Gunung Ili Lewotolok Dua Kali Erupsi, Luncurkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Potret Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah mengalami erupsi pada Jumat (01/6/2023). (Foto: Twitter/PVMBG_)

PARBOABOA, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, terjadi dua kali aktivitas vulkanik erupsi di Gunung Ili Lewotolok, Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari magma.esdm.go.id, kedua erupsi itu terjadi pada hari ini, Jumat, 2 Juni 2023.

Adapun erupsi pertama terjadi pada pukul 09.40 WITA dengan ketinggian kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak gunung.

Anggota PVMBG, Stanislaus Ara Kian mengatakan jika kolom abu dari erupsi kali ini teramati berwarna putih kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Jumat, 02 Juni 2023, pukul 09:40 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak,” kata Ara Kian dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Sedangkan erupsi kedua terjadi pada pukul 10.33 WITA dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung.

Menurut anggota PVMBG, Yeremias Kristianto Pugel, kolom abu dari erupsi kedua ini teramati berwarna putih, hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat.

“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Jumat, 02 Juni 2023, pukul 10:33 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak,” ucap Yeremias dalam keterangan tertulisnya.

Oleh karenanya, pihak PVMBG kemudian merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Kemudian, warga Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona diimbau untuk waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak kawah gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok merekomendasikan agar masyarakat menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) yang disebabkan oleh abu vulkanik Gunung Api Ili Lewotolok.

“Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit,” tuturnya.

Lalu, untuk warga yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok untuk berhati-hati terhadap potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS