Ingin Bagnaia Pakai No 1 di MotoGP 2023, Paolo Ciabatti: Sinyal Juara Dunia

Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 (Foto: AP/Alberto Saiz)

PARBOABOA, Jakarta – Direktur Sport Ducati Corse, Paolo Ciabatti berharap pembalap andalannya, Francesco Bagnaia menggunakan nomor satu pada MotoGP 2023 mendatang.

Dia mengatakan hal tersebut bukan tanpa alasan. Ciabatti melihat bahwa 2022 merupakan tahun yang fantastis bagi tim Ducati. Selain dari sudut pandang olahraga, Ducati juga mencatatkan hal luar biasa dari penjualan yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.

Selain itu, dengan menggunakan nomor satu di kuda besinya, Bagnaia bisa menunjukkan pada dunia jika dia merupakan sang juara.

"Itu adalah tahun fantastis buat Ducati, tidak hanya dari sudut pandang olahraga melainkan untuk perusahaan dengan penjualan lebih tinggi daripada sebelumnya," kata Direktur Ducati Paolo Ciabatti kepada Speedweek.

"Nomor 1 itu pastinya penting karena itu mengirim sebuah sinyal yang jelas. Nomor 1 dimiliki oleh juara dunia," lanjutnya.

Meski begitu, pria berusia 65 tahun itu tetap memberikan keputusan sepenuhnya kepada Bagnaia untuk menentukan nomor motornya di MotoGP 2023.

"Dari sudut pandang perusahaan, akan bagus jika pembalap kami memilih memakai nomor 1. Di sisi lain, kami juga memahami bahwa memang ada sedikit takhayul yang terlibat dan fakta bahwa pebalap-pebalap sekarang itu membangun citra mereka dan mendagangkan nomor mereka," kata Ciabatti.

"Seperti yang sudah dikatakan Pecco (Bagnaia), saya kira nomor 1 menarik dia karena itu adalah pernyataan kuat untuk si pebalap dan pabrikan. Namun, di samping itu hal tersebut juga keputusan sulit untuk menanggalkan nomor yang membawa kebahagiaan bagi anda."

“Namun pada akhirnya kami menyerahkan keputusan ini di tangan sang pembalap. Karena penting baginya untuk bisa bersantai dan berkendara dengan nomor yang paling mewakili dirinya," ucap Ciabatti.

Seperti diketahui, setiap pembalap MotoGP yang meraih gelar juara dunia diperbolehkan menggunakan nomor 1 di motor balapnya pada musim berikutnya. 

Hal itu menunjukkan siapa pembalap yang memegang gelar juara dunia pada musim sebelumnya. 

Namun, dibalik keistimewaan tersebut, terdapat suatu mitos yang dimilikinya. Adapun mitos tersebut bernama Numero Uno Curse atau Kutukan Si Nomor 1.

Kutukan itu diyakini bisa membuat penggunanya tidak dapat mempertahankan gelarnya di musim berikutnya.

Pembalap nomor 1 selalu gagal mempertahankan gelar juaranya sejak terakhir kali terjadi pada 24 tahun silam oleh Mick Doohan pada MotoGP 1998. Selebihnya tak ada lagi pembalap yang berhasil mempertahankan gelar juara dengan menggunakan nomor 1.

Mendiang Nicky Hayden, Casey Stoner, dan Jorge Lorenzo menjadi saksi kutukan penggunaan nomor keramat tersebut.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS