DJ Indah Cleo (dok Instagram/@doubleoclubsorong)

Update Terbaru Soal Bentrokan di Sorong, Jenazah DJ Indah Cleo Teridentifikasi

Rini | Nasional | 29-01-2022

PARBOABOA, Sorong - Bentrokan antara dua kelompok masyarakat yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat, Senin (24/1) lalu menyisakan luka mendalam, sebab aksi  para massa membakar tempat karaoke DoubleO berujung pada tewasnya 17 orang di dalam gedung karaoke tersebut, padahal mereka tidak terlibat dalam perseteruan tersebut. Ditambah lagi dengan satu korban lainnya yang ditemukan tewas dengan luka bacokan.

Adapun bentrokan ini terjadi karena kesalahpahaman antar kelompok pemuda Kei dan Pelauw asal Maluku di Kota Sorong, Papua Barat, diawali perkelahian pemuda pada malam minggu. Kedua pihak yang berseteru ini sempat didamaikan, namun bentrokan justru pecah pada keesokannya Senin (24/1) dan berujung pada pembakaran.

Para petugas yang datang mengamankan lokasi kejadian sempat menduga jika hanya ada satu korban dalam kejadian ini, yaitu korban yang ditemukan meninggal dunia dengan luka bacokan. Namun saat petugas pemadam kebakaran memasuki gedung untuk memadamkan api, di dalam salah satu ruangan di lantai dua ditemukan 17 orang korban dalam keadaan meninggal dunia.

17 orang ini diketahui 3 diantaranya merupakan tamu, sedangkan yang lainnya adalah karyawan, gurup band, termasuk Indah Cleo yang menjadi DJ tamu di Tempat Hiburan Malam (THM) tersebut. Saat ditemukan kondisi para korban mengenaskan dan sulit dikenali.

Untuk proses identifikasi, pihak keluarga DJ Indah yang tinggal di Bukit Tinggi, Sumatera Barat didatangkan ke Sorong.

Usaha untuk identifikasi jenazah ini akhirnya membuahkan hasil, hari ini jenazah Indah dan dua orang lainnya yang menjadi korban kebarakan tersebut akhirnya teridentifikasi.

"Selain DJ Indah Cleo, dua korban yang juga sudah teridentifikasi adalah Ferman Syahputra dan Vicram Kenoras," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi, Sabtu (29/1).

Saat ini petugas dari Tim DVI Mabes Polri masih berupaya untuk mengidentifikasi identitas korban lainnya.

11 Pelaku telah ditangkap

Setelah kebakaran terjadi, petugas dari Kepolisian Resor Kota Sorong langsung bergerak untuk mencari dalang dari peristiwa berdarah ini. Sampai hari ini Sabtu (29/1), 11 orang yang diduga terlibat dalam aksi ini sudah ditangkap.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan jika dua orang pelaku yang diamankan merupakan pelaku pembacokan yang menyebabkan satu orang korban meninggal dunia, dan sisanya adalah pelaku yang diduga melakukan pembakaran di gedung DoubleO.

"Seluruh pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Sorong Kota guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Tornagogo dilansir Antara, Sabtu (29/1).

Meski sudah mengamankan 11 orang, Kapolda mengatakan masih melakukan pengejarakan kepada tujuh orang lainnya yang menjadi propokator dalam insiden tersebut. Keseluruhan identitas pelaku sudah teridentifikasi, sehingga masyarakat setempat dihimbau agar tidak melindungi atau menyembunyikan para pelaku, karena tindakan tersebut juga dapat berujung pidana.

Insiden maut karena kesalahpahaman sudah cukup sering terjadi di Indonesia. Sehingga masyarakat seharusnya lebih bijak dan tidak selalu menyelesaikan sebuah persoalan dengan adu kekuatan, karena orang-orang yang tidak terlibat dapat menjadi korban, seperti yang terjadi di Sorong ini.

Tag : #bentrokan    #sorong    #kebakaran tempat karaoke    #nasional   

Baca Juga