Singgung Warga Kalimantan dan Prabowo Saat Kritik IKN, Edy Mulyadi Diamuk Netizen

Tangkapan layar video Edy Mulyadi saat menghina Kalimantan (dok Youtube/Bang Edy Channel)

PARBOABOA, Jakarta - Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur saat ini memang menjadi perbincangan yang cukup menyita fokus masyarakat Indonesia. Pro dan kontra pemindahan IKN ini masih saja bergulir meski Undang Undang IKN telah disetujui oleh DPR RI pada Senin (18/1) lalu.

Salah satu pihak yang mengomentari IKN ini datang dari mantan kader PKS Edy Mulyadi. Dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube pribadinya, Edy dengan tegas menyatakan penolakan pembangunan IKN ini. Namun dalam menyampaikan pendapatnya Edy justru menyinggung masyarakat yang tinggal di Kalimantan, sehingga sejumlah kecaman dari masyarakat mencuat untuknya. 

Dalam video yang dilihat Parboaboa, Edy dengan lantang mengatakan jika Kalimantan adalah 'Tempat Jin Buang Anak’. Menurutnya saat ini Menteri Keuangan, Bapernas sudah menghitung aset-aset Indonesia yang masa saja yang bisa di jual, seperti gedung pemerintah di Jakarta, Kuningan, Thamrin akan dijual untuk membiayai pembangunan IKN, sehingga nantinya kantor-kantor kementrian dan lembaga akan menyewa.

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual, pindah ke tempat jin buang anak," ujar Edy Mulyadi dari video viral tersebut.

Edy kemudian mempertanyakan siapa yang akan tinggal di IKN. Apakah Menteri, Dirjen, Direktur, ASN saja atau akan dihuni rakyat. Menurutnya tidak akan ada perusahaan properti yang akan membangun perumahan di sana, karena tidak adanya masyarakat yang akan membelinya.

"Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," kata Edy.

Lebih lanjut, Edy Mulyadi menyebut tidak akan ada warga Jakarta yang mau beli rumah dan tinggal di Penajam Kalimantan Timur. Hingga seorang temannya yang berteriak bahwa hanya monyet yang mau menjadi warga Ibu Kota Baru. Dia juga yakin jika IKN hanya akan diisi oleh pengembang-pengembang China.

Edy Juga Singgung Probowo

Tak sampai disitu, Edy kemudian menyinggung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia mengatakan jika Prabowo seperti macan yang jadi mengeong.

"Masa Menteri Pertahanan kayak begini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini aja. Ini sih bicara soal kedaulatan Negara, Bos," ujar Edy.

"Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masa itu enggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?" teriaknya kembali dalam video.

Amukan netizen untuk Edy Mulyadi

Setelah video kicauan Edy ini viral di media sosial, kemarahan para netizen kemudian diluapkan dengan menaikkan sejumlah tagar di Twitter hingga trending seperti #TangkapEdyMulyadi #TangkapEdyMulyadiPKS #IndonesiaTanpaPKS #WargaKalimantanBukanMonyet.

Bahkan kasus ini telah dilaporkan oleh Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur ke Polresta Samarinda pada hari Minggu malam 23 Januari 2022. Polisi diminta segera menindaklanjuti laporan mereka dan mendesak Edy Mulyadi agar meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, Edy juga harus menghadapi kemarahan dari Partai Gerindra atas ucapannya yang menghina Prabowo. Laporan atas kasus ini dilayangkan oleh Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) ke Polda Sulut atas kasus ujaran kebencian.

PKS tak akui Edy sebagai kader partai

PKS yang terimbas karena penyataan viral dari Edy Mulyadi ini akhirnya buka suara dan tidak mengakui Edy sebagai bagian dari PKS saat ini.

"Edy Mulyadi memang pernah menjadi Caleg PKS namun setelah proses pemilu usai hingga kini yang bersangkutan tidak aktif di struktur level manapun dan bukan pejabat struktur PKS," kata Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri, Senin (24/1).

Memang diketahui jika PKS adalah salah satu partai yang menyatakan penolakan akan pemindahan ibu kota, namun pernyataan Edy tentang Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan dan Prabowo tidak ada sangkut pautnya dengan PKS. Karena selama ini PKS selalu menyuarakan penolakan IKN selalu dilakukan dengan pembicaraan yang sehat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS