Kebakaran Hutan yang Dipicu Gelombang Panas bikin Spanyol dan Jerman Kelabakan

Jerman dan Spanyol kelabakan memadamkan kebakaran hutan. AP

PARBOABOA, Pematangsiantar - Para pemadam kebakaran (Damkar) di Spanyol dan Jerman pada Minggu waktu setempat berjuang menangani kebakaran hutan yang dipicu oleh gelombang panas yang melanda Eropa barat belakangan ini. 

Dilansir Associated Press, Senin (20/6/2022), kebakaran paling parah terjadi di Provinsi Zamora, Spanyol, di mana lebih dari 30.000 hektar lahan hangus. 

Sementara di Jerman, otoritas setempat telah memerintahkan penduduk di tiga desa dekat ibu kota Berlin untuk meninggalkan rumah mereka, mengingat kebakaran yang kian meluas di wilayah itu. 

Otoritas di Spanyol mengatakan, setelah tiga hari dihantam gelombang panas, angin kencang dan kelembapan yang rendah, maka terciptalah kebakaran hutan. 

Pemerintah setempat mengerahkan 650 petugas Damkar yang didukung dengan pesawat pembawa air untuk membatasi laju api yang bermula di Sierra de la Culebra, wilayah Zamora. 

Otoritas Spanyol mengingatkan bahwa bahaya masih mengintai karena pergantian cuaca dapat menimbulkan kobaran api dan bakal berujung pada evakuasi massal di 18 desa. 

Spanyol saat ini dalam kondisi siaga bencana kebakaran akibat tingginya suhu udara di bulan Juni. 

Para pakar menyebut cuaca panas yang tak lazim ini sebagai efek dari perubahan iklim. Sepanjang pekan lalu, temperatur di beberapa kota Spanyol mencapai 40 derajat Celcius. 

Pergerakan angin dengan kecepatan 70 kilometer per jam juga sangat tidak teratur dan selalu berubah-ubah. Hal itu kian membuat petugas Damkar kewalahan. 

"Api bisa melewati sebuah penampungan air selebar 500 meter dan membakar lahan di seberangnya. Itu sedikit gambaran kesulitan yang kami hadapi," kata Juan Suárez-Quiñones, pejabat wilayah Castilla y León kepada televisi TVE. 

Kebakaran di Zamora dipicu oleh sambaran petir pada Rabu lalu. Pasukan militer juga telah dikerahkan untuk membantu petugas Damkar di Zamora, Navarra, dan Lleida. Sejauh ini belum ada korban tewas. 

Sementara Jerman akhir-akhir ini telah beberapa kali mengalami kebakaran hutan akibat cuaca panas dan minimnya hujan. 

Badan cuaca nasional Jerman mengatakan suhu udara di beberapa kota wilayah timur seperti Dresden dan Cottbus mencapai 39,2 derajat Celcius pada Minggu. 

Angin kencang semakin memicu kebakaran di Kota Treuenbrietzen, sekitar 50 km barat daya Berlin, dan memaksa otoritas setempat mengevakuasi tiga desa pada Minggu. 

Pemerintah Jerman sendiri telah mengerahkan 1.400 petugas Damkar, tentara, dan sukarelawan untuk menangani kebakaran.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS