambahnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS