Sekolah asrama bernama Institut Le Rosey di Swiss ini merupakan sekolah dengan biaya termahal di dunia.

Ini lho Sekolah Termahal di Dunia, Mau Tahu Berapa Biayanya? 

Dion | Internasional | 13-04-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Swiss merupakan rumah bagi banyak sekolah elit bergengsi dengan biaya yang sangat menguras kocek. 

Negeri penghasil cokelat ini tercatat memiliki sedikitnya 10 sekolah yang biaya per tahunnya di atas US$75.000 (sekitar Rp1,07 miliar). 

Namun, sekolah termahal di Swiss dan dunia saat ini adalah Institut Le Rosey, sekolah asrama yang alumninya merupakan orang-orang hebat serta terkemuka. 

Sekolah ini sering disebut 'Sekolah para Raja', itu karena Raja Juan Carlos dari Spanyol, Raja Fuad II dari Mesir, Putri Marie-Chantal dari Yunani, Shah Aga Khan dari Iran, dan Raja Albert II dari Belgia, semua merupakan alumni Institut Le Rosey. 

Maka tak mengherankan jika biaya untuk menimba ilmu di sekolah ini mencapai US$130.000 (sekitar Rp1,8 miliar per tahun. 

Institut Le Rosey yang didirikan pada 1880 oleh Paul-Émile Carnal ini merupakan satu-satunya sekolah asrama dengan dua kampus. 

Kampus pertama berlokasi di Le Rolle, tepi Danau Jenewa. Kompleks bangunannya lengkap dengan kolam renang ukuran Olimpiade, lapangan tenis, lapangan menembak, lapangan berkuda, serta ruang konser seharga 40 juta poundsterling (sekitar Rp747 miliar). 

Sementara kampus kedua, yang digunakan saat musim dingin, terletak di Gstaadt, di mana para siswanya banyak menghabiskan waktu untuk bermain ski. 

Adapun, rasio perbandingan antara guru dan siswa sebanyak 150 banding 420. Setiap kelas hanya diisi oleh paling banyak 10 siswa. Hal itu diterapkan guna memastikan setiap pelajar menerima perhatian yang layak. 

Institut Le Rosey sendiri hanya menerima 10% siswa dari satu negara. Namun begitu, dengan biaya sekolah selangit, hanya orang tercerdas dari keluarga terkaya di dunia sajalah yang bisa mengenyam pendidikan di sana. 

Dati 420 bangku yang tersedia bagi murid-murid berusia 7-18 tahun, 30 di amtaranya bisa bersekolah di Institut Le Rosey karena orangtua mereka mengajar di sana. 

Dan hanya tiga siswa yang dapat menerima beasiswa per tahun, sementara sisanya tetap membayar uang sekolah Rp1,8 miliar per tahun. 

Menurut Christoph Goodin, kepala sekolah kelima Institut Le Rosey, biaya tinggi bukan berarti sekolah itu meraup keuntungan yang besar pula. Namun lebih kepada kebebasan bertindak di situasi apapun. 

"Saya bisa saja menghapus 10% pengeluaran dan menambahkan 30% biaya sekolah, tapi tujuan kami bukan untuk mencari uang," kata Gooding, seperti dikutip dari Oddity Central, Rabu (13/4/2022). 

"Kami tidak mau menerima sumbangan, kami ingin tetap mampu berdiri sendiri. Kami merasa mampu melakukan apa yang kami mau tanpa batasan."

Dengan biaya sekolah yang jumbo itu, para siswa tidak hanya dapat menikmati seluruh fasilitas kampus, tapi juga menerima uang saku yang telah diatur oleh para staf. 

Sebagai perbandingan, Eton, sekolah prestisius terbesar di Inggris hanya menarik biaya setengah uang sekolah dari Institut Le Rosey. 

Tag : #sekolah    #swiss    #internasional    #institut le rosey    #le rolle    #gstaadt   

Baca Juga