Kemenag: Harga Paket Haji Menurun hingga 30 Persen di Tahun 2023

Harga paket ibadah haji di tahun 2023 mengalami penurunan hingga 30 persen. (Foto: Haramian)

PARBOABOA Jakarta – Kementerian Agama RI (Kemenag) menginformasikan terkait adanya kenaikan biaya haji di Indonesia sementara biaya paket haji di Arab Saudi telah turun.

Namun, jika dibandingkan dengan paket biaya haji tahun 2023 dengan 2022, paket biaya haji tahun ini mengalami penurunan hingga 30 persen dari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena paket haji pada tahun lalu sedang mengalami pandemi yang signifikan.

"Tahun ini alhamdulillah diturunkan. Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30 persen dan itu sangat signifikan," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief di Jakarta, dikutip viva.co (22/01/2023).

Seperti diketahui, Pemerintah Arab Saudi telah menawarkan empat paket haji yang mencakup layanan seperti Muzdalifah, Mina (Armina/Masyair), dan 8-13 Dzulhijjah di Araarafah dengan harga mulai dari 43 juta hingga 53 juta untuk warga domestik pada tahun 2023 ini.

"Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR 5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR 4.632,87. Turun sekitar SAR 1.024 atau 30 persen," ujarnya.

Selain paket biaya haji, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) juga menyediakan berbagai fasilitas seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama ibadah haji berlangsung.

"Di luar Masyair, masa tinggal jemaah sekitar 30 hari, baik di Mekkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya," imbuhnya.

Kendati demikian, menurunnya harga paket haji tidak akan mengurangi layanan yang diberikan kepada para jamaah.

"Kepada perusahaan penyedia layanan, kami tetap meminta komitmen agar dengan harga yang ditetapkan pemerintah Saudi itu, layanan yang diberikan kepada jemaah juga tetap berkualitas," ucapnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS