Idgham Bighunnah: Pengertian, Cara Baca, Contoh, Perbedaan dengan Idgham Bilaghunnah

Idgham Bighunnah (Foto: Parboaboa/Ratni)

PARBOABOA – Idgham bighunnah merupakan salah satu ilmu tajwid yang sangat penting untuk dipahami setiap umat muslim ketika ingin memperbaiki bacaan kitab suci Al Quran.

Sebagaimana kita ketahui, Al Quran merupakan salah satu sumber hukum Islam dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, memahami ilmu tajwid tentu sangat penting agar kita dapat membaca Al Quran dengan benar.

Idgham sendiri merupakan salah satu hukum tajwid dalam membaca Al-Quran, yang menunjukkan cara penggabungan atau penyatuan antara dua huruf yang berbeda dengan menghilangkan bunyi dari huruf yang pertama dan menggabungkannya dengan huruf yang kedua.

Hukum bacaan idgham terbagi menjadi dua, yaitu idgham bilaghunnah dan bighunnah. Kedua jenis idgham ini memiliki perbedaan dalam hal pelafalan bacaannya.

Untuk mengetahui lebih jelas, Parboaboa akan memberikan pengertian idgham bighunnah, huruf beserta contoh idgham bighunnah. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini ya.

Pengertian Idgham Bighunnah

Pengertian Idgham Bighunnah(Foto: Parboaboa/Ratni)

Secara bahasa, idgham berarti memasukkan atau melebur, sedangkan bighunnah artinya dengung. Tajwid ini sering disebut dengan idgham ma'al ghunnah. Sesuai dengan artinya idgham bighunnah dibaca dengung.

Idgham bighunnah adalah hukum bacaan yang terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf idgham bighunnah dalam dua kata yang terpisah.

Apabila hal tiu terjadi dalam satu kata, maka hukum bacaan idgham bighunnah menjadi berbeda. Jumlah huruf idgham bighunnah ada 4 yaitu (wau) Ùˆ , (nun) Ù† , (ya) ÙŠ , (mim) Ù….

Cara Baca Idgham Bighunnah

Cara Baca Idgham Bighunnah(Foto: Parboaboa/Ratni)

1. Nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf mim (Ù…)

Pada kata (نَكُنْ مَعَكًمْ) nakun ma'akum, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf mim. Jika kata tersebut diucapkan dengan dengung, maka akan dibaca menjadi nakumma'akum.

Pada kata ( لَكَفُوْرٌمُبِيْنٌ ) lakafuurun mubiinun, terdapat tanwin dhammah bertemu dengan huruf mim. Sesuai dengan hukum bacaan idgham bigunnah, maka dibaca menjadi lakafuurummubiinun.

Pada kata (فَتْحاً مُبِيْناً) fathan mubiinan, terdapat tanwin bertemu dengan huruf idgham bigunnah yaitu mim. Hal ini dibaca menjadi fathammubina.

2. Nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf nun (Ù†)

Pada kata (مِنْ ناَصِرِيْنَ) min naa shiriina, terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf nun. Jika kata tersebut diucapkan dengan dengung, maka akan dibaca menjadi minnaa shiriina.

Pada kata (حِطَةٌ نَغْفِرْلَكُمْ) hiththotun naghfirlakum, terdapat tanwin dhammah bertemu dengan huruf nun setelahnya. Jika dibaca dengan dengung, akan berbunyi hiththotunnaghfirlakum.

Kata (حِكْمَةٍ نَافِعَةٍ) hikmatin naafi'atin terdapat tanwin bertemu dengan huruf nun. Jika dibaca dengan dengung, maka akan menjadi hikmatinnafi'atin.

3. Nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf wau (Ùˆ)

Pada kata (مِنْ وَرَائِهِمْ) man waraa ihim, terdapat nun mati bertemu dengan huruf wau. Karena terdapat hukum tajwid idgham bighunnah, maka dibacanya menjadi mawwaraa ihim.

Kata (عَذاَبٌ وَاصِبٌ) 'adzaabun waasibun terdapat tanwin dhammah yang huruf setelahnya adalah wau. Jika didengungkan, maka kata 'adzaabun waasibun akan dibaca menjadi 'adzabuwwaasibun.

Pada kata (قُوَةٍ وَلاَ ناَصِرٍ) quwwatin wa laa naashirin, bisa dilihat adanya tanwin yang bertemu dengan huruf wau. Kata tersebut jika dibaca dengan menggunakan dengung, maka akan berbunyi quwwatiwwa laa naashirin.

4. Nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf ya (ÙŠ)

Pada kata (لِمَنْ يَرَى) liman yaraa, bisa dilihat bahwa ada nun mati yang bertemu dengan huruf ya. Apabila didengungkan, akan dibaca menjadi limayyaraa.

Pada kata (وُجُوْهٌ يَوْمَئِذٍ) wujuuhun yaumaidzin, terdapat tanwin dhammah yang bertemu dengan huruf ya. Jika dibaca dengan dengung, kata wujuuhun yaumaidzin akan berbunyi menjadi wujuuhuyyaumaidzin.

Kata (لِقَوْمٍ يُوْقِنُوْنَ) liqoumin yuuqinuuna menunjukkan tanwin yang bertemu dengan huruf ya. Dengan idgham bighunnah, kata tersebut dibaca menjadi liqoumiyyuuqinuuna.

10 Contoh Idgham Bighunnah dalam Al-Quran

10 Contoh Idgham Bighunnah dalam Al-Quran(Foto: Parboaboa/Ratni)

Berikut adalah 10 contoh idgham bighunnah surat panjang dalam Al Quran

1. Al-Mujadalah ayat 3

يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ , terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf nun.

2. Al-Munafiqun ayat 10

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ , terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf mim.

3. Al-Hasyr ayat 14

أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ , terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf wau.

4. Al-Mujadalah ayat 7

مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ , terdapat nun mati yang bertemu dengan nun.

5. Al-Hasyr

عَلَى مَنْ يَشَاءُ , terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf ya.

6. Al-Hasyr ayat 4

وَمَنْ يُشَاقِّ اللَّهَ , terdapat nun mati yang bertemu dengan huruf ya.

7. At-Taghobbun ayat 11

أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ , terdapat nun mati bertemu dengan huruf mim.

8. At-Tahrim ayat 8

تَوْبَةً نَصُوحً , terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf nun.

9. Al-Hasyr ayat 8

وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ , terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf wau.

10. Al-Hasyr ayat 6

مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ , terdapat tanwin yang bertemu dengan huruf wau.

Berikut adalah contoh idgham bighunnah dalam surat pendek

1. QS Al Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: "Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."

2. QS Al Kafirun ayat 4

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

Arab latin: wa lā ana 'ābidum mā 'abattum

Artinya: "Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah."

3. QS Ad Dhuha ayat 4

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

Arab latin: wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Artinya: "Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)."

4. QS Al Lahab ayat 1

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

Arab latin: tabbat yadā abī lahabiw wa tabb

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa."

5. QS Al Zalzalah ayat 6

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ

Arab latin: yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahum

Artinya: "Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka."

6. QS An Naba ayat 30

فَذُوقُوا۟ فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

Arab latin: fa żụqụ fa lan nazīdakum illā 'ażābā

Artinya: "Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab."

Perbedaan Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah

Perbedaan Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah(Foto: Parboaboa/Ratni)

Idgham bighunnah dan bilaghunnah merupakan dua jenis idgham yang berbeda dalam hal cara pengucapan dan bentuk huruf.

Idgham bighunnah terjadi ketika huruf nun mati (نْ) atau huruf mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu dari enam huruf yang memiliki sifat ghunnah atau suara yang dimanjangkan, yaitu ya (ي), wau (و), nun (ن), mim (م), alif (ا), dan hamzah (ء). Dalam idgham bighunnah, huruf nun mati atau mim mati dibaca dengan memanjangkan suara nasalnya dan digabungkan dengan huruf yang berikutnya.

Sedangkan, bilaghunnah terjadi ketika huruf nun mati atau mim mati bertemu dengan salah satu dari huruf selain enam huruf yang memiliki sifat ghunnah. Dalam idgham bilaghunnah, bunyi nun mati atau mim mati tidak dipanjangkan, tetapi langsung digabungkan dengan huruf yang berikutnya.

Dalam kedua jenis idgham tersebut, pengucapan harus dilakukan dengan jelas dan tidak boleh terdengar terputus-putus atau terpisah-pisah antara huruf yang satu dengan huruf yang lainnya. Tujuan dari idgham adalah untuk memudahkan dan memperindah bacaan Al-Quran serta mengekspresikan makna yang lebih baik dalam ayat-ayat suci.

Sebagai seorang muslim, mempelajari ilmu tajwid dan mengamalkannya dalam bacaan Al-Quran adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Dengan memperbaiki bacaan Al-Quran, diharapkan kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Oleh karena itu, marilah kita terus belajar dan mengamalkan ilmu tajwid, termasuk dalam hal mempelajari idgham bighunnah ini, agar kita dapat membaca kita suci umat Islam dengan benar, dan memperoleh pahala yang maksimal. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Editor: Lamsari Gulo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS