Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Luncurkan Kolom Abu Setinggi 700 Meter

Potret Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 700 meter pada Selasa (23/05/2023). (Foto: Twitter/PVMBG_)

PARBOABOA, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kembali terjadi aktivitas vulkanik erupsi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari magma.esdm.go.id, erupsi itu terjadi pada siang ini pada Selasa, 23 Mei 2023 pukul 14.07 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak gunung.

Anggota PVMBG, Stanislaus Ara Kian mengatakan jika kolom abu dari erupsi kali ini teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Selasa, 23 Mei 2023, pukul 14:07 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak,” kata Stanislaus Ara Kian dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37.1 mm dan durasi 60 detik,” sambung dia.

Oleh karenanya, pihak PVMBG kemudian merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Kemudian, warga Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona diimbau untuk waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak kawah gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok merekomendasikan agar masyarakat menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan (ISPA) yang disebabkan oleh abu vulkanik Gunung Api Ili Lewotolok.

“Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit,” tuturnya.

Lalu, untuk warga yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok untuk berhati-hati terhadap potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS